Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 13 Keroyalan Selir Lan


__ADS_3

Terlihat seseorang yang berpakaian merah berjalan menghampiri mereka.


Qin Ruojiu masih mengingati suara ini, bukankah ini adalah suara wanita yang bersama Kang Yong semalam? Begitu teringat kejadian kemarin, teringat suara wanita mendesah itu, wajah Qin Ruojiu yang ditutup cadar pun menjadi panas. Kemudian teringat dengan situasinya sekarang, dia pun tersenyum.


Dia adalah Selir Zhen? Rok merah yang panjang sampai berserak ke lantai, kerah yang turun hingga belahan dadanya terlihat jelas. Wajah gadis ini bagaikan bunga kembang sepatu, alisnya bagaikan pohon willow, kedua matanya lebih menggoda daripada bunga persik, kulit putih bagaikan salju, rambut yang disanggul tinggi, ia adalah wanita yang sangat cantik.


“Eh, Selir Mulia Zhao, kamu juga datang? Kapan kamu tiba, ternyata kamu lebih cepat daripadaku, apa yang sedang kamu bicarakan dengan Permaisuri? Jangan-jangan ada hubungan denganku ya?” begitu Selir Zhen datang, ia langsung melayangkan pertanyaan bertubi-tubi dan dengan nada menantang, sangat tidak enak didengar.


Zhao Yuanran sangat tenang, dari pandangan matanya tidak terlihat ada sedikitpun amarah, “Selir Zhen kau salah sangka. Yuanran hanya datang untuk memberi hormat kepada Permaisuri, tidak ada maksud untuk mengungkit kamu. Kalaupun mengungkit nama Selir Zhen, pastinya adalah untuk memuji kecantikan Selir Zhen.”


Selir Zhen menaikkan alis, lalu berkata, “Oh ya? Kalau begitu, terima kasih atas pujian Selir Mulia Zhao,” usai berkata, Selir Zhen pun melirik ke Qin Ruojiu yang berpakaian sederhana dan bercadar hitam, cukup misterius. Dia pun berpikir dalam hati, apakah penyihir ini memang jelek? Bahkan sudah menjadi permaisuri pun tidak berani melepaskan cadarnya?

__ADS_1


Selir Zhen pun tertawa menyindir dalam hati, karena dia merasa Permaisuri ini bukanlah ancaman baginya. Ia membungkuk dengan tidak tulus, “Zhen’er memberi hormat kepada Yang Mulia Permaisuri!” nadanya datar.


Qin Ruojiu sudah bertemu dengan wanita ini kemarin, perempuan ini meninggalkan kesan yang dalam padanya, terutama senyuman yang menyindir itu membuatnya merasa sangat dipermalukan.


Dia juga tahu dia tidak bisa melakukan apapun, jadi ia hanya mengangguk, “Iya, silahkan duduk.”


Kemudian 2 dayang kecil maju dan menopang Su Zhen’er untuk duduk di kursi yang dipahat indah.


Qin Ruojiu melihat ke arah Lu’Er, dengan nada pelan berkata, “Hidangkan teh.”


Tidak lama kemudian, teh yang hangat dihidangkan, Su Zhen’er pun meminum teh itu dengan tidak sungkan, kemudian melihat sekeliling dan berkata dengan menyindir, “Ehhh, memberi hormat kepada permaisuri adalah hal penting, Selir Mulia sudah di sini, aku juga sudah di sini, Selir Lan ini cukup royal ya!”

__ADS_1


“Mungkin Selir Lan ada urusan, sehingga tidak bisa datang tepat waktu!” Zhao Yuanran seperti sudah menebak isi hati Su Zhen’er, dia tidak ingin ada masalah lain, sehingga dia membela Selir Lan.


Su Zhen’er pun tidak senang, “Oh ya? Masalah besar apa yang lebih penting daripada bertemu dengan Permaisuri?”


“Masalah itu ada pembagiannya, mungkin Selir Lan memang ada urusan penting.”


“Oh ya? Jadi maksudmu urusan Selir Lan lebih penting daripada memberi hormat kepada Permaisuri?”


Sambil berkata, pandangan Su Zhen’er pun melirik ke Qin Ruojiu, sepertinya dia sengaja ingin membuat Qin Ruojiu marah, tetapi Qin Ruojiu tidak ada respon.


Zhao Yuanran juga tahu bahwa Su Zhen’er ingin membuatnya dan Qin Ruojiu tidak akur, sehingga dia segera menjelaskan, “Permaisuri, Yuanran tidak bermaksud meremehkan Permaisuri, mungkin Selir Lan…”

__ADS_1


__ADS_2