
Hello! Im an artic!
Sekarang Leng Bingxin tiba-tiba teringat, bukan hanya dirinya saja yang hidup dalam kesakitan. Lu’er, Yan’er dan yang lainnya, bagaimana kabar mereka sekarang? Tidak ada dirinya, apa Istana masih merupakan tempat habitat mereka?
“Kamu kenapa?” Melihat Leng Bingxin yang terpaku di tempat dan enggan untuk melangkah ke dalam gerbang istana, alis tampan milik Bei Fengchen sedikit mengerut, tatapan matanya menunjukkan perhatian dan kekhawatiran yang dalam.
Hello! Im an artic!
Kembali tersadar dari pikirannya yang melayang jauh, Leng Bingxin hanya menggelengkan kepalanya dengan datar, lalu melangkahkan kakinya perlahan untuk masuk ke dalam.
Ya, dia bukan Qin Ruojiu, dia adalah Leng Bingxin, Leng Bingxin yang bukan milik tempat ini, dirinya tidak perlu takut dan juga tidak perlu gugup. Bahkan jika bertemu dengan orang yang sering muncul dalam mimpi buruknya itu, dirinya juga tidak perlu tunduk dan takut padanya.
Pada hari ketika dirinya memasuki Ibukota kekaisaran, tidak lama kemudian Kaisar Zhaolie langsung membawa Selir Mulia kekaisaran, Putri Liqing untuk bertemu dengan Bei Fengchen.
Selanjutnya, jamuan makan diadakan di Istana Wenxuan untuk menjamu para tamu yang datang dari jauh.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Selama perjamuan, Bei Fengchen duduk di posisi sebelah kanan, menjelaskan maksud kedatangannya pada Kaisar Zhaolie dan juga apa yang terjadi terhadap kesehatan Kaisar Negara Beifeng.
Setelah mendengarnya, Kaisar Zhaolie hanya mengangguk setuju dan kemudian mengijinkan Selirnya, Liqing, pulang ke negaranya untuk mengunjungi Kakaknya.
Melihat waktunya masih belum tepat, Bei Fengchen berpura-pura menutupi bibirnya dan terbatuk beberapa kali, berpura-pura menunjukkan tampilan lemah. Sepasang mata yang sejernih giok itu menatap sekilas pada Kaisar Zhaolie.
Pria ini tidak heran pantas menjadi Kaisar Negara Kangqin, aura bawaannya yang mendominasi serta sikap dingin yang terpancar dari darinya itu membuat orang-orang merasa takut.
Ya, hanya orang seperti ini, seorang musuh yang kuat, yang benar-benar layak menjadi lawan terakhirnya.
Tidak peduli siapa yang akan mati dalam perang ini, Bei Fengchen juga tidak akan memiliki penyesalan.
Ya, menurut Bei Fengchen, sebuah Negara harus jatuh ke tangan orang seperti itu. Dan bukannya dimiliki oleh orang sejenis Beifeng Funing yang tamak akan kesenangan dunia dan juga wanita cantik.
__ADS_1
Memikirkan hal ini, Bei Fengchen yang hatinya sudah agak mendidih itu mengangkat tinggi-tinggi gelas giok di tangannya, bersulang ke arah Kaisar Zhaolie dan berkata: “Kebijaksanaan Kaisar benar-benar tak tertandingi, dalam perjalanan kemari, aku melihat Negara Kangqing begitu makmur dan bahagia, aku benar-benar sangat iri. Seorang Raja bisa mengatur hingga membuat negaranya sendiri begitu makmur dan para rakyat begitu sejahtera, Kaisar benar-benar sangat bijak.”
Kaisar Zhaolie menoleh dengan datar, memandang sekilas ke arah Bei Fengchen dengan remeh, dari wajah yang agak pucat itu Kaisar Zhaolie menyadari terdapat kegembiraan yang tidak diketahui oleh orang lain. Dan lagi sepasang mata hitam itu selalu memancarkan cahaya tajam secara tidak disengaja, itu membuat Kaisar Zhaolie yang tajam bisa merasakan bahwa orang ini bukan orang lemah dan tidak berbahaya seperti rumor yang beredar.
Meskipun sepertinya sudah melihat sesuatu, tapi Kaisar Zhaolie tidak mengatakannya, hanya mengatupkan bibirnya dengan erat, mengulas senyum datar di wajahnya lalu mengangguk dan berkata: “Pangeran Xiang terlalu memuji.”
Selesai berkata, dia langsung meminum habis minuman di gelasnya.
Pada saat ini, Bei Fengchen yang sudah selesai meminum minumannya dengan perlahan itu meletakkan gelas yang ada di tangannya, dia kemudian berkata mengusulkan dengan suara lantang: “Kaisar, kali ini aku datang terlalu terburu-buru, aku juga tidak membawa hadiah kunjungan. Aku menyukai tarian dan nyanyian, aku memiliki penari yang sangat menakjubkan. Tariannya seperti kupu-kupu, nyanyiannya seperti burung pipit emas, tidak tahu apa Kaisar memberikan kehormatan dan membiarkannya menari di hadapan semuanya?”
Kaisar Zhaolie yang awalnya sudah merasa aula itu agak membosankan, meminum anggur yang ada di gelasnya sendiri hingga tandas, alisnya yang berkerut itu perlahan-lahan mengendur.
“Karena itu adalah niat baik Pangeran, bagaimana mungkin aku menolaknya? Lakukan sesukamu, pengunjung adalah tamu, lakukanlah selama Pangeran menyukainya.”
Dengan kemampuan dan kebijakan yang dimiliki oleh Kang Yong, mana mungkin dirinya tidak tahu bahwa Bei Fengchen terbiasa selalu mengandalkan teknik menggunakan wanita cantik untuk mendapatkan posisi teratas. Dua tahun lalu, Negara Dongyu dan Negara Jiuyou, dua negara kecil itu juga dijebak olehnya dengan menggunakan rencana pernikahan, hingga membuat kedua negara itu beraliansi dengan Negara Beifeng. Kemudian dia menekan Negara Kangqing, memaksanya untuk menikahi Liqing.
__ADS_1