Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 48 Bagaimana Kalau Cari Masalah Dengan Kamu Lagi?


__ADS_3

“Iya, dia sedang sakit, selir-selir di istana akan pergi menjenguknya, kalau aku tidak pergi menjenguknya, rasanya tidak sopan. Lagipula, sebagai manusia, kita semua harus sebagai menghormati, dia adalah orang yang baik, jadi aku harus menjenguknya.”


Lu’Er merasa apa yang ia katakan masuk akal, ia pun mengangguk, “Tidak masalah jika Permaisuri datang kesana. Tapi aku takut Permaisuri akan bertemu dengan Selir Zhen dan yang lainnya, bagaimana kalau mereka mencari masalah dengan Permaisuri lagi?”


“Tenang saja, aku bisa membaca situasi. aku hanya menjenguk, setelah memberikan selimut itu, aku akan langsung pulang.”


“Baiklah, kita kesana besok.”


Pada hari kedua, Qin Ruojiu sudah membuat sulaman peoni lombar bermekar itu menjadi selimut, dan menyuruh Lu’Er membungkusnya, mereka pun berangkat ke Istana Qingyi. Di tengah jalan, saat melewati Taman Baiyua, dia pun terkejut.

__ADS_1


Suara seruling yang pernah dia dengar itu, kini membawa rasa rindu, seperti menceritakan kisah rindu dari peniup seruling yang tidak bisa bertemu dengan orang yang ada di dalam hatinya.


Saat ini, tidak tahu kenapa, Qin Ruojiu yang mendengar suara seruling juga turut bersedih. Mungkin karena mengerti nada musiknya, dia pun menjadi bimbang. Dia ingin menemaninya dengan suara guqin, untuk menenangkan rasa rindunya. Hanya saja, dia masih ada urusan lain, tidak sempat untuk berduet dengannya.


“Permaisuri, ada apa?” Lu’Er bertanya karena melihat Qin Ruojiu yang tiba-tiba berhenti dan menatap ke tempat yang jauh dengan bimbang, dia pun mengikuti arah pandangan Qin Ruojiu.


Begitu dipanggil Lu’Er, Qin Ruojiu hanya tersenyum tipis, kedua bola matanya sudah seperti perahu yang berdayung di atas air, indah sekali!


Setelah melewati beberapa paviliun dan gunung buatan, terlihat Istana Qingyi yang berwarna merah dan indah dari jauh.

__ADS_1


Gedung yang indah itu dikelilingi oleh kolam-kolam. Daun-daun berterbangan dan tergeletak di jalan, terlihat begitu hijau dan bersih. Di kedua sisi kolam ada banyak bunga teratai yang bermekaran, aroma bunga beterbangan ke mana-mana, seperti suasana di surga. Angin segar yang bertiup ke wajah mereka, terasa begitu menyegarkan.


Suasana lingkungan yang sangat sempurna, hangat di musim dingin, sejuk di musim panas. Setiap hari bisa terdengar kicauan burung, aroma harum bunga memenuhi udara, tempat ini sangat nyaman.


Beberapa waktu kemudian, mereka pun sudah tiba di Istana Qingyi. Begitu tiba di ruang utama, terlihat para selir yang sudah memenuhi ruangan tersebut, masing-masing dari mereka membawa buah tangan yang indah, kemudian menghiburi Zhao Yuanran untuk mendapat perhatiannya.


Saat ini, Permaisuri, Qin Ruojiu, masuk ke ruangan. Wanita misterius ini, tiba-tiba muncul di hadapan semua orang. Wanita itu berjalan dengan langkah kecil, gerak-geriknya indah, cadar hitam menutupi wajahnya, hanya terlihat sepasang bola matanya yang dingin, yang membuat orang merasa tidak nyaman.


Saat ini, wanita-wanita yang sedang mencari perhatian itu pun membuka jalan untuknya. Tidak lama kemudian, mereka semua kabur seperti melihat binatang buas.

__ADS_1


Karena Qin Ruojiu tiba, Zhao Yuanran pun ingin bangkit dari ranjang. Saat ia hendak mengatakan sesuatu, Qin Ruojiu sudah berjongkok dan menarik lengan bajunya dengan lembut, lalu menggelengkan kepala, “Utamakan kesehatan, tidak usah pedulikan peraturan.”


Zhao Yuanran menatapnya dengan rasa terima kasih. Wajah yang seperti telur angsa itu pun sedikit memerah, bibir yang merah pun sedikit bergetar, mata yang basah itu terlihat seperti air yang mengalir, “Aku tak menyangka Permaisuri akan datang menjengukku.”


__ADS_2