
Hello! Im an artic!
Pembukaan tempat kudus merupakan upacara terpenting Klan Penyihir, itu merupakan perkumpulan yang diadakan oleh Klan Penyihir ketika terjadi bencana besar atau hal-hal yang mempengaruhi nasib Klan Penyihir, begitu drum ini dibunyikan, maka semua Klan Penyihir, tidak peduli pria atau wanita, tua atau muda, semuanya harus bergegas datang ke alun-alun utama.
Qin Ruojiu tidak tahu apa yang ingin dilakukan Tuyang, tapi itu pasti ada kaitannya dengan dirinya, Qin Ruojiu tidak ingin Tuyang membuka tempat kudus demi dirinya, meskipun dirinya terkejut dan terharu, tapi Qin Ruojiu merasa tidak nyaman.
Hello! Im an artic!
Kang Yong tampaknya memahami keanehan tindakan Tu Yang, dia kemudian dengan hati-hati mempertimbangkan apa yang dikatakan Tuyang dan Qin Ruojiu, lalu pada akhirnya Kang Yong melepaskan Xiangdong.
Setelah beberapa saat, ada beberapa pria berjubah abu-abu yang datang menghampiri, mereka semua menatap Xiangdong yang terkapar di tanah dan tidak bisa bangun, mereka berjalan mendekat ke arah Tuyang dengan hormat dan berkata: “Pendeta Besar.”
“Bawa dia ke Alun-alun Suci.” Tuyang menunjuk ke arah Xiangdong dan berkata dengan datar.
Alun-alun besar di depan tempat kudus sudah dipenuhi dengan orang-orang, karena saat ini sudah malam, jadi kebanyakan dari mereka sudah beristirahat dan bergegas datang kemari dengan buru-buru, ada beberapa dari mereka yang berpakaian tidak rapi, semua orang saling bertanya sambil merapikan penampilan mereka masing-masing.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Sebenarnya apa yang terjadi? Membuka tempat kudus di tengah malah, hal ini terjadi untuk pertama kalinya!” Ada seorang pria kekar yang bertanya.
“Aku juga tidak tahu, jangan bilang ada hal besar yang terjadi!” Raut wajah orang yang menjawab juga sangat bingung.
Tetua Bage datang bersama beberapa Tetua lainnya, menatap sekilas pada orang-orang yang ada di alun-alun, dia mengerutkan keningnya dalam-dalam.
“Tetua Bage, apa yang terjadi?” Pria kekar itu berjalan menghampiri dan bertanya.
Aya mengikuti di belakang Tetua Bage, raut wajahnya itu sangat tidak baik.
Tuyang ternyata membuka tempat kudus? Pasti demi wanita ****** sialan itu lagi! Tapi kenapa Tuyang melakukan tindakan seperti ini? Apa mungkin Xiangdong berhasil? Apa wanita ****** itu sudah digigit sampai mati oleh ular berbisa?
Memikirkan hal ini, hati Aya seketika menjadi gembira, selama wanita ****** itu mati, maka tujuannya sudah tercapai, hahaha, Tuyang menyelamatkannya sekali, jika melawan langit maka itu adalah takdirnya! Tapi jika wanita itu mati, siapa lagi yang bisa menyelamatkannya?
__ADS_1
Wanita itu pasti sudah mati, jadi Tuyang baru bisa kehilangan akal sehatnya! Membuka tempat kudus, hahaha, memang kenapa jika membuka tempat kudus? Siapa yang bisa dihukumnya? Kecuali Xiangdong si wanita bodoh itu, Tuyang tidak akan bisa menemukan apa pun.
Ular berbisa itu ditangkap oleh Xiangdong, ular berbisa itu juga dimasukkan ke dalam kamar Qin Ruojiu oleh Xiangdong, bahkan jika dirinya yang menghasut Xiangdong untuk melakukannya dan Xiangdong akan mengkhianatinya dan langsung mengeksposnya, tapi Xiaodong tidak memiliki bukti, selama dirinya tidak mengakuinya, maka siapa yang bisa melakukan apapun padanya?
Aya berpikir dengan begitu bahagia, perlahan-lahan wajahnya diwarnai dengan senyum licik. Hanya saja senyum itu itu tidak berlangsung lama.
Ketika orang-orang berjubah abu-abu itu membawa Xiangdong yang sudah terlihat begitu menyedihkan ke alun-alun, senyum di wajah Aya seketika menghilang.
Ketika Tuyang, Qin Ruojiu, dan penjaga misterius, Ye Ming, muncul di hadapan semua orang, Aya hanya merasakan suhu tubuhnya seketika mendingin.
Detik sebelumnya dirinya masih begitu bangga, tapi pada saat ini dirinya sangat frustrasi!
Qin Ruojiu, dia ternyata belum mati!
Aya diam-diam menciutkan tubuhnya, bersembunyi di balik tubuh tinggi dua orang pria, hatinya panik, dirinya ingin melarikan diri, tapi Ayahnya ada di depannya, Kakak seperguruannya juga ada di belakangnya, kiri dan kanannya juga ada banyak orang, ke mana dirinya bisa melarikan diri?
__ADS_1