Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 477 Kamu Berani Menggigit Lidahku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Ahh– ”


Kaisar Zhaolie berseru terkejut, mundur beberapa langkah dengan marah, kemudian mengangkat kepalanya dengan heran, menatap Leng Bingxin dengan ekspresi dingin dan arogan.


Hello! Im an artic!


Darah merah cerah secara perlahan mengalir dari bibirnya, mengalir keluar di antara bibir dan giginya, seakan nafas milik Leng Bingxin masih tersisa.


Kaisar Zhaolie tersenyum dengan jahat: “Kamu berani menggigit lidahku, kamu benar-benar lancang.”


Leng Bingxin menarik sudut bibirnya dengan dingin, menyekanya pelan dengan menggunakan tangannya, ada raut penghinaan yang sekilas muncul di tatapan matanya: “Sebagai Kaisar negara Kangqing, di tengah malam seperti ini, bahkan meski aku adalah orang yang sangat rendah tapi setidaknya aku masih memiliki martabat.”

__ADS_1


“Meski aku tidak tahu apa kamu benar-benar Jiu’er atau bukan, tapi kamu memang sedikit lebih berani dibanding dirinya.” Berbicara sampai di sini, Kaisar Zhaolie tidak marah tapi makna di tatapan matanya menjadi semakin dalam.


Hello! Im an artic!


“Terserah apa katamu!” Leng Bingxin tersenyum datar, menyeka bibir merahnya, hatinya sedikit terkejut, pria itu benar-benar terlalu menjijikkan, jika dirinya tidak bertindak kejam tadi, tidak tahu apa yang akan terjadi malam ini.


Melihat orang yang telah dilecehkan oleh dirinya tapi masih dengan tenang berdiri menatapnya, Kaisar Zhaolie menatapnya dengan dingin, berkata padanya dengan menggunakan nada yang sedikit sinis dan juga mengagumi: “Di dunia ini, ada begitu banyak wanita yang ingin menaiki ranjangku, tapi kamu adalah orang pertama yang berani menolak dan menyerangku. Haha, bukankah Bei Fengchen mengirimmu kemari untuk menyenangkanku?”


Kaisar Zhaolie benar-benar sudah mengenali dirinya sendiri, begitu cepat dirinya sudah bisa memisah Leng Bingxin dari Qin Ruojiu, sepenuhnya memperlakukan Leng Bingxin sebagai penari yang bisa melakukan apapun untuk menyenangkannya.


Benar, jika begitu maka kenapa dirinya harus berjuang.


Leng Bingxin berkata: “Bahkan jika untuk menyenangkan Kaisar, maka tolong Kaisar untuk mengambil diriku dengan menggunakan alasan yang formal, menggunakan cara diam-diam dalam situasi di mana tidak ada orang yang tahu, bahkan jika mati pun aku tidak akan menyetujuinya.”

__ADS_1


“Haha…” Mendengar ucapan ini, Kaisar Zhaolie tiba-tiba menoleh untuk bertatapan dengan mata yang dingin dan tegas itu, wajah cantiknya menunjukkan kecantikan yang begitu putus asa, membuat orang lain tidak tega untuk menatapnya: “Ternyata begitu, tampaknya pemikiranmu itu jauh lebih jernih dibandingkan wanita lain pada umumnya.”


“Apa kamu sedang memujiku?” Leng Bingxin mengangkat kepalanya dan tertawa, ada kesedihan yang begitu sangat mendalam dalam tawa itu, seseorang terkejut untuk sesaat, raut ejekan di wajahnya tiba-tiba mengeras, jenis tawa seperti itu seakan pernah didengarnya di suatu tempat, begitu tak terlupakan.


“Kamu……”


“Kaisar, tolong kembalilah, jika aku bisa mengucapkannya maka aku juga dapat melakukannya.” Leng Bingxin tidak menunggu Kaisar Zhaolie selesai berbicara dan hanya menatap lurus ke arahnya, tidak mengelak atau menghindar, mata yang jernih bagai kristal itu menatap lekat paranya, perlahan-lahan tatapan mata Leng Bingxin melewatinya dan menatap kegelapan malam yang pekat di belakangnya, tersenyum getir dan berkata: “Jika Kaisar takut pada kegelapan malam dan tidak bisa pergi, maka aku yang akan keluar, lagipula kursi batu di taman juga bisa digunakan untuk tidur satu malam!”


“Tunggu…” Kaisar Zhaolie megulurkan telapak tangannya yang besar dan memanggil dengan cemas, terdapat raut kecemasan di tatapan matanya yang membuat Leng Bingxin berpikir itu adalah sebuah ilusi.


Kemudian Kaisar Zhaolie menghela nafas pelan kenudian berbalik dengan berat: “Kamu istirahatlah lebih awal!”


Setelah kata-kata itu diucapkan, Kaisar Zhaolie berjalan menjauh.

__ADS_1


Untuk pertama kalinya, Kaisar Zhaolie memaafkan wanita itu dengan begitu lugasnya. Karena sifat keras kepala wanita ini terlalu mirip dengannya, jika dirinya tidak menyetujui maka dirinya tahu dengan sangat jelas apa akibatnya. Ya, pada saat itu dirinya memiliki kengerian dan ketakutan yang belum pernah dimilikinya sebelumnya, takut dia akan pergi, takut dia akan menghilang.


Bahkan jika wanita ini bukan dirinya, tapi dengan tampilan serupa yang muncul di sisinya, dirinya seakan bisa menganggapnya seperti dia yang dulu, dengan begitu apa hatinya akan merasa sedikit lebih puas?


__ADS_2