
Hello! Im an artic!
Ji Xingyun menatapnya dengan dingin sejenak, tiba-tiba matanya beralih ke dompet wewangian di sisi meja. Dompet merah muda itu disulam dengan pola aneh, terlihat binatang, tapi memiliki mata yang besar dan bulat seperti manusia. Kalau tidak dilihat dengan cermat akan terlihat mirip seekor kelinci. Meski keterampilan menyulam dompet wewangian tidak begitu bagus, tapi sedikit menarik karena pola gambar yang baru.
“Kamu yang sulam? “Ji Xingyun bertanya dengan tak acuh, sama sekali tidak ada kepedulian atau sedikit pun perasaan. Tampilannya yang tak acuh itu menunjukkan semua penghinaan dalam hatinya.
Hello! Im an artic!
Ye Wushuang mengangguk dan berkata jujur, “Iya.”
__ADS_1
“Cukup punya kemampuan juga.” Ji Xingyun berkata dingin sambil tersenyum. Tiba-tiba melangkah maju, seperti elang menatap mangsa yang ingin diinginkannya. Tidak ada sedikit pun penghinaan yang berkurang di mananya, “kudengar dari Ibu Suri, kamu mau keluar dari istana?”
Ye Wushuang mengangkat kepalanya dengan sedikit terkejut. Setelah keraguan sesaat, dia menatap pada mata tegas pria itu sambil berkata terus terang, “Benar, kuharap Kaisar mengabulkannya.”
Tiba-tiba, pria itu menyeringai. Sudut matanya melengkung dengan sedikit jahat, bibir merahnya terkatup rapat dan mengungkap kesombongan yang tak terlukiskan. Dia berkata, “Permaisuri Qin, kamu pasti ingat perkataanku tentang seperti orang yang paling kubenci?”
Hello! Im an artic!
Setelah mendengar ini, mata hitam Ji Xingyun terbelalak tajam. Dia menatap Ye Wushuang dengan dingin dan kejam, “Kalau memang tahu, jangan menguji kesabaranku. Kamu kira dengan membujuk Ibu Suri, kamu bisa mengancamku? Aku bisa mengatakan dengan jelas padamu, aku membiarkanmu hidup hingga hari ini karena aku masih mengingat hubungan suami istri kita. Kalau kamu tidak tahu diri, jangankan istana, aku bisa kapan saja membuatmu lenyap dari dunia ini.”
__ADS_1
Ye Wushuang yakin pria ini bisa melakukan apa pun yang dia katakan, tapi entah kenapa dia merasakan amarah dalam hatinya. Perasaan seperti ini telah dia tekan semenjak dia berpindah dunia kemari. Tapi hari ini, dia benar-benar ingin melampiaskannya.
“Kaisar, kalau kamu memang masih ingat hubungan kita, tolong biarkan aku keluar dari istana. Lagipula, membiarkanku tinggal di istana juga hanya merusak pemandangan Kaisar saja. Daripada begitu, lebih baik kamu melepaskanku dan kita putus hubungan dengan bersih.”
Ucapan Ye Wushuang tidak terdengar buru-buru, tapi ada kesombongan dan keras kepala dalam nada bicaranya. Bahkan meski dia terlihat lemah di hadapan Raja yang nan tinggi di sana, dia sama sekali tidak berniat untuk mundur dan bersikap lembut.
Ji Xingyun menatap Ye Wushuang dengan tidak senang, ada gejolak api yang entah kenapa memenuhi hatinya. Untuk beberapa saat, dia tidak tahu dia marah karena nada bicara wanita ini yang berani atau marah karena wanita ini telah menunjukkan tekadnya untuk keluar dari istana.
Tidak, ini berbeda dengan yang dia harapkan. Wanita ini begitu enggan melepaskan segala yang ada di istana, bahkan statusnya sendiri. Kenapa dia bisa memilih meninggalkan istana dengan begitu mudahnya? Menurut sifat wanita yang kejam di masa lalu, dia bukanlah orang bijak yang akan tunduk pada situasi. Benar, wanita ini pasti punya niat tersembunyi.
__ADS_1
“Permaisuri Qin, kalau kamu ingin pergi, aku bisa membiarkanmu pergi. Tapi apa kamu rela melepaskan posisi permaisuri?”Ji Xingyun mencibir sambil bertanya, terdengar sarkasme dalam ucapannya.
Ye Wushuang tersenyum samar dengan tanpa penyesalan, “Kekayaan dan kemakmuran seperti asap, bisa hilang dalam sekejap mata. Hanya kesederhanaan yang sejati, kebahagiaan adalah berkah. Saat ini aku hanya ingin menjadi rakyat jelata, lebih baik lagi kalau bisa kembali ke rumah untuk melayani ayahku. Kalau Kaisar berpikir aku punya maksud lain, aku bisa bersumpah kepada langit. Kalau sampai ada ucapan Qin Ruchen yang tidak benar, aku rela disambar petir, mati di tempat tanpa dikuburkan.”