
Qin Ruojiu melihat ke arah pria berbaju putih yang ada di luar pintu itu.
“Yin, kamu datang?” Qin Ruojiu menghampirinya, lalu dia meminta Xiao Huan mengambilkan kursi untuk Kang Yin.
Kang Yin tetap berdiri di tempatnya, “Ruojiu, hari ini kamu ada urusan tidak?”
“…… ya?” Qin Ruojiu melihat dia dengan bingung.
Kang Yin tersenyum malu, “Akhir-akhir ini kesehatan kamu tidak begitu baik, mungkin kamu juga jarang jalan-jalan di luar, cuaca hari ini bagus, aku mau bawa kamu jalan-jalan di luar.”
Qin Ruojiu berkata: “Terima kasih.” awalnya dia mau menyetujuinya, tapi setelah dipikir-pikir, kalau dia keluar dengan Kang Yin dan dilihat oleh pria itu, akibatnya akan seperti apa? Mengingat ucapan dia kemarin malam, hati dia tiba-tiba menjadi tegang.
“Mau tidak?” hati dia sangat senang setelah melihat Qin Ruojiu mau menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Qin Ruojiu menundukkan kepalanya sambil berpikir beberapa saat, setelah itu dia berkata: “Tidak dulu, terima kasih atas niat baik pangeran ke-9.” ucap Qin Ruojiu dengan datar.
“Kenapa? Kamu ada urusan?”
Qin Ruojiu tersenyum, “Ya, aku ada urusan, akhir-akhir ini lumayan sibuk, mungkin aku tidak ada waktu untuk bicara dengan pangeran ke-9.” ucapnya dengan datar, tapi hati dia sangat sakit.
Dia dari dulu tahu kalau Kang Yin sangat baik dengannya, tapi dia tidak bisa membalas apa-apa, bahkan dia hanya bisa melukainya. Dia tahu kalau Kang Yin selalu menganggapnya sebagai teman dekatnya, tapi sayangnya dirinya tidak pantas. Hari ini kalau dia tidak menolaknya dengan langsung, mungkin hubungan adik kakak mereka berdua akan retak karena dia. Dilihat dari sifatnya kaisar Zhaolie, dia bisa melakukan apapun yang dia mau.
Mata Kang Yin menggelap, dia berkata: “Ruojiu, sebenarnya ada masalah apa?”
Setelah bicara dia membuang mukanya, dia hanya tahu hati dia saat ini sangat sakit.
Pangeran ke-9 adalah teman terbaiknya sampai saat ini, tapi dia harus memberitahu dirinya kalau mereka berdua tidak boleh seperti ini terus.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, Kang Yin berkata: “Aku paham, kamu pasti takut dengan kaisar, jadi kamu seperti ini dengan aku kan?”
Melihat tampang dia yang kasihan, hati Qin Ruojiu seperti tertusuk jarum, tapi dia tetap harus mengeraskan hatinya, “Tidak, tidak ada hubungannya dengan dia, ini adalah keputusan aku sendiri.”
Bab selanjutnya Bab 146 Pasti Dia Yang Memaksa Kamu
“Tidak mungkin, kamu bukan orang yang sedingin ini, Ruojiu, pasti dia yang memaksa kamu, dia sangat keterluan, aku sekarang juga akan cari dia!”
Setelah bicara, Kang Yin langsung keluar ruangan.
Qin Ruojiu tidak menyangka dia akan marah sebesar ini, maka dia langsung menghalanginya, “Berhenti!”
Kang Yin menghentikan langkah kakinya mendengar itu, dia memutar badannya dan tersenyum, “Ruojiu, dia yang paksa kamu kan?”
__ADS_1
Qin Ruojiu berkata: “Bukan dia, tapi aku, aku tidak mau seperti ini terus dengan kamu, aku adalah wanitanya kaisar, aku adalah permaisuri, aku tidak mau berhubungan dengan kamu, aku tidak mau posisi aku sebagai permaisuri direbut oleh orang lain……”