Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 464 Apa Kamu Tidak Percaya Padaku?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Bingxin, dengarkan aku, jangan sedih lagi, aku pasti akan mengurus pemakaman Ziyue dengan baik setelah aku kembali ke Negara Beifeng.”


Setelah Leng Bingxin mendengar ucapan itu, air mata membeku di matanya, dia hanya tersenyum dengan dingin seperti sebuah boneka yang tidak memiliki jiwa.


Hello! Im an artic!


“Apa itu ada gunanya? Tidak peduli seberapa bagusnya, dia sekarang hanyalah mayat yang dingin. Apa dia bisa merasakan segalanya?”


“Bingxin, bisakah kamu tidak berkata begitu tajam?”


“Tajam? Haha, apa bagimu nyawa seseorang itu hanya seperti ini?”


Leng Bingxin memalingkan kepalanya, di tatapan matanya itu selain kebencian, hanya ada kedinginan dan juga kehampaan.


Hello! Im an artic!


Di matanya itu, seakan terdapat begitu banyak cerita sedih yang membuat orang lain ingin mengeksplorasinya, tapi jika melihatnya dengan cermat, kamu akan menemukan bahwa itu seperti selembar kertas putih yang kosong, bahkan tidak memililiki jejak sama sekali.

__ADS_1


Leng Bingxin adalah wanita yang seperti itu, membuat orang lain tidak bisa memahaminya tapi juga terhanyut dan tenggelam dalam matanya tanpa ragu-ragu.


“Baik, kalau begitu kamu katakan apa yang kamu ingin kulakukan?”


“Kamu seharusnya menayakannya pada hatimu sendiri apa yang ingin kamu lakukan.”


Detik berikutnya, mata jernihnya itu tiba-tiba terkulai, dengan tidak berdaya semakin memeluk Leng Bingxin dengan lebih erat, membenamkan kepalanya dalam-dalam di rongga leher Leng Bingxin yang memancarkan aroma unik, Bei Fengchen hampir berkata dengan nada memohon: “Bingxin, aku tahu kamu sedih untuknya, tapi ini adalah takdir Ziyue.”


“Lalu bagaimana dengan takdirku?” Ketika mengucapkan kata-kata ini, Leng Bingxin menurunkan dagunya dengan dingin, hanya kedinginan yang tersisa di sepasang matanya yang indah itu, seperti malam sepi yang diterpa oleh hembusan angin dingin.


Bei Fengchen sedikit terpaku dan sedikit terkejut, pola lotus di dahinya itu sedikit mengernyit: “Setelah masalah ini selesai, aku akan melindungimu lalu membuatmu berada di sisiku selamanya?”


Bei Fengchen mengangkat kepalanya, meraih tangan Leng Bingxin yang putih tapi begitu kurus.


“Aku tidak pernah berjanji pada siapa pun, tapi kamu adalah yang pertama, apa kamu tidak percaya padaku?”


“Janji Pangeran Xiang begitu mulia, aku tidak bisa menerimanya.”


Bei Fengchen tidak mendapatkan kegembiraan Leng Bingxin tapi malah mendapatkan sikap sinisnya, wajah Bei Fengchen yang tampan itu tampak sedikit marah, dia lalu berkata: “Apa kamu masih tidak puas?”

__ADS_1


Melihat Bei Fengchen yang marah pada dirinya untuk pertama kalinya, seolah semua sikap mengalah dan kesabaran pada hari-hari sebelumnya itu hanyalah penyamaran demi mencapai tujuannya belaka. Mungkin Leng Bingxin juga merasa lebih nyaman dengan tampilan Bei Fengchen saat ini.


Leng Bingxin berkata: “Tidak, aku sangat puas, tapi bukan itu yang kuinginkan.”


“Lalu apa yang kamu inginkan?” Bei Fengchen memicingkan mata hitamnya, cahaya gelap di dalam pupil mata hitam itu terlihat sedikit dingin.


“Aku ingin kebebasan, selama kamu sudah mendapatkan tujuanmu, maka biarkan aku pergi mendapatkan kebebasanku, mulai saat itu, kita tidak memiliki hubungan apapun lagi!”


Bei Fengchen mendengar kata-kata Leng Bingxin yang tegas, mata hitamnya membelalak terkejut, kilatan cahaya tidak percaya terungkap: “Yang kamu inginkan hanya kebebasan? Kamu bahkan tidak ingin berada di sisiku?”


“Seekor burung yang tidak bisa terbang keluar dari sangkar, bahkan jika membuatkan sangkar emas untuknya, pada akhirnya hanya akan mati karena depresi.”


“Baiklah, aku mengerti.”


Tujuh hari kemudian, Bei Fengchen dan Leng Bingxin tiba dengan selamat di Negara Kangqing.


Ketika tiba di Istana kekaisaran Negara Kangqing, meskipun Kaisar Zhaolie tidak menjemputnya secara pribadi, tapi para menteri dan pejabat dari semua sisi datang untuk menyambutnya.


Melihat negara yang familiar ini, sudut mata Leng Bingxin di balik topi bambu hitam malah menjadi sedikit hangat.

__ADS_1


Sejak tragedi yang terjadi 2 tahun lalu, dia sudah menutup dirinya sendiri, tidak ingin berkomunikasi dengan siapa pun, hidup di dunianya sendiri, tidak menanggapi apa pun yang terjadi di luar sana, tenggelam dalam kesengsaraannya sendiri sepanjang hari dan tidak bisa melepaskan diri.


__ADS_2