Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 424 Beraninya Kamu Mengolok-Olokku


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ziyue mendengus dingin, berkacak pinggang dan tiba-tiba mengambil langkah maju, parasnya yang cantik itu sudah sedikit terdistorsi, dia kemudian berkata: “Huh, apa menurutmu akhirmu di kemudian hari akan lebih baik dibanding diriku?”


Leng Bingxin dengan terus terang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum getir: “Menurutku, takdirku mungkin akan lebih tragis dibanding dirimu.”


Hello! Im an artic!


“Jika kamu tahu lalu untuk apa repot-repot bersikap munafik? Apa menurutmu aku akan berterima kasih padamu karena kamu mengatakan ini padaku?” Ziyue menatapnya dengan tatapan mata meremehkan dan tidak senang.

__ADS_1


“Tentu saja kamu tidak akan berterima kasih padaku, tapi aku tidak berharap kamu membenciku. Karena kita hanyalah bidak orang lain, bukankah lebih baik saling mengasihani satu sama lain?”


“Huh, aku tidak butuh belas kasihan darimu, bahkan jika Pangeran akan mengirimku keluar sama seperti Ziyu, Zihong dan yang lainnya, masa depanku akan tetap hidup berlimpah dan mendapatkan kemuliaan. Sedangkan dirimu? Haha, menurutmu dengan parasmu itu maka kamu akan memiliki masa depan yang indah seperti diriku? Tidak, kamu hanya bermimpi, orang yang benar-benar membutuhkan belas kasihan itu adalah dirimu dan bukan aku!”


Leng Bingxin melihat sikap Ziyue yang agresif, dirinya hanya bsia menghela nafas panjang tanpa daya, fluktuasi emosional tidak dapat terlihat pada wajah di balik kain hijau itu, tapi mata seperti mata air di musim gugur itu memancarkan sentuhan kesedihan.


Hello! Im an artic!


Melihat senyum pahit Leng Bingxin, tanpa bisa dijelaskan amarah Ziyue meledak, dia menatap Leng Bingxin dengan raut benci: “Apa yang kamu tertawakan? Apa kamu benar-benar berpikir kamu ini sangat penting bagi Pangeran? Huh, kamu hanya seorang wanita jelek saja. Sekarang di Istana ini, siapa yang tidak mendengarkanku? Beraninya kamu mengolok-olokku?”

__ADS_1


“Tentu saja, kamu akan segera menjadi orang milik Pangeran Mahkota, tentu saja semua orang akan mendengarkanmu. Mungkin, bahkan Bei Fengchen sendiri juga harus bersikap sopan ketika bertemu denganmu.”


Kata-kata lugas dan blak-blakan Leng Bingxin langsung membuat wajah cantik Ziyue terpaku untuk sesaat. Setelah itu, terdapat sedikit senyum getir di sepasang mata indah yang mempesona dan tak tertandingi itu: “Ya, aku akan segera menjadi orang milik Pangeran Mahkota, lalu memangnya kenapa? Pangeran Mahkota merupakan calon Raja di kemudian hari. Sedangkan aku mungkin akan menjadi Ratu Negara Beifeng, siapa yang berani membangkangku? Kamu? Apa kamu berani?”


“Tidak berani!” Leng Bingxin berbicara terus terang, meskipun nadanya menyanjung tapi tatapan matanya itu masih tetap tenang dan acuh seperti sebelumnya.


Niat awal Ziyue adalah untuk membuat wanita yang tampak tenang dan acuh ini berlutut dan memohon pada dirinya, dirinya tidak tahan melihat tampilan Leng Bingxin yang begitu dingin dan acuh. Jelas-jelas dia itu bukan apa-apa, tapi malah terlihat begitu tinggi dan tidak terjangkau oleh orang lain. Ya, Ziyue benci karena Pangeran selalu menjaga Leng Bingxin, bahkan di hati Pangeran, posisi dirinya tidak bisa dibandingkan dengan Leng Bingxin.


Ziyue dapat menerima kenyataan bahwa Pangeran tidak menyukainya, tapi Ziyue tidak dapat menerima bahwa Pangeran akan bersikap begitu baik pada wanita yang tidak dapat dibandingkan dengan dirinya sama sekali. Apa yang tidak bisa dibandingkan dari dirinya dengan wanita ini? Kenapa Pangeran malah menghabiskan waktu lebih lama di sisi wanita ini?

__ADS_1


Semakin memikirkannya, Ziyue semakin tidak bisa menahan amarah di dalam dadanya, Ziyue mengepalkan tangannya dengan erat di balik lengan pakaiannya, raut wajahnya penuh dengan kebencian, dia lalu berkata: “Baguslah jika kamu tidak berani, mulai sekarang meskipun kamu tinggal di Paviliun Mufang, tapi kamu sama seperti pelayan lainnya, kamu harus belajar untuk melakukan banyak hal. Karena di dalam Istana ini tidak memelihara orang yang malas! Jika datang ke tempat ini, bahkan seekor anjing sekalipun juga ada kegunaannya sendiri. Selain itu, kamu ini adalah manusia.”


__ADS_2