Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 640 Bagaimana Mungkin Aku Berani Menertawakanmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Nona ternyata sangat cantik saat tertawa, di kemudian hari Nona harus lebih banyak tertawa, jangan bersikap galak.” Ye Wushuang berkata dengan geli tapi juga tulus.


Shangguan Min’er menggembungkan pipinya karena malu dan berkata: “Kenapa? kamu menertawakanku?”


Hello! Im an artic!


“Tidak, kamu adalah Nona besar di Kastil Wuyou, bagaimana mungkin aku berani menertawakanmu? Lagipula Nona tadi bahkan ingin memohon untuk membantuku. Benar juga, Nona Min’er, bukankah kamu selalu sangat membenciku? Kali ini mengapa Nona masih ingin membantuku?”


Gadis kecil itu tidak berani menatap mata Ye Wushuang yang bertanya-tanya, dia hanya menatap ke arah lantai dengan canggung: “Menjadi manusia tidak boleh tidak tahu berterima kasih, kali ini kamu disalahkan oleh Paman She karena membantuku, aku pasti tidak akan duduk diam saja. Dan lagi aku tidak membencimu.”


“Haha, benar-benar tidak membenciku?”


Ye Wushuang bertanya sambil tersenyum, tidak berniat untuk melepaskan, membuat Shangguan Min’er terprovokasi dan berkata: “Aku benar-benar tidak membencimu, hanya saja… aku tidak terbiasa dilayani oleh orang lain.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Baiklah, apa kamu menyukai gaun yang kuberikan padamu hari ini?”


“Suka!” Shangguan Min’er menjawab tanpa berpikir, kemudian ketika melihat Ye Wushuang menatapnya sambil tersenyum, Shangguan Min’er lalu bertanya dengan malu-malu: “Mengapa kamu bisa membuat gaun yang begitu indah? Benar-benar luar biasa.”


“Bagus bukan? Gaun ini bernama gaun putri, banyak anak di kampung halamanku yang memakainya saat berulang tahun, benar-benar terlihat cantik, bisa menjadi fokus orang lain kemana pun mereka pergi.”


Min’er mendengar ucapannya seakan dirinya setengah paham: “Ternyata ini adalah gaun putri, tidak heran banyak orang yang memujiku seperti seorang Tuan Putri hari ini. Tapi apa aku sudah tidak bisa memakainya lagi di kemudian hari?” Min’er berkata dengan sedikit sedih dan menyesal.


Ye Wushuang malah bertanya dengan sabar: “Kenapa?”


“Setiap anak adalah putri dalam hati semua orang tua, bagi Tuan Penguasa Kota, Nona juga adalah seorang putri. Selain itu, seluruh Kastil Wushou ini memperlakukan Nona sebagai Tuan putri kecil, jadi Nona bisa memakainya setiap saat.”


“Benarkah?” Tanya gadis kecil itu dengan mata berbinar.


“Ya!”


Selama mereka berbicara, Bibi Hua sudah membuat dan menghidangkan makanan yang sudah dimasaknya, Min’er membuat pengecualian dan makan di hadapan semua orang. Setelah selesai makan dengan kenyang, Bibi Hua mulai sibuk membereskan, sedangkan Ye Wushuang ditinggal berdua dengan Shangguan Min’er.

__ADS_1


Keduanya mengobrol sebentar, gadis kecil itu berjalan ke sisi Ye Wushuang, lalu menatap lurus ke arah wanita yang jauh lebih tinggi darinya itu, setelah beberapa saat, dia mengarahkan jarinya ke cadar yang menutupi wajah Ye Wushuang dan berkata: “Wushuang, apa kamu bisa memberitahuku kenapa kamu harus menutupi wajahmu?”


Sebenarnya masalah ini sudah lama dipikirkan oleh Min’er. Tapi agar tidak terlalu banyak berhubungan dengan Ye Wushuang, setiap kali Min’er bersikeras menahan diri untuk tidak bertanya.


Tapi hari ini, Min’er merasa dirinya harus tahu.


Ye Wushuang tidak menyangka Min’er akan menanyakan hal ini, setelah terpaku sejenak, kemudian Ye Wushuang berjongkok dan dengan lembut memegang bahu Min’er, Ye Wushuang lalu berkata dengan tatapan mata sedikit tidak berdaya: “Apa kamu benar-benar ingin melihatnya?”


Shangguan Min’er tidak mengucapkan sepatah kata pun, tapi hanya mengangguk dalam diam.


“Baiklah, aku akan menunjukkannya padamu, tapi kamu jangan sampai ketakutan!”


Shangguan Min’er kembali mengangguk, ekspresinya bahkan terlihat jauh lebih serius dibanding sebelumnya. Mungkin Min’er juga bisa melihat keanehan Ye Wushuang, jadi dirinya bersikap serius untuk momen berikutnya.


Setelah Ye Wushuang menarik napas dalam-dalam, dia sedikit mengangkat tangannya lalu dengan perlahan melepaskan kain cadar perak itu.


Saat kain cadar itu dilepas, di saat bersamaan bekas luka mengerikan di wajahnya itu terekspos. Mata Min’er melotot lebar, ekspresinya berubah menjadi sedikit panik.

__ADS_1


__ADS_2