Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 177 Beneran Tidak Membuatku Kecewa


__ADS_3

Pada saat itu, Lu’er pun langsung melompat keluar seperti seekor kucing dan menarik tangan Qin Ruojiu dengan lembut. Dia tampak begitu senang dan berkata, “Nyonya, kamu tampak cantik sekali dengan gaun ini.”


“Benarkah?” Setelah dipuji seperit itu oleh Lu’er, Qin Ruojiu malah merasa semakin malu dan menundukkan kepalanya.


“Kalau tidak percaya kamu jalan keluar.” Selesai bicara, Lu’er pun tidak menunggu jawaban dari Qin Ruojiu lagi dan langsung menariknya berjalan keluar dari kamarnya menuju istana.


Para dayang istana dan penjaga istana yang melihat Qin Ruojiu pun langsung terpukau dan melihatnya dengan mata yang terbuka lebar.


“Nyonya kita cantik tidak?” Lu’er pun terlihat begitu bangga dan bertanya dengan yakin seolah baju itu sedang dia kenakan.


Qin Ruojiu pun merasa sedikit sungkan lalu menarik tangan Lu’er untuk menyuruhnya jangan berbicara lagi.


Para dayang dan penjaga istana yang ada di sana pun langsung menganggukkan kepalanya. Meskipun ada beberapa dari mereka yang menganggukkan kepalanya karena tidak berani membuat Ratu kerajaan merasa tersinggung, tetapi tentu saja mayoritas dari mereka itu benar-benar menganggukkan kepalanya karena merasa dia benar-benar cantik. Karena, Qin Ruojiu yang mengenakan gaun ini benar-benar terlihat begitu cantik dan mempesona.


Meskipun wajahnya tertutup cadar hitamnya, tetapi gaun yang dikenakannya itu membuat dia terlihat seperti salah satu dari sembilan dewi yang turun dari surga. Meskipun wajahnya tertutup cadar hitamnya, tetapi pandangannya matanya yang jernih dan polos itu saja sudah cukup untuk membuat orang terpesona.

__ADS_1


“Sudahlah, Lu’er, jangan buat onar lagi. Sekarang aku mau ganti bajuku kembali!”


Qin Ruojiu tidak terbiasa dilihat banyak orang seperti ini. Meskipun mereka itu semua sedang memujinya, tetapi dia merasa mereka hanya memujinya karena status yang dia miliki saat ini.


Tentu saja, dia juga tidak menyalahkan mereka dan dia juga tidak ingin membuat mereka merasa serba salah.


“Nyonya, cantik sekali, pakai sebentar lagi!”


“Aku ….”


Ketika Qin Ruojiu masih belum selesai bicara, dari sampingnya terdengar suara seseorang yang lembut di telinganya.


Qin Ruojiu pun terkejut dan langsung menoleh ke samping. Qin Ruojiu melihat dia yang tampak kesepian yang berpakaian putih. Di dalam tatapan matanya itu terlihat perasaan sedih dan tidak tenang.


Wajahnya yang tampan dan matanya yang jernih bagaikan air itu sedang melihat lurus ke arahnya.

__ADS_1


Senyuman lembut yang ada di wajah Qin Ruojiu itu pun langsung menghilang. Dia terlihat sedikit tidak percaya dan bertanya, “Kenapa kamu bisa ada di sini?”


Pria itu meletakkan kedua tangannya di belakang badannya lalu berjalan ke arahnya sambil berkata, “Aku sudah datang ke sini dari tadi. Aku dengar tadi mereka bilang kamu mau pergi ganti baju, jadi aku sekalian tunggu di sini. Aku ingin lihat kamu pakai baju barumu dan ternyata kamu benar-benar tidak membuatku kecewa, cantik sekali ….”


Kata cantik yang keluar dari mulutnya itu langsung membuat hati Qin Ruojiu merasa hangat. Kenapa dia muncul di sini lagi, Qin Ruojiu benar-benar tidak ingin melukainya, tetapi kenapa dia tidak ngerti dengan maksud baiknya?


Qin Ruojiu pun langsung membalikkan badannya dan berjalan pergi, tetapi Kang Yin yang melihat itu pun merasa bingung dan langsung mengejarnya.


Melihat itu, Lu’er pun langsung menyuruh dayang istana itu untuk pergi dan berkata, “Pergilah, baju Nyonya sudah cocok, kalian tidak usah perbaiki lagi. Ada lagi, bagusan kalian jangan sembarangan bicara di luar sana, Nyonya kita paling tidak suka dengan orang yang sembarangan bicara di luar sana.”


Lu’er sengaja menekan kalimat terakhir yang dia katakan. Setelah mendengar apa yang dikatakan Lu’er, dayang-dayang istana itu langsung membungkukkan badannya memberi hormat dan berjalan pergi.


Kang Yin pun mengejarnya sampai ke dalam paviliun. Dia langsung menghalangi jalan Qin Ruojiu dan melihat lurus ke dalam matanya dan berkata, “Memangnya, kamu begitu benci denganku?”


Qin Ruojiu pun menundukkan kepalanya dan tidak berkata apa-apa karena dia tidak tahu harus bagaimana memberitahunya. Dari awal dia tidak pernah membencinya, hanya saja mereka berdua itu tidak mungkin bisa bersama.

__ADS_1


Kang Yin adalah pria terbaik yang pernah dia jumpai. Perhatiannya, kehangatannya dan hatinya yang baik itu semua membuatnya nyaman. Kalau saja dia bukan seorang Ratu kerajaan, dia yakin dia pasti sudah tergoda dengan pria seperti ini, tetapi sayangnya … mereka berdua sepertinya sudah ditakdirkan untuk menjadi kakak ipar dan keponakan untuk selamanya.


__ADS_2