
“Tidak, itu namanya benci, kamu biarkan aku pergi, kalau aku pergi, kamu tidak akan melihat aku lagi, maka semuanya akan kembali menjadi tenang.” dia berusaha memberontak, tapi kaisar malah menekan badannya.
Kaisar berkata: “Kamu tidak akan bisa pergi, kalau aku tidak bisa mendapatkan kamu, maka aku akan menghancurkan kamu. Lain kali kalau kamu berani bilang mau pergi lagi, aku akan memotong kedua kaki kamu tanpa ragu-ragu, coba saya kalau tidak percaya!”
“……”
Qin Ruojiu terdiam, ucapan kaisar Zhaolie barusan seperti kutukan yang membuat seluruh badan dia kaku dan tidak berani bergerak sama sekali. Pria ini benar-benar gila, gilanya sampai membuat orang putus asa dan ketakutan!
Tidur Qin Ruojiu di malam ini sangat pulas dan tenang.
Dia terbangun karena mendengar suara yang berisik dari luar jendela. Saat dia membuka matanya, dia baru sadar ternyata langit sudah terang. Astaga, ini sudah jam berapa, tapi dia masih tidur. Biasanya dia memiliki kebiasaan bangun sangat pagi, tapi hari ini kenapa bisa tidur sampai jam segini?
__ADS_1
Saat dia mau bangun dari ranjangnya, dia melihat ada orang yang tidak asing yang sedang duduk di depan meja. Orang itu mengenakan jubah berwarna emas yang sangat menusuk mata ketika terpancar sinar matahari. Kepalanya mengenakan mahkota emas, walaupun sedang duduk, tapi tetap bisa dilihat betapa tingginya badan dia. Dia sedang memegang buku yang paling suka dibaca oleh Qin Ruojiu.
Qin Ruojiu kebingungan, kenapa dia masih di sini? Kemarin malam mereka berdua ribut, maka dia bersembunyi di dalam selimut sambil menangis. Terakhirnya sepertinya dia tertidur karena terlalu lelah. Maka dia juga tidak tahu selanjutnya terjadi apa saja.
Tapi di saat di abangun dia melihat kaisar masih ada di kamarnya, hatinya langsung menjadi panik. Kenapa dia tidak pergi menghadiri rapat pagi?
Seperti sudah menyadari orang yang ada di atas ranjang sudah bangun, kaisar Zhaolie memutar badannya dan menatap dia dengan dingin.
Qin Ruojiu menganggukkan kepalanya.
Kaisar merasa tampang dia yang kebingungan ini sangat lucu, dia terlihat seperti kucing kecil yang kehilangan arah.
__ADS_1
Dia berdiri dan berjalan ke arahnya dengan pelan, setiap pergerakannya itu terlihat seperti kaisar yang sangat tegas dan membuat orang sulit untuk menolak pesonanya itu.
Dia berkata: “Kamu sudah baca buku yang ada di atas meja itu?”
Qin Ruojiu menganggukkan kepalanya lagi, sesaat dia tidak bisa menemukan jawaban yang cocok.
“Tidak disangka kamu menyukai buku-buku ini? Kenapa? Kamu bukan pria, jangan-jangan kamu mau berperang di medan peperangan?” tanya kaisar dengan tidak senang.
Qin Ruojiu semakin bingung mendengar nada ejekan dari kasar itu, dia tidak menjawab pertanyaannya barusan, tapi dia bertanya: “Kaisar, kenapa kamu masih ada di istana Fengyi?” dia sekarang bukannya seharusnya berada di istana Wenxuan? Walaupun dia tidak hadir di rapat pagi, dia juga seharusnya berada di ruang kerjanya.
Bab selanjutnya Bab 137 Alasan Dia Ini Sepele Sekali
__ADS_1
Kaisar Zhaolie merapikan bajunya sendiri, setelah itu dia menjawab: “Kenapa? Aku mau tunggu kamu bangun memangnya tidak boleh?” dia bicara seperti anak kecil yang dilupakan oleh orang lain, jadi sekarang dia sedang kesal.