
Qin Ruojiu panik, tapi dia juga tidak berani bicara apa-apa. Jangan-jangan masakan dirinya sangat tidak cocok dengannya? Padahal…… kali ini dia jauh lebih berusaha dari yang sebelumnya!
Setelah beberapa saat, melihat Qin Ruojiu duduk dengan tidak tenang, kaisar Zhaolie berkata: “Tidak, bukan tidak enak, aku hanya merasa sangat aneh!”
“Aneh? Aneh apanya?” tanya Qin Ruojiu.
Kaisar Zhaolie juga tidak bisa menjawabnya. Awalnya dia tidak mau menjelaskan apa-apa, tapi karena takut Qin Ruojiu di depannya ini kecewa, maka dia berkata: “Aku merasa makanan ini sangat berbeda dengan makanan dari dapur istana. Walaupun jenisnya mirip, tapi rasanya sangat berbeda.”
“Maksudnya apa? Tidak enak?” Qin Ruojiu tidak mengerti dengan penjelasan kaisar Zhaolie, bukan hanya emosi dia yang aneh, tapi cita rasanya juga seaneh ini?
“Pokoknya aku juga tidak bisa bilang, makanan kamu ini membuat aku memikirkan sesuatu yang sangat dalam!”
“Apa?”
__ADS_1
“Kehangatan, kehangatan yang sudah lama tidak dirasakan, koki aku tidak bisa membuatnya!”
“Aku……” Qin Ruojiu terkejut melihatnya, tapi dia tidak bisa bilang apa-apa.
“Aku suka dengan rasa ini, lain kali kamu bisa sering membuatnya untuk aku tidak?”
“……”
Di malam hari, sinar bulan mulai menyinari bumi.
Qin Ruojiu berbaring di atas ranjang mendengar suara langkah kaki dari luar pintu, dia yang sepertinya sudah memiliki persiapan di dalam hatinya ini tidak panik seperti kemarin-kemarin. Dia hanya menutup matanya dan berpura-pura tidur, dia seharusnya sudah menduga kalau dia akan datang.
Kali ini dia tidak menyentuhnya, melihat Qin Ruojiu sedang berbaring diam di ranjang, dia melepas sepatunya dan ikut berbaring di atas ranjang.
__ADS_1
Tiba-tiba dia merasa punggungnya dingin, Qin Ruojiu tahu selimut dirinya sudah diangkat, merasakan orang itu berbaring di sampingnya, kedua bahu dia jadi sedikit gemetar, apakah ini takut? Atau gugup? Dia sendiri juga tidak tahu.
Agar orang itu percaya dirinya sudah tertidur pulas, Qin Ruojiu sengaja memberatkan nafasnya.
Tapi sayangnya kaisar Zhaolie ini sangat pintar, dia langsung tersenyum dan memeluk dia erat-erat.
Setelah itu dia tidak berani bergerak lagi karena takut ketahuan, bahkan nafasnya juga menjadi tenang. Benar, dia memang belum tidur, sebenarnya dia ingin tidur lebih awal, tapi ucapan Lu’Er tadi siang seperti kutukan yang selalu mengitari dia membuat hati dia gelisah dan tidak bisa tidur. Kali ini dia datang diam-diam, walaupun tidak melakukan apa-apa, tapi dia juga sudah tidak berani pura-pura lagi.
Di saat Qin Ruojiu tidak tahu harus berbuat apa, tiba-tiba kaisar Zhaolie mengeratkan pelukannya lagi, “Jangan takut, aku tahu kamu belum tidur!”
Ucapan ini membuat Qin Ruojiu gemetar, di saat dia membuka matanya, kebetulan dia bertatapan dengan mata kaisar yang hitam yang terlihat seperti lubang hitam yang bisa menghisapnya. Maka dia langsung membuang mukanya karena ketakutan. Tapi kaisar malah tertawa, “Jangan lihat yang lain, hanya boleh lihat aku.”
Nantikan bab selanjutnya Bab 141 Jangan Seperti Ini Terhadap Aku
__ADS_1
“Aku……” Qin Ruojiu mau tidak mau melihat dia. Kenapa dia bisa tahu dirinya belum tidur, jangan-jangan dia menunjukkan sesuatu yang bisa membuat dia tahu kalau dirinya pura-pura tidur? Lain kali dia tidak bisa pura-pura tidur lagi, dia harus sudah tidur sebelum kaisar datang.