
Setelah mendengar permohonan dari Qin Ruojiu, amarah Kaisar Zhaolie yang tadinya sudah reda itu malah terpancing kembali. Dia mengepalkan tangannya lalu menoleh dan melihat ke arahnya dengan tatapan marah. Meskipun dia tidak bisa melihat jelas ekspresi wajah Qin Ruojiu yang tertutup cadar hitam itu, tetapi dari tatapan matanya dan alisnya saja sudah bisa terlihat jelas kalau dia sedang takut dan khawatir.
Kaisar Zhaolie langsung menggenggam tangannya dengan erat lalu mengerutkan alisnya dan bertanya dengan nada dingin, “Kenapa, kenapa kamu begitu membelanya?”
Tatapan matanya yang penuh dengan rasa cemburu dan marah itu pun terlihat kembali. Otaknya sudah didominasi dengan amarahnya. Kaisar Zhaolie melihatnya dengan tatapan sinis lalu tersenyum dingin. Melihat ekspresi Kasiar Zhaolie yang begitu mengerikan, air mata Qin Ruojiu pun berhenti mengalir dan dia terus menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak … bukan seperti itu ….”
“Ruojiu, tidak usah memohon padanya. Hatinya itu lebih keras dari besi, tidak usah memohon padanya!”
Kang Yin berusaha untuk beranjak berdiri dari lantai. Di wajahnya yang tampan itu terlihat ekspresi kesedihan dan pupil matanya yang hitam itu penuh dengan kebimbangan, “Ruojiu, ini semua salahku!”
__ADS_1
“Tidak … tidak … kalian jangan seperti ini. Kaisar, jangan pukul dia lagi. Aku mohon padamu, aku mohon.” Setelah mendengar suaranya yang memohon dan air matanya yang terus mengalir keluar dari matanya itu, hati Kaisar Zhaolie pun tergerak. Kalau saja saat seperti ini terjadi di hari-hari biasa, dia pasti akan langsung menariknya ke dalam pelukannya dan menciumnya dengan erat. Tetapi saat ini, dia malah memohon seperti ini padanya demi pria lain. Selain rasa sakit seperti kaca yang terpecah berkeping-keping, dia tidak dapat merasakan perasaan lain lagi.
“Ruojiu, berdiri. Sampai mati pun, aku nggak bakalan memohon sama pria ini. Kamu jangan menangis lagi. Ini adalah masalah antara kita sesama pria. Bisa melihatmu menangis seperti ini buat diriku sudah membuatku merasa puas dan cukup.”
Kalimat yang baru diucapkan Kang Yin seperti sebuah pisau tajam yang langsung menusuk ke dalam hatinya. Kaisar Zhaolie langsung marah dan mendorong Qin Ruojiu sambil berteriak, “Keluar ….”. Tubuh Qin Ruojiu yang mungil itu pun langsung tercampak ke jarak yang sangat jauh dan dahinya pun membentur kaca yang ada di sampingnya itu, “Peng.” Terdengar suara kaca yang pecah dan kemudian darah pun terus mengalir keluar dari dahinya.
Qin Ruojiu bisa merasakan rasa sakit yang ada di dahinya itu. Lalu dia mengangkat tangannya dan memegang dahinya. Dia merasa pusing dan terjatuh ke atas lantai. Tetapi ketika melihat dua kakak beradik yang saling bertarung itu, Qin Ruojiu pun langsung kembali tersadar dan menggelengkan kepalanya. Dia pun berusaha untuk berdiri dan langsung menerobos ke arah mereka.
Kemudian, Kang Yin langsung berteriak, “Kamu ini orang gila.” Setelah itu, tenaga yang ada di tubuh Kang Yin pun tampak penuh kembali dan langsung menerobos ke arah Kaisar Zhaolie.
__ADS_1
Hari ini, salah satu dari mereka harus mati. Kalau dia tidak bisa mendapatkan Qin Ruojiu, hidupnya juga tidak ada artinya lagi. Bukannya lebih baik dia mengorbankan dirinya untuk Qin Ruojiu. Dengan begitu dia tidak menyisakan penyesalan apapun setelah dia meninggal.
Sebenarnya Kaisar Zhaolie awalnya cuman mau menyingkirkannya saja, tetapi dia tidak menyangka ternyata tenaganya begitu kuat sampai membuat Qin Ruojiu terluka begitu parah. Hatinya pun remuk ketika melihat Qin Ruojiu terluka, tetapi ketika melihat adik kesembilannya yang sudah menerobos ke arahnya dengan brutal, dia pun tidak bisa berpikir terlalu banyak lagi dan langsung menghajar adiknya.
Hubungan saudara di antara mereka berdua itu sudah tidak ada. Hari ini, kalau bukan kamu yang mati, berarti aku yang akan mati.
Kemudian terdengar suara meja yang dilempar, “Ping pang ….”. Qin Ruojiu melihat mereka berdua sudah saling memukul dan tatapan antara mereka berdua itu sudah dipenuhi dengan rasa benci dan amarah. Mereka berdua sudah bersiap siaga untuk saling membunuh. Melihat hal itu, Qin Ruojiu tidak mampu menahan dirinya lagi dan langsung berteriak, “Jangan … berhenti, cepat berhenti ….”
Mereka berdua sama sekali tidak menghiraukan jeritan Qin Ruojiu. Saat ini, yang bisa bertahan hidup adalah pemenangnya. Tidak ada orang yang mau ngaku kalah, karena daripada ngaku kalah, lebih baik orang itu mati.
__ADS_1
Qin Ruojiu sadar teriakan sudah tidak mampu menghentikan mereka berdua. Lalu dia pun menarik nafas dalam-dalam lalu merangkak membuka kotak riasan yang ada di bawah prismanya dan langsung mengeluarkan gunting tajam yang ada di dalam sana.