Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 469 Kamu Adalah Jiu’er, Benar Bukan?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kaisar Zhaolie awalnya terpaku, tangan yang memegang bahu Leng Bingxin itu tiba-tiba menegang, ada tatapan tidak percaya yang sekilas terlintas di mata yang dingin itu.


Wajah di hadapannya itu begitu utuh, begitu putih dan tanpa cela, apa wanita ini adalah Ratu yang wajahnya telah dirusak dengan kejam olehnya? Jika bukan tapi mengapa mereka memiliki tampilan dan suara yang begitu mirip? Mengapa dia kehilangan pesonanya yang tenang dan anggun?


Hello! Im an artic!


Ketika berpikir, Kaisar Zhaolie yang sudah akan melepaskan Leng Bingxin tiba-tiba mengangkat kepalanya, mata hitam pekat itu seakan melihat sesuatu di dalam diri Leng Bingxin.


Kaisar Zhaolie dengan gilanya berteriak: “Jiu’er, kamu adalah Jiu’er, benar bukan? Aura di tubuhmu itu tidak akan pernah kulupakan seumur hidupku, aku mengingatnya, kamu adalah Jiu’er, kamu tidak hanya memiliki tampilan yang sama, bahkan suara juga sama. Bahkan jika itu kebetulan, tapi aura dan aroma yang terpancar darimu itu tidak bisa menipuku. Jiu’er, kembalilah, jangan tinggalkan aku lagi, kumohon padamu!”

__ADS_1


Seluruh orang yang ada di aula itu tercengan dikarenakan rentetan kalimat itu.


Kaisar Zhaolie dari Negara Kangqing ternyata bisa mengucapkan kata-kata seperti itu pada seorang gadis penari seperti ini. Dan lagi Kaisar Zhaolie yang tampak acuh dan kejam itu ternyata bisa mengungkapkan kata-kata yang begitu dalam dan menyentuh, benar-benar membuat semua orang yang ada di aula itu sangat terkejut.


Hello! Im an artic!


Putri Liqing menatap dengan dingin ke arah Leng Bingxin, meskipun dirinya sudah menikah dan memasuki Negara Kangqing, tapi perlahan-lahan dirinya menyadari bahwa orang yang sangat dicintai di dalam hati Kaisar bukanlah dirinya, tapi Qin Ruojiu yang merupakan mantan Ratu Negara Kangqing. Awalnya Liqing ingin mencoba berusaha membuat Kaisar lupa, tapi wanita itu sudah masuk ke kedalaman tulang Kaisar, setiap kali dirinya melihat Kaisar menatap Istana Fengyi dengan raut begitu kesakitan, hatinya seakan ditusuk pisau. Bukankah paras wanita itu sudah rusak dan mati dengan cara melompat dari tebing? Kenapa bisa muncul lagi di sini? Apa Kaisar salah mengenali orang? Atau benar-benar ada dua orang yang begitu mirip di dunia ini?


Setelah itu, Leng Bingxin dengan dingin mengangkat matanya, berbicara dengan nada yang lugas dan juga dingin, dia berkata: “Aku adalah penari di bawah Pangeran Xiang dari Negara Beifeng, aku bukanlah Jiu’er yang disebut oleh Kaisar, aku berterima kasih atas cinta Kaisar.”


Ketika selesai berbicara, Leng Bingxin langsung berjalan ke belakang Bei Fengchen, tidak lagi melihat pupil mata hitam yang terlihat menyakitkan yang sedang berjuang dan meronta.

__ADS_1


Mata Bei Fengchen yang sedari tadi sama sekali tidak berpaling itu membutuhkan waktu yang cukup lama untuk bisa pulih, dia menatap wajah Leng Bingxin yang dingin dengan raut sedikit kesakitan, dia kemudian berkata perlahan: “Kaisar, Kaisar salah mengenalinya, dia diselamatkan dari sekelompok pengemis 10 tahun yang lalu dan akhirnya menjadi gadis yang begitu cantik dan menawan di bawah ajaranku selama ini.”


Liqing yang duduk di kursinya sedikit mengerutkan keningnya, dirinya sangat bingung, bukan rahasia umum bahwa Pamannya menampung wanita cantik di kediamannya.


Tapi Liqing malah tidak tahu ada gadis yang begitu mempesona di kediaman Pamannya. 10 tahun, waktu yang begitu lama, bagaimana mungkin dirinya tidak tahu apa-apa sama sekali? Entah Paman sedang berbohong untuk membantu wanita ini, atau Paman memiliki motif lain dengan merawat wanita yang cantik seperti ini.


Mendengar apa yang dikatakan Bei Fengchen, tatapan mata Kaisar Zhaolie yang membara seperti api itu akhirnya ditarik kembali dengan dingin dari sosok Leng Bingxin, tidak berbicara dan hanya menatapnya dengan lekat, setelah sekian lama akhirnya menghela nafas pelan dan dalam, tatapannya terpaku pada wajah Leng Bingxin yang putih dan tanpa cela, ada cahaya rumit yang terlintas di mata yang dalam dan dingin itu.


Setelah semuanya berlalu, Kaisar Zhaolie kembali ke posisinya yang tinggi.


Sebelum pergi, sepasang mata hitam tajamnya menatap Bei Fengchen untuk waktu yang cukup lama.

__ADS_1


Bei Fengchen yang selalu tampak lemah di hadapan orang lain, kali ini membuat terobosan dengan menatap mata hitam yang tak bisa ditebak dan juga sangat mendominasi itu.


__ADS_2