Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 679 Sebenarnya Bagaimana Perasaan Tuan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


She Jingtian dalam sedang hanyut dalam pemikirannya lalu menjawab tanpa ragu-ragu: “Sepadan.”


“Mengapa?”


Hello! Im an artic!


Setidaknya saat dirinya melihat Ye Wushuang berada dalam bahaya, detak jantungnya benar-benar sangat cepat, dirinya merasa sangat khawatir dan takut. Sedangkan baginya Hong Luan berakhir seperti ini juga dikarenakan perbuatannya sendiri. Tapi She Jingtian tidak bisa memberitahu ucapan in pada Paman Long.


“Hong Luan sudah bertindak melampaui tugasnya dan mengganggu kehidupan pribadiku. Orang seperti itu tidak seharusnya dipertahankan dan tidak boleh dipertahankan.”


“Tuan bisa memberinya hukuman yang setimpal, tapi bukankah terlalu berat jika dia diusir dari Kastil Wuyou?”


“Dia secara pribadi mengirim para pembunuh untuk membunuh Wushuang, itu sudah melanggar tabu Kastil Wuyou. Paman juga tahu bahwa Kota Wuyou bisa seperti ini hari ini, sepenuhnya karena perjuangan Kakak selama masa hidupnya, kemakmuran selanjutnya juga karena kita hidup dengan damai dan harmoni, itu adalah hal yang paling penting, dan kita juga tidak pernah mengabaikan nyawa orang lain. Kota Wuyou ini juga disebut sebagai Kota Bahagia, jika suatu hari nanti semua orang bersikap seperti Hong Luan yang secara diam-diam mengirim pembunuh ketika tidak menyukai seseorang, maka jika demikian bukankah Kota Wuyou akan berubah menjadi neraka dunia? Di kemudian hari, siapa yang berani datang kemari? Bagaimana aku bisa melindungi keamanan para rakyat di kota?”

__ADS_1


Hello! Im an artic!


“Hong Luan telah mengikutimu selama 6 tahun, pada waktu itu dia masih anak-anak, banyak ilmu pedangnya pun diajarkan olehmu…”


“Paman Long, aku tahu kamu mengira ini tidak sepadan, tapi terkadang cinta seorang wanita hanya akan mencelakai Kastil Wuyou, sebagai penguasa kota terkadang aku juga memiliki banyak ketidakberdayaan. Belakangan ini ada banyak orang di Kastil yang menggunakan namaku dan bersikap sombong dan mendominasi di luar sana, aku berpikir mereka tidak melakukan kesalahan berat, jadi aku hanya ingin menggunakan kasus Hong Luan ini untuk memperingati yang lainnya.”


“Ternyata Tuan Penguasa Kota berpikir dengan begitu menyeluruh, sepertinya aku sudah salah paham, kumohon Tuan Penguasa Kota memberi hukuman atas tindakanku.”


She Jingtian menarik napas dalam-dalam, menghela nafas dengan ekspresi serius dan berkata: “Paman Long, ucapan apa yang kamu katakan, hari ini aku bisa seperti ini juga dikarenakan perjuanganmu, Paman juga sudah bekerja keras, aku tidak akan menyalahkanmu.”


Melihat kerendahan hati dan rasa hormat Paman Long, She Jingtian tahu bahwa apa yang akan Paman Long katakan selanjutnya sangat penting, jadi tanpa sadar She Jingtian berkata dengan raut wajah serius: “Silakan Paman katakan.”


“Sebenarnya bagaimana perasaan Tuan terhadap Nona Wushuang?”


Paman Long berkata sambil mengamati ekspresi She Jingtian, mencoba menggunakan tatapannya untuk melihat petunjuk.

__ADS_1


Tapi She Jingtian malah dengan sengaja berbalik, tidak ingin Paman Long melihat apapun, dia berkata dengan nada lembut dan asing: “Paman Long, Nona Wushuang itu pintar dan berhati luhur, dia sudah mendapatkan kepercayaan Min’er, jika Min’er ditemani olehnya maka aku bisa merasa tenang. Aku sangat mengagumi dan juga menghargainya.”


“Hanya itu saja?” Paman Long bertanya dengan curiga.


She Jingtian lalu membalas dengan tegas: “Hanya seperti itu saja!”


“Bunga Gardenia bemekaran, begitu indahnya, melambaikan tangan mengucapkan selamat tinggal pada ketidakberdayaan, waktu berlalu begitu cepat seperti air yang mengalir dengan deras, siang dan malam juga mengairi masa muda kita–


Bunga Gardenia bermekaran dan bermekaran, bunga gardenia bermekaran dan bermekaran, seperti ombak jernih yang bermekaran di dalam hatiku, bunga gardenia bermekaran dan bermekaran, bunga gardenia bermekaran dan bermekaran, merupakan cinta di masa muda yang begitu murni… ”


Di dalam Paviliun Zhaixing, terdengar suara nyanyian Ye Wushuang yang merdu dan memabukkan, mendengarkan dari kejauhan, sudah seperti daun dengan sedikit titik embun di pagi hari, membuat orang lain merasa sangat nyaman dan rileks.


Setiap kali pada jam ini, Ye Wushuang akan memilih beberapa lagu anak kecil yang manis untuk membujuk Shangguan Min’er tidur siang, perlahan-lahan gadis kecil ini terbiasa ditemani dengan nyanyiannya sebelum tidur.


Setelah selesai menyanyikan lagu “Bunga Gardenia Bermekaran”, Shangguan Min’er yang berbaring di atas ranjang sudah memasuki tidur siangnya dengan lelap, Ye Wushuang dengan lembut dan penuh perhatian menyelimutinya, membelai wajah cantik yang sudah terlelap itu, Min’er pada saat ini benar-benar sangat cantik, begitu cantik sudah seperti seorang putri tidur yang sedang menunggu sang pangeran untuk menciumnya agar dapat terbangun.

__ADS_1


__ADS_2