
Qin Ruojiu bertanya, “Kenapa kamu tidak bahagia?”
Kang Yin pun menjawab, “Terlahir sebagai pangeran itu tidak bahagia. Sejak kecil kita harus belajar untuk selalu berkata dan bertindak dengan hati-hati. Hubungan antara saudara itu juga bukan hubungan yang dekat, malah kakak beradik saling berbohong dan berkhianat. Jadi kalau hidup di dalam istana, seperti hidup dalam pertempuran yang tiada akhir.”
Qin Ruojiu yang mendengar itu pun hanya bisa terdiam
Kang Yin pun bertanya baik, “Kalau kamu? Kenapa tidak bahagia?”
Qin Ruojiu pun menjawab, “Karena terlahir dalam suku penyihir,sejak kecil aku memang sudah ditakdirkanmenjadi Permaisuri. Semua orang selalu merasa iri padaku. Walaupun tidak ada orang yang berani melakukan apa-apa padaku, tetapi mereka selalu melihatku dengan pandangan yang kejam, hina dan intimidasi. Pandangan mereka membuatku merasa ketakutan.”
Setelah Kang Yin pergi, Qin Ruojiu pun masih terus memikirkan tentang pembicaraan mereka tadi. Dia memang harus mengakui kalau Kang itu benar-benar berbeda dengan Kaisar Zhaolie.
Kang Yin adalah pangeran kerajaan yang baik hati dan penuh perasaan, ia yang sangat pengertian dan mengharapkan kedamaian dan kesejahteraan di dunia ini, ia benci dengan pertempuran dalam istana yang mengorbankan nyawa ribuan orang itu. Tetapi sayangnya dia terlahir di tempat yang salah. Tidak seharusnya ia lahir di sini. Dia membenci semua itu tetapi dia tidak bisa lari dan harus tinggal selamanya di dalam istana.
Oleh karena itu, dia selalu merasa tidak bahagia. Satu-satunya hal yang dapat membuatnya merasa bahagia adalah bermain seruling. Kesedihan, ketidak berdayaan dan ketakutan yang dia rasakan itu, memang sepertinya hanya dimengerti oleh Qin Ruojiu.
__ADS_1
Tiba-tiba tubuh Qin Ruojiu terasa tidak nyaman lagi, ada perasaan yang janggal yang membuatnya ingin muntah.
Ketika dia berpikir untuk beranjak berdiri dan keluar untuk jalan-jalan. Tiba-tiba Lu’Er datang dan menghalangi jalannya.
“Permaisuri, kamu mau pergi ke mana? Selir Mulia datang untuk menjengukmu, kamu jangan …”
“Apa? Selir Mulia datang?”
Lu’Er menganggukkan kepalanya, “Iya, dia bilang karena badan kamu tidak sehat jadi dia datang menjengukmu!”
Ketika Zhao Yuanran datang, Qin Ruojiu merasa sedikit terkejut. Dia tahu, Zhao Yuanran adalah wanita yang tidak suka dengan kemewahan, biasanya dia hanya menggenakan pakaian dan dandanan yang sederhana dalam kehidupan sehari-harinya. Tetapi hari ini dia malah menggunakan dandanan yang tebal dengan alis yang tebal dan warna bibir yang merah menyala. Alasan kenapa dia berdandan seperti ini hari ini, pasti karena dia ingin menutupi kesedihan yang dia rasakan belakangan ini.
Dia mengenakan baju dalaman berwarna merah muda ditambah dengan jubah satin berwarna merah gelap. Dia juga mengenakan anting kupu-kupu yang bergantung indah di telinganya. Dia terlihat anggun dengan semua itu dan setiap gerakannya membuat orang yang melihatnya terpukau.
Tetapi sayang ada sesuatu yang kurang, dia terlalu kurus. Dibanding dengan terakhir kali Qin Ruojiu melihatnya, sepertinya hari ini dia terlihat lebih kurus dan lemas.
__ADS_1
Sepertinya kematian anaknya itu, memberinya sebuah tekanan yang sangat dalam. Makanya dia menjadi begitu kurus dan lemas.
“Kakak, gimana kabarmu?” Suara Zhao Yuanran terdengar begitu lembut dan kecil. Suaranya terdengar seperti angin yang sedang bertiup dengan lembut.
Qin Ruojiu memerintah kan Lu’Er untuk membuatkan teh dan menyuruh pelayan lainnya untuk mengambilkan kursi untuk Zhao Yuanran. Setelah itu dia baru menundukkan kepalanya dengan perlahan dan menjawab, “Aku sudah lebih baik.”
Zhao Yuanran terlihat merasa bersalah dan menundukkan kepalanya. Kemudian dia melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan sedih dan berkata, “Dengar-dengar kamu sudah sakit setengah bulan lebih. Maafkan aku yang tidak datang menjengukmu. Belakangan ini aku ….”
“Aku tahu, kamu tidak perlu menyalahkan dirimu. Sebenarnya aku yang seharusnya pergi menjengukmu. Hanya saja aku takut Kaisar ….” Setelah berbicara sampai sini Qin Ruojiu pun tersenyum pahit. Benar, dia adalah orang pertama yang dituduh sebagai biang dari semua masalah ini, bagaimana dia bisa pergi menjenguknya?
Ketika Zhao Yuanran melihat Qin Ruojiu yang tampak sedikit sedih, Zhao Yuanran langsung beranjak berdiri dan berjalan ke sampingnya. Tangannya yang dingin itu pun menggenggam tangan Qin Ruojiu dan berkata, “Kakak, kamu jangan sedih ya? Semua ini bukan salahmu, ini salah Selir Lan.” Ketika berbicara sampai di sini, mata Zhao Yuanran pun mulai berlinang air mata dan membuat orang yang melihatnya merasa kasihan.
Qin Ruojiu pun menggenggam tangannya kembali lalu berkata, “Meskipun bukan aku yang melakukan ini, tetapi tetap saja aku sudah mencelakaimu. Kalau saja waktu itu kamu tidak datang menjengukku, dayangmu juga tidak akan membocorkan masalah tentang kehamilanmu, Selir Lan juga tidak akan mendengar kabar ini dan mencelakai anakmu.” Meskipun semua masalah ini tidak ada hubungannya dengan Qin Ruojiu, tetapi ketika dia berpikir tentang akar dari semua masalah ini, dia merasa semua ini ada hubungan dengannya.
Zhao Yuanran pun terus menggelengkan kepalanya dan berkata, “Ini semua salah Selir Lan. Dia sudah mendapatkan hukuman yang setimpal. Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan kakak. Kita masih bisa menjadi kakak beradik yang akrab.”
__ADS_1