Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 649 Aku Tidak Setuju Untuk Menikah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Melihat ucapan She Jingtian yang cukup bersemangat, Shangguan Min’er langsung tersipu dan berkata, “Lalu Paman sudah menyetujuinya?”


“Tentu saja tidak, mana semudah itu untuknya.”


Hello! Im an artic!


“Hmph. Ini masih lumayan.”


Si Kecil baru saja menghela napas lega. Tanpa diduga, She Jingtian sudah berkata lagi, “Aku tidak janji padanya. Kalau delapan tahun lagi dia berniat menikahimu, dia menjadikanmu ratu di Negara Lisang dan menikah dengan disaksikan seluruh dunia. Karena putri kecil She Jingtian, tidak boleh sampai dirugikan dan harus hidup nyaman selamanya.”


Ye Wushuang terkejut setelah melihat mata She Jingtian yang tegas dan nada bicara yang mantap. Tapi mata si kecil malah memerah.


“Kenapa, Min’er?”


Hello! Im an artic!


Shangguan Min’er menutup matanya dan berkata sambil terisak, “Aku tidak setuju untuk menikah, aku tidak mau.”

__ADS_1


“Anak bodoh, ini masih kejadian bertahun-tahun lagi. Tidak usah buru-buru. Selain itu, mana ada anak gadis yang tidak mau menikah?”


“Kalau harus menikah, aku ingin menikah dengan Paman She.” Min’er menangis dan berteriak dengan keras.


Tanpa diduga, reaksi pertama She Jingtian ketika mendengar ini adalah menoleh dan menatap ke arah Ye Wushuang, yang juga matanya terbelalak lebar. Keduanya saling memandang dan entah kenapa merasa canggung.


Saat ini, jarang-jarang She Jingtian memasang wajah cemberut pada Shangguan Min’er dan berkata, “Jangan sembarangan.”


Si kecil menyeka air matanya dan berkata dengan sedih, “Aku tidak sembarangan. Bukankah kamu sudah janji padaku akan menikahkanku dengan orang yang aku sukai? Yang aku sukai itu Paman She, bukan pangeran kecil itu.”


“Tunggu kamu tumbuh dewasa dulu baru dibahas.” She Jingtian menjawab dengan dingin.


“Sudah. Nona Wushuang, Min’er sudah kelelahan sepanjang hari. Tolong bawa dia pergi istirahat.”


“Em, baik…”


She Jingtian melepaskan Shangguan Min’er dari pelukannya, beranjak pergi dengan wajah tegas tanpa berkata-kata.


“Paman She, jangan pergi. Kamu jangan marah, Min’er tidak salah…”

__ADS_1


Shangguan Min’er paling takut kalau She Jingtian marah. Dia mengulurkan tangan kecilnya untuk menangkap sesuatu, tapi pria itu pergi dengan tergesa dan tidak memberikan kesempatan.


Min’er berusaha mengejarnya, tapi tanpa sengaja jatuh ke lantai karena masalah di kakinya. Rasa sakit itu tidak membuatnya menyerah. Detik berikutnya, dia hampir merangkak untuk menyusul.


Ye Wushuang yang melihat ini, hatinya sangat sedih. Dia buru-buru menggendongnya dan meletakkannya di sofa sambil menghiburnya, “Nona Min’er, Penguasa Kota sudah pergi. Jangan keluar lagi, hari sudah gelap. Bagaimana kalau besok saja kita pergi mencarinya?”


“Huhu, Paman She membenciku. Dia tidak menginginkanku lagi… huhu…”


Begitu Shangguan Min’er rewel, butuh waktu setengah jam untuk menenangkannya. Tak peduli bagaimana Ye Wushuang mencoba membujuknya, sama sekali tidak berguna. Akhirnya, Min’er pun menatap kosong dan terdiam setelah kelelahan menangis.


Seperti inilah, tubuhnya yang kurus dan kecil menyusut dengan tak berdaya. Matanya polos seperti rusa kecil yang kesepian dan tak berdaya.


Ye Wushuang tampak sangat sedih, membungkuk dan memeluknya lembut, “Nona Min’er jangan sedih. Besok Penguasa Kota pasti akan kemari. Istirahatlah lebih awal.”


Si kecil memalingkan wajahnya dengan keras kepala, menutupi hidungnya dan berkata dengan suara serak, “Kak Wushuang, aku tidak bisa tidur.”


Ye Wushuang tahu anak ini sedang banyak pikiran, pasti tidak akan bisa tidur untuk beberapa waktu. Jadi dia menemukan cara untuk mengalihkan perhatiannya. Dengan kekeraskepalaan Min’er, takutnya dia akan tidak bisa tidur sepanjang malam.


Pada saat itu, dia menepuk bahu Min’er dengan lembut dan bertanya dengan mata yang menatap ke kejauhan dengan penuh kerinduan. Pikirannya melayang jauh, “Mau tidak Kak Wushuang ceritakan sebuah kisah untukmu?”

__ADS_1


__ADS_2