Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 938


__ADS_3

Ye Wushuang menggelengkan kepalanya dan berkata pelan: “Tidak…”


Hello! Im an artic!


“Kenapa? Apa terlalu lelah? Apa ingin beristirahat lagi?”


“Sudahlah, bantu aku untuk bangun!”


Hello! Im an artic!


“Nona Ye, apa kamu tahu? Pangeran dan aku sudah menunggu saat ini sekian lama. Sekarang Nona juga sudah menjadi Selir.”


“Benarkah?” Ye Wushuang menjawab dengan suara berat.


“Ya, menurut Nona gelar apa yang akan diberikan oleh Kaisar padamu? Biasanya dimulai dengan Jieyu (gelar selir), lalu Nona…”


Sebelum Yangui selesai berbicara, Ye Wushuang sudah menyela: “Yangui, apa kamu bisa membantuku mengambilkan air? Aku ingin mandi.”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Ahh?”


Yangui tidak menyangka kalimat dengan niat baiknya, kenapa Ye Wushuang malah menanggapi dengan dingin?


“Aku mau mandi.” Ye Wushuang menjawab dengan datar, raut wajahnya sangat jelek.


“Baiklah, kalau begitu Nona Ye istirahatlah lebih dulu, aku akan mengambilkan air mandi untukmu sebentar lagi.”


Setelah selesai berbicara, Yangui pergi dengan sedikit tidak paham. Ketika berada di ujung pintu, Yangui menoleh dan melirik sekilas ke arah Ye Wushuang dengan bingung.


Yangui tidak mengerti kenapa Ye Wushuang begitu tidak bahagia setelah menerima cinta dari Kaisar? Bukankah tujuannya memasuki Istana adalah untuk menjadi orang Kaisar, kemudian baru berurusan dengan Selir Mulia Zhao?


Meskipun Ye Wushuang jelas sudah diangkat menjadi Selir, tapi dia tidak memiliki Istana sendiri. Kaisar memintanya untuk tinggal di Paviliun Xuanyi untuk sementara waktu. Jika dilihat oleh orang luar memang tampak sedikit menyedihkan, tapi Kaisar Qi memiliki perhitungannya sendiri.


Karena Paviliun Xuanyi adalah tempat terdekat dari Paviliun Panlong, Ji Xingyun ingin lebih mudah pergi melihat Ye Wushuang di waktu luang ketika sibuk mengurus urusan resmi.


Di dalam aula, suasananya sedikit bising.


Beberapa pelayan istana merasa bahagia mendengar gelar baru majikan mereka.

__ADS_1


Karena majikan yang mereka layani akhirnya memiliki gelar yang sah, dengan begitu ketika berada di hadapan beberapa Kasim dan pelayan Istana lain, mereka tidak perlu merasa malu hingga tidak bisa mengangkat kepala. Selain itu, majikan ini juga merupakan kesayangan baru Kaisar, begitu datang sudah langsung diberi gelar, jadi sudah pasti akan memiliki momentum besar suatu hari nanti.


Mungkin semua orang di Paviliun Xuanyi merasa senang dikarenakan hal ini, tapi hanya Ye Wushuang satu-satunya yang…


Sedari pagi, termasuk setelah dirinya mendengarkan dekrit penobatan, Ye Wushuang sudah tidak bersemangat. Raut wajahnya terlihat pucat, tatapan matanya kosong, seakan pemikiran dan kesedihan yang tak ada habisnya sedang menyelimutinya. Setelah mengantar pergi kepala pengurus urusan internal, Ye Wushuang hanya menatap bunga di luar jendela tanpa mengucapkan sepatah kata pun.


Yangui datang dari luar sambil membawa permen pernikahan, membagikannya pada seluruh pelayan Istana dan juga para Kasim yang memberi selamat. Yangui meletakkan kotak kosong di tangannya, dia lalu melihat sosok Ye Wushuang yang tampak suram, tatapan matanya juga terpaku. Seketika itu juga Yangui merasa sedikit khawatir dan berkata: “Nona Ye… salah, Selir ye, kamu kenapa?”


Ye Wushuang jelas masih tidak bereaksi terhadap panggilan Yangui, ekspresi Ye Wushuang tampak terkejut, setelah beberapa saat Ye Wushuang baru menggelengkan kepalanya dengan getir dan berkata: “Tidak apa-apa.”


“Sejak bangun di pagi hari hingga sekarang, kamu tampak tidak bersemangat. Apa kamu memiliki masalah?”


“Tidak.” Ye Wushuang tersenyum enggan, tapi pada akhirnya Ye Wushuang tidak bisa mempertahankan senyumnya karena itu terlalu dipaksakan.


Yangui bertanya: “Hari ini adalah hari baik karena kamu sudah dinobatkan sebagai Selir, semua orang di kediaman ini merasa bahagia untukmu. Tapi aku merasa kamulah orang yang paling tidak bahagia.”


“Yangui, jangan bertanya lagi, aku hanya ingin menenangkan diri.”


“Tapi……”

__ADS_1


Kata-kata Yangui belum selesai diucapkan, tiba-tiba suara seorang wanita terdengar dari luar gerbang: “Hei, Adik Ye, selamat…”


__ADS_2