Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 472 Ketakutan Tanpa Sebab


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Aku Leng Bingxin!” Leng Bingxin mengertakkan gigi dan menjawab kata demi kata. Ada kedinginan yang terlintas ketika tatapan itu dilayangkan ke arah Bei Fengchen.


“Untuk apa menipu dirimu sendiri dan orang lain?” Bei Fengchen pertama kalinya melihat tampilan Leng Bingxin yang tidak biasa, hati Bei Fengchen merasa sedikit sedih tapi juga mengkhawatirkan Leng Bingxin.


Hello! Im an artic!


“Atas dasar apa kamu berpikir bahwa aku adalah wanita yang disebutnya itu.” Tatapan mata Leng Bingxin yang jernih itu dilesatkan padanya, penuh dengan kekesalan.


Bei Fengchen menggelengkan kepalanya dan tersenyum pahit, jika bisa maka dia juga tidak berharap Leng Bingxin adalah wanita yang disebut oleh Kaisar Zhaolie itu.


Sayangnya kenyataan memang begitu kejam, Bei Fengchen sangat ingin berbohong pada dirinya sendiri, tapi dia tahu bahwa kenyataan adalah kenyataan, mereka bisa menyembunyikannya dari langit, bisa menyembunyikannya dari tanah, tapi tidak dapat menyembunyikannya dari hati sendiri.

__ADS_1


“Saat aku melihat auramu yang tidak biasa, bahkan meski parasmu itu rusak, aku juga tahu bahwa kamu bukanlah wanita biasa. Saat pertama kali melihatmu, tanganmu begitu halus dan putih, itu pertanda bahwa kamu berasal dari keluarga kaya. Kemudian sikapmu dan juga caramu dalam menangani berbagai hal membuatku merasa bahwa kamu bukanlah wanita biasa, kamu begitu tenang dan rasional, tidak peduli pada ketenaran dan kekayaan, memiliki aura yang begitu mulia, kamu pandai dalam bidang seni, semua ini menunjukkan bahwa kamu memiliki latar belakang keluarga yang sangat baik. Bahkan meski tatapan matamu itu begitu dingin, tapi aura tidak biasa dari tubuhmu itu tidak dapat dihapus. Lalu setelahnya ketika Kaisar Negara Beifeng yang sebelumnya adalah Pangeran Mahkota itu melihatmu, aku tahu bahwa orang yang dia temui itu jika bukan seorang bangsawan maka adalah orang dari pihak kerajaan, dan lagi dia akan mengingat dengan jelas, maka dari itu kamu pasti adalah putri seseorang yang berada di atas level perdana menteri. Tapi aku tidak menyangka bahwa kamu adalah Ratu Negara… ”


Hello! Im an artic!


Berbicara sampai di sini, ada kesakitan yang terlintas di mata Bei Fengchen.


Leng Bingxin menggelengkan kepalanya dengan panik dan berkata: “Tidak … ini semua tidak cukup untuk membuktikan segalanya!”


“Ya, aku juga berpikir ini tidak cukup untuk menjelaskan, tapi ketika aku mengingat kembali wajahmu yang hancur ketika aku bertemu denganmu, aku tahu bahwa kamu sudah pasti Ratu Negara Kangqing.”


“Aku pernah mencari tahu masalah mengenai Kaisar Zhaolie yang secara pribadi membunuh Ratunya sendiri, Kaisar Zhaolie yang secara pribadi menghancurkan posisi Ratunya, menghancurkan wajahnya, dan kemudian melemparkannya ke tebing, benar bukan?”


Leng Bingxin mendengarkan, tubuhnya tanpa sadar bergerak mundur, sekujur tubuhnya gemetar, Leng Bingxin memeluk kepalanya sendiri, ekspresinya berubah kemudian menangis dan meraung: “Tidak … tidak … tidak …” Kenangan yang tidak ingin diingatnya pada saat ini malah dipaparkan dengan sangat menyakitkan oleh Bei Fengchen, hatinya begitu sakit seakan tercabik-cabik.

__ADS_1


Penyamaran dan pengekangan selama 2 tahun ini, apa mungkin tidak bisa mengelabui sepasang matanya itu?


Melihat tampilan Leng Bingxin yang begitu menyakitkan, rasa sakit di dalam hati seakan bisa menembusnya, Leng Bingxin di hadapannya benar-benar membuatnya merasakan ketakutan tanpa sebab.


Saat ini, Bei Fengchen menarik Leng Bingxin ke dalam pelukannya tanpa ragu, mengelus kepalanya dengan pelan dan berkata: “Jangan takut, aku tidak akan mengatakannya, selama kamu bersedia maka kamu masih merupakan Leng Bingxin, aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu!”


Ya, Bei Fengchen tidak akan pernah mengijinkan hal-hal berbahaya berada di sekitar Leng Bingxin, awalnya dirinya hanya meragukan identitas Leng Bingxin, tapi dirinya tidak menyangka bahwa ketika diirnya mengatakannya malah menyebabkan luka yang begitu besar bagi Leng Bingxin, dirinya benar-benar merasa menyesal dan juga sakit.


“Aku bukan dia, aku bukan dia, aku bukan Qin Ruojiu, aku bukan wanita itu, aku Leng Bingxin …” Leng Bingxin hanya bisa menangis sambil menggelengkan kepalanya. Rasa sakit yang dulu seakan mencabik seluruh tubuhnya.


Jika bukan karena Bei Fengchen yang memeluknya dengan erat, Leng Bingxin benar-benar ingin melakukan segalanya untuk mengakhiri nyawanya sendiri.


“Aku tahu, Bingxin, kamu adalah Bingxin, kamu adalah Bingxin-ku …”

__ADS_1


“Aku tidak mau melihatnya, tidak mau melihatnya, dia adalah iblis, dia adalah iblis …”


__ADS_2