Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 315 Kamu Tidak Punya Hak Untuk Berbicara


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Posisi itu jelas-jelas dulu adalah miliknya, jika wanita ini tidak berpura-pura seperti ini, bagaimana mungkin dia bisa berdiri dan berbicara di sini?


Zhao Yuanran mengangkat tatapan matanya, menatap ke kejauhan sambil mencibir kemudian berkata dengan menyeringai: “Benarkah? Bahkan jika aku percaya pada Kakak, apa para pelayan Istana ini percaya pada Kakak? Pangeran ke-9 berpamitan, apa perlu berpelukan dengan Kakak?”


Hello! Im an artic!


Begitu ucapan ini dilontarkan, ketenangan Qin Ruojiu langsung hancur. Dia menatap Zhao Yuanran dengan tidak percaya.

__ADS_1


“Kamu…” Kemudian Qin Ruojiu memalingkan wajahnya ke samping, melihat para pelayan di sampingnya yang sedang menatap dirinya dengan tatapan mata bahagia di atas penderitaan orang lain.


“Kak, yang kuucapkan benar bukan? Lagipula kita ini memiliki persahabatan, aku percaya pada Kakak, tapi tidak tahu dengan para pelayan Istana ini! Kakak juga tahu, ketika hari-hari di Istana sedikit lebih santai, para pelayan Istana suka berkumpul bersama untuk mengobrol, hal itu tidak bisa dihentikan. Jika ucapan itu sampai ke telinga Kaisar, apa konsekuensinya, aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus membayangkannya!” Setelah selesai mengucapkan kalimat ini, Zhao Yuanran masih berpura-pura menggelengkan kepalanya dengan simpatik.


Sifat Qin Ruojiu awalnya sudah dingin dan angkuh, biasanya juga dirinya tidak terlalu perhitungan pada orang-orang seperti Zhao Yuanran yang suka menjebak orang lain. Bahkan meski kelemahannya dipegang oleh orang semacam ini dan juga diancam oleh orang semacam ini, Qin Ruojiu juga malas untuk mengurusnya. Tapi setelah memikirkannya dengan teliti, Pangeran ke-9 itu tidak bersalah, jika Qin Ruojiu masih saja menyeretnya ketika dia sudah akan pergi, akan seberapa tidak tenang hatinya ini? Lagipula Qin Ruojiu sudah cukup banyak berbuat salah pada Kang Yin.


Hello! Im an artic!


“Benarkah?” Zhao Yuanran menaikkan nada suaranya dengan tidak puas saat mendengar penjelasan Qin Ruojiu.

__ADS_1


“Jika kamu tidak percaya, aku juga tidak berdaya. Bahkan jika hal itu sampai ke telinga Kaisar, kebenarannya masih seperti itu.” Qin Ruojiu tidak berniat untuk berbicara dengan nada baik dengan orang ini, karena niat orang ini tidak sesederhana hanya ingin mendengar beberapa perkataan baik saja.


Melihat majikannya yang berbicara tapi terdengar tidak cukup kuat, Lu’er akhirnya maju dan berkata: “Ya, akhir-akhir ini Permaisuri sedang berada dalam suasana hati yang buruk, dia juga makan sangat sedikit. Tadi Permaisuri berada di bawah sinar matahari begitu lama, tentu saja tubuhnya itu tidak bisa tahan, jika bukan karena Pangeran ke-9 yang menyelamatkan tepat waktu, takutnya Permaisuri sudah pingsan.”


“Kamu … kamu adalah pelayan Istana kecil, kamu tidak punya hak untuk berbicara!” Zhao Yuanran sudah terlihat hampir mengamuk.


Qin Ruojiu malah tersenyum dingin: “Yang dia katakan benar, tubuhku ini memang seperti itu. Benar juga, aku tidak bisa terkena sinar matahari sekarang, jika terjadi lagi hal seperti tadi, takutnya aku tidak akan seberuntung itu. Lagipula tidak akan ada orang yang menyelamatkanku, bahkan jika ada orang yang menyelamatkanku, aku juga sudah tidak berani. Jangan sampai terlihat oleh Selir Mulia dan juga orang lainnya, nantinya aku akan dituduh melakukan perbuatan yang tidak senonoh, itu benar-benar fitnah! Jadi, Lu’er, ayo kita pergi, Selir Mulia, aku tidak menemanimu lagi!”


“Baik, Permaisuri!” Lu’er menjawab dengan suara keras, menatap dengan dingin ke arah kerumunan itu kemudian berbegas pergi bersama Qin Ruojiu.

__ADS_1


Setelah keduanya pergi, Zhao Yuanran terpaku di tempat untuk sekian lama, menatap sosok yang pergi itu, dengan kencang meremas saputangan sutra yang ada di tangannya.


“Permaisuri, apa kita akan memberitahu Kaisar mengenai hal ini?” Zuo’er, pelayan Istana yang melayani di sisi Zhao Yuanran, bergegeas berdiri dan bertanya dengan suara pelan di samping telinga Zhao Yuanran.


__ADS_2