Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 574 Kenapa Tidak Melepaskannya


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Apa pun yang ingin Ibu Suri bicarakan, aku akan mendengarnya. Selama Ibu Suri senang saja.” Ji Xingyun menjawab sambil berjalan dengan patuh ke arahnya.


Ibu Suri mengangkat matanya dan menatap wajah Ji Xingyun yang dingin dan tampan. Wajahnya ini terlihat sama persis dengan kaisar pertama 20 tahun lalu. Tiba-tiba Ibu Suri merasa tertekan dan semakin sedih. Dia menghela napas ringan dan tidak tahu harus mulai dari mana.


Hello! Im an artic!


Ketika Ji Xingyun melihatnya ingin bicara tapi ragu, ekspresinya menjadi sedih dan berkata dengan suram, “Ibu Suri, apa ingin menyalahkan aku karena tidak menangani masalah Permaisuri Qin dengan baik? Kalau dia merasa kompensasi yang kuberikan belum cukup, dia bilang langsung mengatakannya. Untuk apa terus-menerus membuat Ibu Suri cemas?”


Ibu Suri menatap Ji Xingyun dengan cemas, tahu kalau pria ini sudah salah paham pada Permaisuri Qin lagi. Berpikir bahwa dendam Ji Xingyun pada Permaisuri Qin sudah sampai tahap mengakar kuat, memang membiarkan wanita itu pergi adalah pilihan yang terbaik.


“Kaisar, kalau kamu begitu tidak bisa mentolerir keberadaan Permaisuri Qin, lepaskan saja dia!”


Ucapan Ibu Suri ini begitu penuh kasih dan rasa tidak rela, membuat Ji Xingyun terkejut awalnya. Setelah itu, pupil hitam di mata dinginnya itu melebar dengan tidak percaya. Akhirnya dia memandang Ibu Suri dengan penuh tanya, “Pergi? Dia mau pergi ke mana?”


Hello! Im an artic!

__ADS_1


“Keluar dari istana!”


“Aku tidak mengerti apa yang Ibu Suri maksudkan.”


Ji Xingyun menundukkan kepalanya, menatap lantai yang tertutupi oleh karpet putih bersih dari wilayah Persia Barat. Mata hitamnya yang dalam dan pekat itu tampak menghindar dan tidak berani mempercayainya.


“Xingyun, aku tidak tahu atas dasar apa kamu begitu tidak menyukai Permaisuri Qin. Tapi mengingat hubungan suami istri kalian selama beberapa tahun ini, sebaiknya berikan dia jalan untuk bertahan hidup. Biarkan saja dia keluar dari istana.”


“Ibu Suri, meski Cap dan Mahkota Phoenix-nya dicuri, tapi dia masih ratuku. Gelar itu masih belum dicabut. Bagaimana bisa aku membiarkannya keluar dari istana?”


“Dia memiliki kesalahan…”


“Anggap saja aku mohon padamu, jangan persulit dia lagi. Jika begini terus, kalian berdua hanya akan saling menyakiti dan menderita. Kenapa tidak melepaskan saja?”


Bujukan susah payah dari Ibu Suri, bagaikan kata-kata yang menyadarkan Ji Xingyun. Dia menatap kosong pada Ibu Suri yang penuh kasih di hadapannya, seolah Ibu Suri adalah orang asing yang belum pernah dia temui.


Saling menyakiti? Sama-sama menderita? Padahal hanya wanita itu yang disiksa. Tapi entah kenapa, dirinya sendiri juga ikut merasa tidak nyaman belakangan ini.

__ADS_1


“Apa ini permintaan Ibu Suri? Apa mungkin dia sendiri yang tidak sanggup memikul gelar ini di istana?” Ji Xingyun terkejut dalam hatinya, tapi dia mencibir dan bertanya di permukaan. Karena dalam ingatannya, wanita itu selalu menjadi wanita penuh intrik dan ambisi.


“Itu keinginannya sendiri. Sepertinya dia sudah lelah, ingin menjalani kehidupan yang damai di luar istana.”


“Tidak mungkin.”


“Kenapa tidak mungkin?”


“Karena aku sangat memahami dia. Dia orang yang begitu gila harta dan kehormatan. Kekuasaan dan posisi adalah segalanya untuk dia.”


“Kalau dia benar-benar orang seperti itu, bukankah melepaskannya ke luar istana adalah pukulan terbesar untuknya? Itu juga cara terbaik bagi kaisar untuk meredakan kebencian.”


Mendengar ucapan Ibu Suri yang masuk akal, Ji Xingyun tiba-tiba sadar kalau dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Dia menatap awan yang melayang di luar tepi jendela, tiba-tiba teringat akan sosok wanita itu yang segar dan bersih, wajahnya tertutupi oleh kain kasa tipis, alisnya menyerupai lukisan dan sepasang pupil mata hitam misterius yang menggoda dan membuat orang jatuh ke dalamnya.


Ji Xingyun membencinya dan marah padanya, tapi kenapa begitu menyebutkan harus mengeluarkannya dari istana, dia menjadi begitu ragu dan tidak tegas?


Ibu Suri pintar ini telah berada di istana selama bertahun-tahun, dia telah belajar keterampilan yang baik dalam mengamati orang. Melihat kebingungan Ji Xingyun, dia tidak bisa menahan diri untuk menutupi bibirnya dengan sapu tangan sutra dan berkata, “Kaisar, bicara panjang lebar ternyata dia begitu berarti di hatimu. Kamu merasa tidak rela, kan? Kalau memang tidak rela, selama kamu menganggukkan kepala, belikan beberapa barang yang layak untuknya dan tidak membiarkan dirinya teraniaya, ditambah dengan bujukan dariku. Setelah dia luluh, dia akan menyetujui semuanya. Selain itu, mantan Permaisuri Qin juga bisa menyerahkan nyawanya untukmu.”

__ADS_1


__ADS_2