Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 532 Keyakinan Yang Aneh


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Ye Wushuang berkata pelan, muncul tekad yang aneh di tatapan matanya.


Di dalam Istana Cian, lampu begitu terang benderang, kayu cendana digunakan sebagai atap, batu giok kristal dijadikan sebagai lampu dan mutiara dijadikan sebagai tirai. Segala sesuatu yang begitu mewah dan indah diciptakan oleh Kaisar Ji Xingyun demi wanita yang menempati kursi tertinggi di Istana utama.


Hello! Im an artic!


Wanita itu berusia lebih dari 50 tahun, mengenakan jubah brokat kekaisaran berwarna dasar kuning yang disulam dengan pola 9 burung phoenix, memakai mahkota emas burung phoenix terbang di atas kepalanya, kedua sisi rambutnya sudah memutih tapi itu tidak mempengaruhi keanggunan dan kecantikannya. Saat ini, menghadapi rasa hormat dari para menteri, dia tersenyum penuh kasih, keriput yang terlihat di sudut matanya malah tidak menunjukkan usia tuanya tapi malah membuatnya terlihat begitu ramah dan baik hati.

__ADS_1


Pria yang duduk di sebelahnya mengenakan pakaian kuning cerah dengan pola naga di laut, di bawah gelombang emas di sudut jubah, lengan pakaiannya itu berkibar terangkat tinggi dikarenakan angin. Pada saat ini, dia menanggapi rasa hormat dari para menteri, alis tegasnya itu sedikit terangkat, pupil matanya yang seperti giok hitam itu bersinar dengan kecemerlangan yang lembut, di wajah tampan itu tidak terlihat kedinginan seperti dulu, tapi keagungan bawaan serta aura sakral dan mulia itu tidak bisa disinggung oleh orang biasa.


Meskipun dia terus duduk diam di sana, tapi jenis aura Raja yang agung itu memancar dari dalam ke luar.


Di sisi kiri dan kanannya, duduk para Putri dan Selir di Istana. Dan lagi juga duduk beberapa Menteri penting di Istana.


Hello! Im an artic!


Saat ini Zhao Xueyan mengenakan gaun brokat putih keperakan, dengan pola sulam awan putih di bagian gaunnya, sabuk brokat putih mengikat tubuh dengan pinggang ramping yang seolah-olah bisa terbang terbawa angin, rambut hitamnya disanggul tinggi dengan jepit rambut giok putih bunga plum yang disisipkan di atasnya, terdapat jumbai yang menjuntai, begitu cantik dan bercahaya. Riasan tipis di wajahnya itu semakin membuatnya begitu cantik mempesona.

__ADS_1


Karena untuk merayakan hari ulang tahun Ibu Suri, Zhao Xueyan secara pribadi menarikan tarian “Tujuh Dewi Yang Turun Ke Bumi”, tarian ini begitu elegan dan memabukkan, membuat para Menteri yang menonton begitu terpaku. Kaisar Ji Xingyun yang duduk di kursi naga miliknya juga terus menerus mengangguk, hanya saja ekspresi Ibu Suri tampak terlihat sedikit terpaksa. Meskipun tarian wanita ini begitu indah dan juga itu adalah niat baik wanita ini terhadap dirinya, tapi sebagai sesama wanita, Ibu Suri merasa tarian wanita ini terlalu menawan dan terlalu menggoda, tidak memiliki arti untuk merayakan hari ulang tahunnya, tapi terlihat sedikit genit.


Jika berdasarkan sifat lamanya, dirinya pasti sudah meminta orang untuk menyeret wanita ini keluar dari Istana. Tetapi sekarang dirinya sudah tua, temperamen sifatnya juga sudah berkurang. Selain itu wanita ini juga selalu mendapatkan rasa sayang dari Kaisar, dirinya baru saja kehilangan suaminya kurang dari setengah tahun, tidak masalah jika wanita ini diijinkan untuk mengikuti jamuan di Istananya, tapi wanita ini bahkan diijinkan untuk duduk setara dengan para menteri tingkat tinggi, kehormatan semacam ini tidak bisa dinikmati oleh wanita biasa.


Dari hal itu bisa dilihat bahwa Kaisar Ji Xingyun benar-benar menempatkan wanita ini di dalam hatinya, lebih dari biasanya.


Sudahlah, itu masalah anak muda, dirinya yang sudah tua tidak perlu mengkhawatirkannya lagi. Ketika Ibu Suri sedang menghela nafas dalam hatinya, tidak tahu siapa yang berbisik pelan di dalam aula, seketika hal itu langsung menarik perhatian semua orang.


Ketika Ibu Suri hendak mengkritik orang yang begitu tidak paham akan aturan, tiba-tiba Bibi Long yang merupakan pelayan yang telah bersamanya selama lebih dari 40 tahun berjalan menghampiri ke arahnya, dia memberi hormat di hadapannya kemudian menunjuk ke arah langit gelap penuh bintang di luar jendela dan berkata: “Ibu Suri, lihatlah.”

__ADS_1


Mengikuti arah tatapan Bibi Ling, beberapa cahaya terang dan menyilaukan tiba-tiba muncul di langit malam yang gelap. Cahaya itu memiliki berbagai macam warna, ada yang merah, kuning, biru, dan hijau, semua itu melayang di atas langit, beberapa kata samar-samar tertulis dari cahaya lampu itu, kalimat-kalimat yang bisa dilihat adalah “Panjang Umur”, “Sehat Selalu”, “Memiliki Kehidupan Yang Cemerlang”, “Selalu Bahagia” dan ucapan lainnya…


__ADS_2