
Hello! Im an artic!
Selesai berbicara, gadis kecil itu langsung berlari menuju ke tempat yang dipenuhi dengan aroma daging bumbu jintan tanpa menoleh lagi ke belakang.
She Jingtian juga mencium aroma itu, aroma itu adalah aroma barbekyu murni, sepertinya tidak menambahkan tambahan apa pun, dan lagi terdapat aroma gosong yang samar, benar-benar sangat menggugah selera.
Hello! Im an artic!
Melihat Min’er sudah tertarik dan pergi ke sana, She Jingtian lalu dengan lembut meletakkan rebung yang diambilnya lalu melangkah ke arah Min’er dengan mengulas senyum di wajahnya.
An Yiqiu yang bersembunyi di kegelapan mengepalkan tinjunya karena marah, melihat She Jingtian tadi sudah hendak memakan hidangan yang dibuatnya, tapi pada akhirnya malah meletakkan sumpit, bagaimana mungkin dirinya tidak marah? Ini adalah hidangan yang telah dipelajarinya dengan susah payah selama 3 hari tanpa tidur.
“Nona, bagaimana ini?” Tanya Yun’er dengan cemas.
“Jangan takut, mereka hanya pergi untuk melihat hidangan yang dibuat oleh wanita itu, tapi siapa yang menang masih belum dipastikan.”
Hello! Im an artic!
“Ya, kita harus bertahan dan tetap tenang.”
__ADS_1
…
Di sisi lain, beberapa Bibi sedang membolak-balik daging di dalam panci sambil mengontrol api di kompor, menyaksikan potongan daging sapi yang sudah matang merata, mereka segera mengangkatnya lalu mencelupkannya ke dalam saus spesial yang dibuat Ye Wushuang, kemudian membungkusnya dengan lapisan daun selada segar dan bersih lalu ditempatkan di atas piring untuk dihidangkan.
Min’er yang berlari lebih dulu ke sana menyaksikan semua itu dengan terkejut, tidak bisa menahan diri untuk tidak menunjuk ke arah daging yang dibungkus dengan selada: “Apa ini bisa dimakan?”
Bibi tua yang mengontrol api tersenyum dan mengangguk: “Nona, kamu boleh memakannya.”
“Tapi sayuran itu masih mentah.”
“Tidak apa-apa.”
Min’er melihat dengan curiga tapi tidak memakannya, hanya menatap lekat berbagai potongan daging yang ditaruh di wajan satu per satu. Suara “zzzt zzzt——” di dalam panci terdengar, para Bibi tua bergegas menuangkan lapisan minyak di atasnya, lalu menaburkan beberapa bumbu, api di bawah kembali berkobar, ketika hembusan angin bertiup, aroma daging yang sulit diungkapkan dengan kata-kata itu benar-benar membuat orang hampir menggila.
“Daging panggang yang aneh.”
Melihat panci, bumbu penyedap serta metode memanggang yang sederhana dan menyenangkan ini, membuat orang lain merasa hal itu sangat menarik. She Jingtian yang biasanya selalu berpengetahuan luas pun tidak bisa menahan diri untuk tidak menunjukkan ekspresi terkejut seperti anak kecil.
Bibi Hua melihatnya dan berkata dengan gembira: “Ini adalah …” Ketika ucapan itu sudah hampir keluar dari bibirnya, Bibi Hua merasa dirinya tidak seharusnya melanjutkan ucapannya.
__ADS_1
Tidak disangka, She Jingtian malah menatapnya dengan tatapan menilai lalu bertanya dengan penuh minat: “Ini apa?”
Bibi Hua memukuli wajahnya pelan, segera mengubah topik pembicaraan dan berkata: “Tuan Penguasa Kota, apa Tuan ingin mencobanya? Ini baru saja selesai dipanggang, baunya juga sangat enak, tapi aku tidak tahu bagaimana jika memakannya.”
Kali ini, She Jingtian masih tidak memakannnya, dia mengalihkan pandangannya ke arah Min’er, melihat Min’er sedang menatap dengan lekat, tatapan matanya yang polos itu dipenuhi dengan keterkejutan.
“Min’er, ini kelihatannya enak, apa kamu ingin memakannya?”
Min’er jelas ragu-ragu, setelah menilai sekeliling dan menemukan tidak ada orang yang perlu dikhawatirkan, dia langsung mengangguk dengan takut-takut.
“Pergilah.”
She Jingtian tersenyum sambil menepuk-nepuk kepalanya, tatapan matanya itu dipenuhi dengan cinta dan kasih sayang terhadap Min’er.
Gadis kecil itu seketika langsung gembira dan berjalan ke depan kompor, mengambil daging yang sudah dipanggang dengan sumpit, mencelupkannya dengan sedikit bubuk cabai baru kemudian memasukkannya ke dalam mulut kecilnya.
Setelah mengunyah selama beberapa saat, Min’er tanpa sadar tersenyum dan mengangguk, kemudian dia berbicara dengan tidak jelas: “Enak, benar-benar sangat enak.”
She Jingtian sebenarnya sedari awal sangat ingin mencobanya, setelah Min’er berkata demikian, dirinya sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
__ADS_1
Min’er ini terkenal karena sangat pemilih ketika makan, jika Min’er berkata itu enak, maka sama sekal tidak ada masalah.