Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 237 Aku Juga Merasa Bahagia Untukmu


__ADS_3

Jika kedua negara berperang, maka para rakyat yang akan menderita, negara akan menjadi medan perang, semua itu akan menjadi bencana yang disebabkan oleh Qin Ruojiu.


Yang disebut dengan satu batu bisa menimbulkan ribuan gelombang, mungkin bisa dikatakan seperti itu.


Qin Ruojiu tentu saja tahu betapa seriusnya ucapan Zhao Yuanran, saat ini raut wajah Qin Ruojiu sedikit pucat, tubuhnya yang indah itu sedikit gemetar, ada semacam perasaan lemah yang begitu rapuh.


Qin Ruojiu bergegas berkata membela: “Ucapan Selir Mulia Zhao terlalu berat, alasan mengapa Kaisar mengirim Pangeran Funing pergi itu bukan dikarenakan diriku. Itu karena Pangeran Funing dengan sengaja menyakiti orang lain dan juga melukai Pangeran ke-9. Sedangkan hubungan persaudaraan di antara Kaisar dan para Pangeran itu begitu dalam, dikarenakan cinta dan perlindungan terhadap saudara jadi Kaisar sangat marah dan baru mengirim Pangeran Funing kembali ke negaranya.”


“Benarkah?” Zhao Yuanran sedikit mengangkat bibir tipisnya, meskipun tindakan itu tidak terlihat tidak sopan tapi bisa dengan jelas mendengar provokasi dalam kata-katanya: “Jika aku tidak salah ingat, semua Menteri yang hadir saat itu dan aku juga melihatnya. Kaisar sangat marah setelah mendengar Kakak menerima ucapan tidak pantas dari Pangeran Funing. Dikarenakan itulah Kaisar bahkan ingin memotong kedua tangan Pangeran Funing meskipun semua menteri menghalanginya.”


Setelah mendengar ucapan itu, Qin Ruojiu sedikit terkejut.

__ADS_1


Memotong kedua tangan? Kenapa Qin Ruojiu tidak tahu akan hal ini? Bukankah karena dia menyakiti Kang Yin jadinya Pangeran Funing dikirim kembali ke negaranya sendiri?


Kenapa maksud dari ucapan Zhao Yuanran itu adalah Kaisar Zhaolie melakukan semua itu demi dirinya?


Hati Qin Ruojiu yang terkejut benar-benar sangat bingung untuk beberapa saat. Qin Ruojiu membuka matanya lebar-lebar dan menatap Zhao Yuanran dengan tidak percaya, benar-benar tidak bisa berkata-kata untuk beberapa saat.


Pada saat ini, hati Zhao Yuanran malah menjadi semakin cemburu, tapi dirinya tidak boleh menunjukkannya, Zhao Yuanran masih menunjukkan ekspresi menyanjung: “Sudahlah Kak, itu semua sudah berlalu. Sekarang Kaisar sangat mencintaimu, aku juga merasa bahagia untukmu.”


“Ya, tapi Kak, apa Kaisar akan pergi ke tempatmu malam ini?” Zhao Yuanran tiba-tiba menatap Qin Ruojiu dengan tampang yang begitu rendah hati dan ingin meminta pengajaran, matanya itu dipenuhi dengan rasa ingin tahu.


Qin Ruojiu terpaku, tidak paham arti dari ucapannya itu untuk beberapa saat, Qin Ruojiu hanya bisa menggelengkan kepalanya dan berkata: “Aku tidak tahu, Kaisar sibuk dengan tugas resmi belakangan ini, melihatku setiap harinya juga sangat terburu-buru dan juga jarang menetap.”

__ADS_1


Mendengar ucapan setiap hari juga sangat terburu-buru, ada keluhan samar yang sekilas terlihat di tatapan mata Zhao Yuanran.


Haha, bagus sekali begitu terburu-buru. Apa dia tahu bahwa Kaisar sudah tidak mengunjunginya selama sebulan.


Mengenai Qin Ruojiu, tidak peduli seberapa sibuknya Kaisar, dia pasti akan mencari waktu untuk pergi ke sana. Sebagai sesama wanita Kaisar, dan juga berpikir bahwa kecantikannya itu beberapa kali lipat lebih baik dari Qin Ruojiu, setelah Zhao Yuanran mendengarkan ucapan itu, apa mungkin hatinya akan merasa senang?


Melihat ekspresi diam Zhao Yuanran yang begitu tiba-tiba, Qin Ruojiu sepertinya menyadari ada yang salah dengan kalimat yang diucapkannya tadi, agar tidak membuat pihak lain merasa sedih, Qin Ruojiu bergegas menambahkan: “Kaisar tinggal bersamaku hanya karena kesenangan sesaat saja, ketika sudah bosan secara alami pasti akan sering mengunjungi tempat Selir Mulia Zhao.”


“Benarkah?” Kali ini Zhao Yuanran balik bertanya dengan dingin.


Qin Ruojiu melihat ekspresinya, tapi hanya diam dan tidak bersuara. Ya, ucapan membohongi orang seperti ini, terkadang tidak memberikan kenyamanan tapi malah membuat orang lain merasa lebih kesal. Jadi Qin Ruojiu lebih baik memilih untuk tidak berbicara.

__ADS_1


“Kak, kita jangan membicarakan Kaisar lagi, bicarakan mengenai malam ini saja, ke mana Kakak akan pergi bermain malam ini?” Zhao Yuanran menyapu bersih kabut tadi, tiba-tiba ekspresinya berubah menjadi senyum berbunga-bunga, bertanya dengan penuh sanjungan.


__ADS_2