
Hello! Im an artic!
Jika memiliki perintah, maka Ji Xingyun hanya perlu memberi perintah pada petugas Istana, datang sendiri seperti ini, dan lagi kemunculannya yang seperti hantu ini sungguh sangat membuat orang lain merasa tidak tenang.
“Kenapa? Apa kamu takut?”
Hello! Im an artic!
Ji Xingyun akhirnya berbicara, bibir merah tipisnya itu sedikit bergumam, seolah sedang mempertanyakan tapi juga semacam ejekan.
Ye Wushuang menggigit bibir merahnya dengan pelan, mengatakan pada dirinya sendiri untuk tetap tenang. Kemudian Ye Wushuang berusaha mengangkat dagunya, tidak terlihat emosi apa pun di matanya yang jernih itu.
“Aku hanya takut Kaisar masihbelum beristirahat di tengah malam seperti ini, hal itu akan melukai tubuh Kaisar yang berharga itu.”
“Kalau begitu maksudmu adalah membiarkanku beristirahat di tempatmu ini?”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
“Tempat tinggalku ini sederhana, aku tidak berani meminta Kaisar beristirahat di sini.”
“Sedderhana? Apa kamu sedang menyalahkanku karena menahanmu di tempat yang begitu sederhana?”
Ye Wushuang tahu pria ini pasti datang untuk mencari masalah, tapi dirinya tidak menyangka pria ini menggunakan cara yang begitu oportunistik. Jelas-jelas merupakan seorang Kaisar, tapi malah memiliki pemikiran seperti ini, hati Ye Wushuang tanpa sadar sedikit menghinanya: “Jika Kaisar ingin menyalahkanku seperti ini maka aku juga tidak bisa berkata apa-apa.”
“Tidak bisa berkata apa-apa, bagus sekali! Mendengar nadamu ini, kamu bahkan berani membantahku?” Setelah selesai berkata demikian, Ji Xingyun tiba-tiba melangkah maju, sepasang mata hitamnya itu sedikit kemerahan, dia menatap Ye Wushuang seolah sedang menatap seekor mangsa.
Ye Wushuang yang diam-diam merasakan bahaya hanya bisa mundur beberapa langkah, dia kemudian berkada dengan nada yang melembut: “Kaisar, kamu mabuk, aku akan segera memerintahkan pelayan Istana menjemputmu untuk beristirahat di aula utama.”
Melihat tindakan Qin Ruchen yang berbalik dan ingin melarikan diri, detik berikutnya, seseorang sudah melangkah cepat, memimjam cahaya samar, Ji Xingyun menekan Qin Ruchen di sebuah tirai pemisah yang lusuh, jarak di antara mereka sangat dekat.
Di bawah sinar bulan, rambut hitamnya seperti air terjun, matanya seperti kabut, wajah yang ditutupi itu seakan dilapisi dengan cahaya misterius, membuat orang lain memiliki keinginan untuk mengungkapnya.
Ye Wushuang mengangkat tatapan matanya, menatap ke arah pria tampan dengan mata berbinar di hadapannya, parasnya yang sangat tampan ini sudah seperti mahakarya terbaik di surga. Ye Wushuang tidak familiar dengan pria ini, tapi di bagian terdalam dari ingatannya, Ye Wushuang tahu betapa pemilik tubuh ini begitu mencintai pria ini.
Memang, tidak perlu membicarakan ketampanannya, hanya membicarakan keagungan dan keberanian pria ini saja sudah cukup untuk membuat hati wanita tergerak.
__ADS_1
Tapi Ye Wushuang tahu bahwa semakin menarik seorang pria maka pria itu semakin kejam.
Saat ini, Ye Wushuang memalingkan tatapan matanya, tersenyum ringan dan berkata: “Kaisar, apa yang ingin Kaisar lakukan dengan melakukan tindakan seperti ini?”
Ji Xingyun terkejut akan ketenangan Qin Ruchen, di sepasang mata yang jernih itu tidak terlihat sama sekali jejak terpesona, tidak ada jejak cinta, bahkan sedikit pun jejak kegembiraan juga tidak ada.
“Apa kamu tidak bisa melihatnya?”
Selesai berbicara, Ji Xingyun membungkuk, wajah yang menawan dan bibir yang tipis itu tiba-tiba mendekat.
Bibir mereka hanya dipisahkan oleh selapis cadar, selama percakapan, Ye Wushuang bisa merasakan aroma mabuk di antara napas Ji Xingyun. Di bawah sinar bulan yang temaran dan juga di bawah kondisi yang membuat orang lain mabuk ini, Ye Wushuang malah merasakan semacam depresi dan bahaya yang tak bisa diungkapkannya.
Ye Wushuang tidak tahu mengapa pria ini harus memainkan hubungan yang ambigu seperti ini dengannya, dulu Ji Xingyun begitu kejam, meskipun bukan dirinya yang merasakan secara pribadi kekejaman Ji Xingyun, tapi ingatan yang tak tertahankan itu juga membuat Ye Wushuang tak bisa melupakannya.
Detik berikutnya, Ye Wushuang mendorongnya menjauh dengan tak terkendali, pupil hitamnya yang sudah sedikit marah itu sudah kehilangan kesabaran dan kelembutannya, yang ada hanya semacam tatapan jijik.
“Kaisar, aku sudah lelah, tolong Kaisar melepaskanku.”
__ADS_1
Ketika kata lelah itu terucap, di saat bersamaan Ji Xingyun dengan jelas melihat rasa jijik dan meremehkan di tatapan matanya. Dirinya adalah Putra Langit, tidak pernah ada orang yang boleh menggunakan nada dan ekspresi semacam ini ketika menatapnya.