
Su Zhen’er langsung memotong, “Hem, Selir Mulia Zhao, maksudmu bersedia membela Selir Lan walaupun harus bertentangan dengan Permaisuri.”
Qin Ruojiu juga tahu apa yang sedang terjadi, dia tahu siapa yang ingin menyelesaikan dan masalah siapa yang ingin mengadu domba.
“Masalah memberi hormat bisa dikesampingkan dulu. Jika Selir Lan memang ada urusan, aku tidak akan marah padanya. Bagaimanapun juga, kita adalah kakak adik yang melayanin Kaisar, kita harus rukun.”
“Hehe, sepertinya Permaisuri sangat berlapang dada, sangat pengertian terhadap Lan’er yang telat. Lan’er meminta maaf pada Permaisuri. Tidak seperti orang-orang tertentu, walaupun sudah terlambat masih saja mengadu domba. Tidak tahu malu!”
Usai Qin Ruojiu berkata, terdengar suara yang lembut tetapi tegar yang tidak mau kalah.
__ADS_1
Orang yang masuk mengenakan rok panjang yang menyapu lantai, ikat pinggangnya bermotif awan. Di rambutnya tersemat konde karang, wajahnya bagaikan bunga persik. Wajah yang cantik, sepasang mata seperti mata merak yang berwibawa, rambutnya disanggul ke atas, anggun dan elegan, mutiara putih yang menghiasi jari kelingkingnya, seperti bintang yang berkelipan.
Saat ini, dia sudah berjalan dengan langkah kecil hingga ke hadapan Qin Ruojiu lalu membungkuk, 10 jarinya menggenggam di bagian pinggangnya, lalu berucap dengan pelan, “Lan’er memberi hormat kepada Yang Mulia Permaisuri.”
“Bangun!” Ucap Qin Ruojiu, kemudian meminta Lu’Er membawakan kursi lagi.
Setelah Selir Lan bangkit, dia pun melirik Selir Zhen sekilas dengan tidak ramah.
Selir Lan pun membalas dengan pandangan tidak berdosa, “Siapa yang tersinggung berarti dia adalah orang tidak tahu malu.”
__ADS_1
“Kamu…” dalam seketika, Su Zhen’er semakin kesal, lalu berkata pada Qin Ruojiu dengan menggigit gigi, “Permaisuri, Selir Lan begitu datang sudah menyindir dan memfitnah. Sebagai kepala keluarga di istana ini, kamu harus menegakkan keadilan.”
Qin Ruojiu pun terlengah. Dalam hatinya berpikir bahwa Su Zhen’er ini sangat pintar, jelas-jelas ini masalah mereka berdua, tapi malah dilemparkan kepadanya. Walaupun dia adalah kepala keluarga di istana ini, tetapi ia tidak memiliki kekuasaan nyata, dan dia juga baru mengemban posisi permaisuri, masih tidak tahu apa-apa, dia juga tidak merasa pantas untuk menghukum siapapun. Lagipula, omongan Selir Lan juga tidak salah.
Sebelum Qin Ruojiu merespon, Selir Lan yang tidak mau mengalah pun berdiri, “Baiklah, kalau memang kamu meminta Permaisuri untuk menegakkan keadilan, ada yang mau aku katakan. Kamu, Selir Zhen, hanya sedikit lebih awal dariku, jadi mengapa kamu merasa begitu bangga dan mempersulit orang lain di hadapan Permaisuri?
“Hem, aku telat karena ada urusan !” ucap Su Zhen’er dengan membusungkan dada tanpa mempedulikan orang lain.
“Oh ya? Urusan apa yang lebih penting daripada memberi hormat?” Selir Lan mengembalikan pertanyaannya. Tadi ia sempat menguping fitnahan Su Zhen’er padanya saat ia sedang berjalan masuk.
__ADS_1
Su Zhen’er mempermainkan gelas teh, kemudian tertawa dengan bangga, “Kalian juga tahu, Yang Mulia memintaku melayanin dia semalam, bahkan ia memintaku untuk melayaninya sampai berkali-kali. Sampai pagi, Yang Mulia baru puas, coba kalian pikir, seberapa lelahnya diriku, aku baru tidur saat ayam berkokok, makanya aku datang telat. Apakah kalian tidak tahu aku ini lelah sekali? Kalian malah tidak memaklumiku, jika ketahuan Yang Mulia, Yang Mulia pasti akan tidak senang.”