Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 612 Mengapa Kamu Memakai Cadar


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Meskipun tidak tahu dirinya akan dibawa ke mana, Ye Wushuang juga tidak bertanya terlalu banyak, hanya tahu karena She Jingtian sudah berkata bahwa dia tidak akan memperlakukannya dengan buruk, maka dirinya tidak perlu takut.


Tidak berpikir terlalu banyak, Ye Wushuang kemudian mengikuti Hong Luan.


Hello! Im an artic!


Namun She Jingtian yang menatap sosok Ye Wushuang yang menjauh, pada saat ini terdapat lapisan kekhawatiran pada raut wajahnya.


Sebenarnya Ye Wushuang memiliki status seperti apa, mengapa parasnya itu dihancurkan, dan mengapa juga dia memiliki dendam terhadap keluarga kerajaan? Bagaimana bisa wanita yang sedingin es, cerdas dan acuh dengan tampilan yang angkuh itu bisa memiliki musuh seperti itu?


Dengan berkomitmen menjadi pelayannya, jelas-jelas Ye Wushuang bisa menukarnya dengan kecantikan dan kekayaan, tapi mengapa Ye Wushuang malah tidak menginginkan apa pun dan dia hanya meminta tempat tinggal yang aman, sebenarnya ada rahasia apa di balik wanita ini? Dan alasan apa yang membuat pihak lain ingin membunuhnya?


She Jingtian yang tidak pernah begitu ingin tahu mengenai masa lalu seseorang akhirnya memutuskan untuk melakukan sesuatu.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Ya, dirinya harus mencaritahu rahasia dan asal-usul Ye Wushuang. Hanya dengan mengetahui lebih banyak maka wanita ini baru dapat dikendalikan olehnya.


Setelah meninggalkan Aula Jubao, Ye Wushuang mengikuti Hong Luan melewati beberapa paviliun mewah, tapi sepertinya Hong Luan masih tidak terlihat akan berhenti.


Ye Wushuang berpikir dalam hati, tidak tahu berapa banyak orang yang tinggal di dalam Kastil Wuyou ini, melihat paviliun yang tak terhitung jumlahnya, sepertinya tidak kurang dari ribuan orang. Tapi di mana sebenarnya paviliun yang bernama Paviliun Zhaixing itu?


Ketika sedang berpikir, pimpinan Paviliun Zhuque yang bernama Hong Luan itu tiba-tiba menghentikan langkahnya.


Tidak ada kelembutan dan keramahan seperti ketika berada di hadapan She Jingtian, tatapan matanya ketika menatap Ye Wushuang sedikit tajam dan menusuk. Ye Wushuang sedikit tidak nyaman saat ditatap seperti itu olehnya, lalu dirinya berkata dengan suara dalam: “Kamu menatapku seperti itu, apa karena ada sesuatu di wajahku?”


“Lalu……”


“Aku hanya ingin melihat orang seperti apa yang membuat Tuan meluangkan waktunya hari ini untuk menemuinya, tidak kusangkan merupakan seorang wanita, dan juga merupakan wanita yang menutupi wajahnya.”


“Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan?”


“Bukan apa-apa, aku hanya penasaran kenapa kamu memakai cadar.” Hong Lian berkata sambil mendekati Ye Wushuang dengan agresif, tatapan matanya itu seolah sangat ingin mengulurkan tangan dan langsung melepas cadarnya.

__ADS_1


Ye Wushuang melangkah mundur tanpa sadar, kemudian meletakkan kedua tangannya di depan dada dan berkata dengan sikap bertahan: “Aku menutupi wajahku juga tidak ada urusannya denganmu, kamu hanya perlu menjalankan perintah Tuan Penguasa Kota untuk membawaku pergi ke tempat di mana aku harus pergi.”


“Huh, beraninya kamu menentangku, jika bukan karena melihat kamu adalah orang yang dipandang oleh Tuan, kalau tidak aku akan …”


“Kamu akan apa?”


Melihat Hong Luan mengangkat lengannya yang ramping dan berniat untuk bertindak, Ye Wushuang melotot menatapnya dan bertanya dengan marah, Ye Wushuang tidak mengerti, dirinya tidak menyinggung wanita ini tapi mengapa wanita ini begitu galak padanya ketika mereka bertemu? Tatapan mata penuh kebencian itu seakan dirinya berhutang sesuatu padanya saja.


“Lupakan, aku terlalu malas memperhitungkan denganmu, lagipula jangan harap kamu bisa melewati hidup dengan baik karena tinggal di Paviliun Zhaixing.”


Setelah meninggalkan kata-kata ini, wanita itu tertawa dingin beberapa kali, kemudian bunyi “wusshh-” terdengar melewati tubuh Ye Wushuang, ketika Ye Wushuang kembali fokus, sosok bayangan merah itu telah menghilang.


Sungguh ilmu meringankan tubuh yang luar biasa… Ye Wushuang diam-diam terkejut dalam hati, bersyukur wanita itu tidak benar-benar melayangkan tamparan padanya tadi, kalau tidak maka tidak tahu apa dirinya masih bisa bernapas dengan lancar atau tidak.


Sepertinya She Jingtian ini benar-benar tidak bisa diremehkan, bahkan pimpinan paviliun kecil saja sudah begitu kuat, Ye Wushuang benar-benar tidak tahu seberapa kuat kekuatan She Jingtian.


Ye Wushuang menghela nafas panjang, bisa dianggap untuk mengurangi rasa terkejutnya, ketika dirinya kembali tersadar, Ye Wushuang memaki dalam hati, Hong Luan meninggalkan dirinya di sini dan lagi dirinya tidak tahu jalan, bagaimana dirinya bisa menemukan Paviliun Zhaixing itu?

__ADS_1


__ADS_2