Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 193 Benar-Benar Seperti Dua Orang Yang Berbeda


__ADS_3

Di bagian paling depan dari semua meja yang ada di sana ada sebuah meja besar yang diperuntukkan untuk para pejabat tinggi Kerajaan Kang Qing. Posisi paling kiri atas itu ada kursi ukiran kayu yang paling mewah dan indah. Meja yang ada di depannya itu diselimuti dengan selimut berwarna krim. Kemudian di atas selimut itu diletakkan peralatan makan keluarga kerajaan. Tidak usah ditanyakan lagi, orang yang bisa duduk di tempat seperti itu hanyalah Putra Mahkota dari Kerajaan Beifeng– Pangeran Funing.


Malam ini, Kaisar Zhaolie juga berpakaian dengan sangat mewah. Dia mengenakan jubah berwarna putih dengan perpaduan corak berwarna hijau. Dia menggenakan jubah berwarna hitam dan sabuk pinggang berwarna hitam juga. Pita merah dan batu giok yang ada di atas mahkotanya itu pun dilepas dan diganti dengan sebuah tali berwarna putih. Dia duduk di antara para pejabat negara. Tatapan matanya yang gelap itu mengamati seluruh orang yang ada di aula itu dan semua orang yang ada di dalam aula itu pun langsung terdiam dan tidak berani mengeluarkan suara apa pun.


“Kaisar Yang Terhormat, Hidup seribu tahun, seribu tahun, seribu tahun ….”


“Berdirilah!”


“Terima kasih Kaisar ….”


Ketika Qin Ruojiu datang, suasana di sana menjadi lebih hangat. Dia yang mengenakan gaun berwarna emas dengan sulaman bunga delima dan burung yang indah itu pun mampu membuat mata semua orang tertuju padanya.

__ADS_1


Dia berjalan masuk dengan perlahan. Gaun dan dandanan yang dia kenakan hari ini membuat dia terlihat sangat cantik. Ditambah lagi dengan cadar hitam yang menutupi wajahnya itu membuat dia terlihat semakin misterius.


Kaisar Zhaolie yang melihat itu pun langsung beranjak berdiri dan berjalan ke arahnya untuk menopangnya dan berkata sambil tersenyum, “Ratu, anda sudah datang?”


Qin Ruojiu pun tersenyum lembut dan tatapan matanya terlihat begitu bersinar bagaikan batu giok yang memancarkan cahaya yang menyilaukan.


Kemudian, dia pun duduk di kursi yang ada di sebelah kanan Kaisar Zhaolie. Tanpa sadar, dia melihat ke arah Kang Yin yang duduk di sebelah kiri Kaisar Zhaolie. Dia mengenakan pakai berwarna putih di sekujur tubuhnya. Wajahnya yang tampan itu terlihat seperti sebuah hasil lukisan yang sempurna. Semua itu terukir dengan begitu halus dan rapi. Tatapan matanya itu juga terlihat begitu jernih dan tulus. Terutama ketika dia melihat Qin Ruojiu, tatapan matanya itu terlihat penuh dengan kasih sayang yang dapat membuat orang semakin tergila-gila padanya.


Memikirkan hal ini, Qin Ruojiu merasa hangat di dalam hatinya, tetapi dia juga tiba-tiba merasakan rasa sakit. Pria yang ada di depannya ini, pria yang membuatnya paling menderita ini malah membuat dia merasa tidak rela untuk melepaskannya. Ada gejolak yang besar di dalam hatinya. Kenapa di saat seperti ini pria ini malah memperlakukannya dengan begitu baik dan begitu perhatian padanya. Jika dia sedikit lebih kasar saja padanya, dia pasti akan lebih bertekad untuk meninggalkannya bukan?


Kaisar Zhaolie mendudukannya dengan perlahan di atas kursi kerjaan itu dan tidak mengucapkan apa-apa. Kemudian dia melihat sekilas ke arah adik kesembilannya yang sedang melihat ke arah Qin Ruojiu dengan tatapan antusiasme dan penuh dengan rasa cinta yang tidak terkatakan. Tatapan matanya itu jauh berbeda dengan dirinya yang biasanya terlihat gegabah dan kesepian itu. Dia benar terlihat seperti dua orang yang berbeda.

__ADS_1


Melihat itu, hati Kaisar pun mulai merasa tidak senang. Lalu dia pun melihat ke arah adiknya dengan tatapan dingin dan kejam. Dia berusaha untuk menekan rasa cemburu dan marah yang ada di dalam dirinya itu dengan menarik nafas dalam-dalam. Lalu dia mengangkat tangannya dan memegang kaki Qin Ruoiu.


Qin Ruojiu pun mengangkat kepalanya dan tatapan mereka berdua pun bertemu. Kaisar Zhaolie tersenyum lembut ke arahnya seolah sedang menenangkannya.


“Gugup tidak?”


Mendengar kata-katanya yang lembut dan begitu perhatian, hati Qin Ruojiu malah menjadi semakin perih. Dia menundukkan kepalanya dan berkata dengan lembut, “Tidak apa-apa!”


“Jangan takut, ada Kaisar disini, nggak usah takut!”


Qin Ruojiu menganggukkan kepalanya lalu menunduk. Qin Ruojiu merasa berhutang dengannya dan tidak berani melihat ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2