
Hello! Im an artic!
Memasuki aula, Qin Ruchen dengan sopan memberi hormat pada Ibu Suri, dan Ibu Suri langsung bangkit ketika melihatnya. Dengan gemetar Ibu Suri melangkah maju untuk membantu, kemudian dengan penuh kasih sayang merangkul tangannya dan berkata: “Ruchen, anak baik, kemarilah, duduklah di sampingku.” Tanpa penjelasan apapun, Ibu Suri langsung membawa Ye Wushuang untuk mengikutinya.
Zhao Xueyan melihat semua ini dengan cemburu, jarinya yang meremas di sekitar gaunnya itu sudah menunjukkan tanda merah.
Hello! Im an artic!
Para menteri juga tidak menyangka bahwa wanita yang selalu dirumorkan gila dan jahat itu masih terlihat begitu bermartabat dan anggun, benar saja, Ratu adalah Ratu, bahkan setelah pergi ke Istana dingin, temperamennya itu masih tidak bisa dibandingkan dengan wanita biasa. Tapi entah mengapa sang Ratu malah menutupi wajahnya, paras yang dulunya begitu cantik itu merupakan dambaan dari banyak pria di dunia.
Bahkan Ibu Suri juga memandangnya dengan curiga dan berkata: “Ratu Qin, kenapa kamu menutupi wajahmu? Kamu kenapa?”
__ADS_1
Ye Wushuang berdiri dengan tenang di depan Ibu Suri, dirinya tersenyum hingga matanya memicing menjadi 1 garis, keduanya tampak seperti Ibu dan anak yang penuh kasih.
“Wajahku sedikit alergi akhir-akhir ini, jadi aku tidak orang lain melihatnya, mohon Ibu Suri tidak mempermasalahkannya.” Ye Wushuang berkata dengan tenang dan pelan, semua gerak-geriknya begitu alami, sama sekali tidak mempedulikan Ji Xingyun yang raut wajahnya sudah berubah.
Hello! Im an artic!
Ibu suri mengerutkan kening dan berkata: “Istana Zhihua bukanlah tempat yang layak untuk ditinggali, lagipula penyakitmu itu sudah sembuh jadi pindah saja.” Kata Ibu Suri sambil membelai punggung tangan kurus Ye Wushuang, raut wajahnya dipenuhi dengan kasih sayang.
Mata itu begitu jernih dan lembut, membuat orang lain yang melihatnya akan berpikir bahwa wanita ini adalah orang yang lembut dan perhatian.
Teringat kembali pada hari itu wajahnya dipenuhi oleh tampilan mengerikan, kemarahan, kebencian, dan juga keputusasaan, semua itu benar-benar hanya bisa digambarkan dengan kata jelek dan menjijikkan.
__ADS_1
Tapi Qin Ruchen yang sekarang, apa masih bisa dibandingkan dengan dirinya setengah tahun yang lalu? Ji Xingyun yang pemikirannya begitu dalam itu tidak percaya bahwa wanita di hadapannya ini benar-benar jernih dan anggun seperti mata air. Berdasarkan sifat dan juga metode Qin Ruchen, seharusnya Qin Ruchen membenci dirinya. Hanya saja kebencian itu mau tidak mau harus ditekan hanya karena dirinya terpaksa.
Ya, dari awal hingga akhir, dari memasuki Istana hingga saat ini, Qin Ruchen bahkan sama sekali tidak menatap ke arah dirinya, Qin Ruchen pasti memiliki perhitungan lain dalam hatinya.
Inilah kesedihan seorang wanita, begitu mendapatkan rasa suka seorang pria, meskipun dirimu memiliki banyak kekurangan maka pria itu akan tetap mencintaimu dan juga melindungimu seperti sebelumnya. Tapi begitu pria itu membencimu, meragukanmu, maka semua yang kamu lakukan pasti dicurigai memiliki motif tersembunyi.
Pada saat ini, Ye Wushuang tidak memiliki rencana sama sekali, dirinya hanya ingin hidup dengan rendah hati, hanya ingin menggunakan cara yang paling rendah untuk mendapatkan sedikit simpati dari Ibu Suri, kemudian dapat melangkah keluar dari Istana yang begitu menyesakkan ini.
Perjamuan itu baru berakhir ketika waktu menunjukkan pukul 9 malam, Ye Wushuang menemani di sisi Ibu Suri, dirinya memijat bahu Ibu Suri sudah seperti seorang dayang. Dari waktu ke waktu, Ye Wushuang menundukkan kepala dan berbisik pada Ibu Suri, kalimatnya itu sama sekali tidak ada keluhan mengenai penderitaannya di Istana Dingin, juga tidak membicarakan mengenai kesulitannya. Keduanya hanya membicarakan hal-hal menarik di masa lalu, dan juga kejadian ketika Qin Ruchen pertama kali memasuki Istana. Terkadang juga mengungkit Kaisar Qi, Ji Xingyun, tapi bukan Ye Wushuang yang berinisiatif untuk membicarakannya, ketika Ibu Suri sedang membicarakannya, Ye Wushuang hanya mengulas senyum.
Ji Xingyun yang berada di samping terlihat seolah sedang minum untuk dirinya sendiri, tapi sebenarnya dirinya menggunakan segala cara untuk bisa mendengarkan percakapan di antara Ye Wushuang dan Ibu Suri. Dirinya hanya ingin tahu bagaimana wanita ini ingin memenangkan simpati dari Ibu Suri, trik apa yang ingin digunakannya untuk kembali ke Istana.
__ADS_1
Sayangnya setelah Ji Xingyun mendengarkan semuanya, dirinya merasa sedikit kecewa terhadap Ratu Qin. Sejak kapan Qin Ruchen menjadi begitu patuh dan berperilaku baik seperti ini? Bagaimana dengan rencananya? Bagaimana dengan metodenya? Apa Qin Ruchen sudah melupakan semua metode terbaiknya selama melewati hari-hari di Istana Zhihua?