
Hello! Im an artic!
“Min’er, kamu masih kecil, ada banyak masalah orang dewasa yang tidak kamu mengerti.”
Melihat She Jingtian yang tampak begitu cemas dan khawatir, Min’er juga tidak enak hati untuk membantah, Min’er hanya bisa mengerucutkan bibirnya dan berpikir sejenak lalu berkata: “Paman She, aku bisa menjanjikan hal ini padamu, tapi kamu harus menjawab satu pertanyaan dariku.”
Hello! Im an artic!
Melihat akhirnya Min’er akhirnya bersedia menjanjikan hal itu untuknya, She Jingtian tidak bisa menahan senyumnya, seketika kerutan di antara alisnya itu menghilang, dia lalu berkata: “Min’er, katakan saja, Paman She pasti akan menjawabmu.”
“Apa Paman menyukai Kak Wushuang?”
“…”
Ucapan yang begitu tiba-tiba seperti badai petir, membuat She Jingtian tidak tahu harus berbuat apa.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Kalimat ini sering ditanyakan She Jingtian pada dirinya sendiri dalam hati, tapi selama ini dirinya tidak berani memberikan sebuah jawaban yang tegas. Sekarang Min’er bertanya padanya, bagaimana dia harus menjawabnya?
“Kenapa Paman She tidak berbicara? Apa Paman tidak menyukai Kak Wushuang? Jika Paman tidak menyukainya, lalu mengapa Paman ingin Min’er membantu Paman untuk mempertahankannya?”
“Aku menyukainya!” Wajah She Jingtian memerah, setelah beberapa saat akhirnya dia menjawab dengan tegas, seolah-olah dia takut Min’er tidak mempercayainya jadi She Jingtian kembali menambahkan: “Paman She tentu saja menyukainya.”
Kali ini Min’er tersenyum dan berkata: “Baiklah kalau begitu, karena Paman She menyukainya, maka tidak peduli bagaimanapun, Min’er harus menemukan cara untuk mempertahankan Kak Wushuang. Paman She tenang saja, serahkan semuanya padaku.”
Ternyata alasan yang membuat Paman She tidak bahagia dalam beberapa hari terakhir ini adalah Kak Wushuang dan Paman Zhongrong. Baiklah, demi membalas budi atas pengasuhan Paman She selama ini, dirinya pasti akan melakukan yang terbaik.
Seperti yang sudah diduga, di pagi hari, seorang tamu terhormat sudah datang ke Paviliun Zhaixing.
Pangeran Liang mengenakan pakaian mewah berwarna hijau, rambutnya diikat rapi dengan menggunakan mahkota batu giok, tampilannya yang terlihat tampan itu membuat banyak wanita terpesona.
__ADS_1
Saat ini, ketika melihat Min’er yang secantik peri kecil sedang membaca buku dengan serius di kamarnya, Pangeran Liang kemudian merapikan pakaiannya dan menyapanya sambil mengulas senyum.
“Belalang kecil, apa yang sedang kamu baca?”
Mendengar suara Pangeran Liang, Min’er sedikit mengangkat tatapannya dan mengulas senyum polos padanya: “[Biografi Wanita], ini tugas yang diberikan oleh Guru padaku, aku harus menghafal artikel ini.”
“Oh? Benar-benar patuh, tidak disangka belalang kecil sekarang bisa menghafal bacaan seperti ini, kamu benar-benar sudah tumbuh besar.” Setelah Pangeran Liang mengucapkan banyak kalimat pujian, dia kemudian mengelus kepala Min’er dan berkata dengan nada sedikit memohon: “Min’er, ada yang ingin Paman Zhongrong katakan padamu, apa kamu bisa memberi sedikit waktu untukku?”
Min’er mengangkat kepalanya, setelah ragu-ragu sejenak, Min’er akhirnya mengangguk dan berkata: “Baiklah, kalau begitu cepat Paman katakan.”
Fu Zhongrong tersenyum lembut, lalu mengeluarkan sebuah boneka indah berwarna-warni dan berkata: “Min’er, lihatlah, kamu menyukainya atau tidak?”
Min’er tidak memiliki teman atau kerabat sedari kecil, dirinya tumbuh besar bersama boneka-boneka tanah liat seperti ini, jadi mana mungkin dia memiliki alasan untuk tidak menyukainya? Dan lagi boneka ini dibuat dengan sangat indah, Min’er langsung menyukainya dalam sekilas pandang, jika biasanya maka dia sudah akan langsung merebut boneka itu dari tangan Paman Zhongrong. Tapi ketika teringat kembali ucapan Paman She kemarin, Min’er segera menyimpan kembali raut kegembiraan di matanya, menunjukkan raut wajah biasa dan berkata: “Aku tidak menyukainya.”
Kalimat pendek itu membuat Pangeran Liang sedikit terpukul. Dia mengerutkan kening lalu berkata dengan heran: “Kenapa? Apa boneka ini tidak cantik?”
__ADS_1
“Cantik, tapi Min’er sudah tumbuh besar, aku tidak boleh lagi tamak untuk bermain.” Min’er berkata dengan sungguh-sungguh, tampilannya yang nakal di masa lalu benar-benar sudah tidak ada.