
Mendengar itu, kaisar Zhaolie tersenyum sambil mendekatkan mukanya ke arah muka Qin Ruojiu, Qin Ruojiu mengira kaisar mau menciumnya, maka dia langsung mundur satu langkah, “Kaisar, kamu……”
Melihat reaksi yang sangat besar ini, kaisar Zhaolie berkata: “Kenapa, sampai sekarang ini, kamu masih waspada seperti ini dengan aku?”
Muka Qin Ruojiu memerah, dia tidak berani melihat kaisar secara langsung, “Aku tidak berani, tapi……”
Kaisar Zhaolie tersenyum, setiap kali melihat dia ketakutan tapi selalu ditutupinya dan berpura-pura santai, hati dia selalu bergejolak.
Dia berkata: “Lain kali jangan waspada dengan aku lagi bisa tidak? Aku benar-benar tulus dengan kamu!”
Mendengar itu, Qin Ruojiu sedikit terkejut, tapi dia tidak bicara apa-apa. Karena sekarang selain detak jantung dia yang bertambah cepat, dia benar-benar gugup sampai tidak bisa bicara apa-apa.
Pandangan dia seperti rantai yang mengikat dirinya yang membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa.
__ADS_1
Di tengah keadaan yang sedikit tegang seperti ini, kaisar Zhaolie tiba-tiba memainkan rambut Qin Ruojiu, “Tidak bicara? Apakah sangat terharu?”
“……”
“Jiu’er, aku lain kali boleh panggil kamu Jiu’er tidak?” kali ini dia menggigit telinga Qin Ruojiu sambil mengelus-elus badannya.
Badan Qin Ruojiu gemetar, “Jangan.”
Kaisar Zhaolie mengerutkan alisnya, “Kenapa jangan? Jiu’er? Kamu adalah Jiu’er milik aku……”
Dia berteriak dengan pasrah: “Kaisar…… lepaskan aku…… kaisar……”
Kaisar Zhaolie sama sekali tidak peduli, dia hanya tersenyum sambil mengelus-elus rambutnya dan mencium dahinya, “Jiu’er, Jiu’er…… kamu adalah milik aku, seumur hidup kamu hanya bisa menjadi milik aku……”
__ADS_1
Mendengar suara dia yang rendah itu, Qin Ruojiu mengerutkan alisnya, seluruh badannya tidak bisa bergerak. Harus diakui kali ini hati dia juga sedikit terpikat olehnya. Pria ini bisa menjadi kejam seperti iblis dan membuat orang takut. Tapi sekarang dia yang memanggil dan menggoda dirinya seperti ini. Walaupun hati dia terbuat dari besi, dia juga pasti akan kalah dengan kelembutan yang diberikan oleh kaisar Zhaolie ini.
Kaisar Zhaolie mencium telinga Qin Ruojiu, “Jiu’er…… mulai sekarang kamu adalah Jiu’er yang tiada duanya di hati aku……”
Qin Ruojiu yang merasa akan terjadi sesuatu langsung berteriak, “Jangan……”
Penderitaannya di hari itu sampai sekarang masih belum hilang dari pikirannya. Dia tahu kalau kaisar Zhaolie sekarang sangat memerlukan dia, tapi dia……
Melihat ketakutan Qin Ruojiu, kaisar Zhaolie malah memeluk dia erat-erat, “Dengar kata-kata aku, tidak akan sakit, kali ini aku pasti akan sangat hati-hati, aku tidak akan kasar dan membuat kamu sakit seperti dulu.’’
Bab selanjutnya Bab 156 Aku Mau Mendapatkan Hati Kamu
Kali ini Qin Ruojiu merasa dirinya seperti anak kecil yang sedang bersadar di dada dia yang kekar, dia menggerak-gerakkan badannya, terlihat penolakan di kedua matanya, “Jangan, sangat sakit……”
__ADS_1
Kaisar Zhaolie berkata: “Tidak peduli, justru karena takut kamu sakit aku sudah menahannya berhari-hari. Agar kamu tidak cemburu, aku juga sudah tidak pergi ke istana Qingyi dan paviliun Xiaoyang lagi. Memangnya kamu tidak bisa memuaskan aku sebentar!”
pertama kalinya kaisar Zhaolie bicara sehalus ini untuk meminta sesuatu kepada seorang wanita. Walaupun bicaranya lembut, tapi tekad dia tetap kuat.