
Hello! Im an artic!
Menghadapi situasi di mana semua musuh menyerang, entah dari mana keberanian Ye Wushuang berasal, Ye Wushuang memegang kayu yang ada di tangannya dengan erat lalu memukuli musuh yang menyerang diam-diam itu tanpa mempedulikan segalanya. Ye Wushuang bahkan dengan berani berteriak: “Aku akan memukulimu sampai mati, aku akan memukulimu sampai mati… siapa suruh kamu melepaskan panah secara diam-diam, aku akan memukulmu, pukul pukul pukul…”
“Brak brak brak——” Setelah memukuli terus-terusan, kepala pria yang dipukuli itu sudah sampai pusing, seakan terdapat bintang-bintang emas yang berputar di depannya.
Hello! Im an artic!
Adegan seketika menjadi sunyi dikarenakan tindakan Ye Wushuang, semua orang menatap terpaku ke arah wanita cantik tapi ternyata sangat barbar yang ada di hadapan mereka.
Sepertinya tidak ada yang akan mengira bahwa wanita yang lemah dan kurus seperti Ye Wushuang bisa memiliki kekuatan untuk melawan balik dalam adegan berdarah dan menakutkan seperti ini. Dan lagi, dari tindakannya itu bisa dilihat bahwa Ye Wushuang bukanlah orang yang mudah untuk diprovokasi.
Ji Xingfeng dan Su Qianhya di saat bersamaan juga menghela nafas panjang. Sepertinya Ye Wushuang tidak selemah dan tidak berdaya seperti yang mereka bayangkan, di saat kritis, berdasarkan pada keberanian itu saja sudah bisa membuat orang lain kagum padanya.
Itu hanya sesaat saja, para pembunuh sama sekali tidak menyerah dan melanjutkan pertarungan. Suara benturan dari senjata tajam terdengar di telinga, darah segar juga mengalir di depan mata.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Yuya menutupi kepalanya dan tidak berani melihat lagi, jika tidak maka dirinya akan pingsan dikarenakan ketakutan.
Sedangkan pria yang dipukuli habis-habisan oleh Ye Wushuang sudah sedikit terjaga. Pada saat ini, tujuannya sudah bukan lagi Su Qianhua dan Ji Xingfeng, tapi dia malah menatap Ye Wushuang dengan kejam.
Sepasang mata yang memerah seperti darah itu menatapnya lekat sudah seperti seekor serigala atau macan tutul yang lapar yang sedang menatap sepotong daging segar. Tampilan kejam dan dingin itu seakan ingin menelannya hidup-hidup.
“Jangan mendekat…” Tidak dapat disangkal bahwa Ye Wushuang benar-benar membuat marah pihak lain. Membiarkan seorang wanita memukulinya seperti itu, jika tidak membalas dendam, maka sudah pasti dirinya akan ditertawakan oleh rekannya ketika kembali.
Teriakan menusuk hati Ye Wushuang masih tidak bisa menahan serangan sengit dari pihak lawan. Pada saat itu, mata jernih Ye Wushuang yang tertegun dengan jelas melihat pedang dingin pihak lain sudah akan mengenai dirinya. Kematian begitu dekat dengannya, Ye Wushuang ingin mundur, tapi dirinya malah tersandung dan jatuh dengan mengenaskan dikarenakan puing-puing yang ada di bawah meja, meskipun Ye Wushuang lolos dari serangan fatal dari pihak lawan, tapi lengan putihnya malah terasa dingin.
Rasa sakit dan dingin membungkusnya di saat bersamaan, Ye wushuang mendengus pelan dan menggigit bibir merahnya dengan erat. Melihat pihak lain memicingkan matanya dengan kejam, Ye Wushuang sudah bersiap untuk mengucapkan selamat tinggal.
Ji Xingfeng mengangkat pedangnya dan langsung menebaskannya ke leher pihak lawan. Kepala pria itu berputar dengan aneh, matanya membelalak dengan tidak percaya, jejak darah langsung mengalir dengan deras ke bawah. Di bawah kondisi tidak mengetahui kematiannya sendiri dengan jelas, tubuh pria itu langsung terjatuh ke lantai.
__ADS_1
Ye Wushuang melihat adegan itu, nafasnya bahkan berubah menjadi sesak, raut wajahnya menjadi sangat pucat.
“Qianhua, cepat bawa Ye Wushuang pergi, aku akan menangani mereka.”
“Pangeran, kamu pergilah, aku saja yang menangani mereka.” Su Qianhua tahu bahwa orang yang tinggal di sini sudah pasti berada dalam bahaya. Oleh karena itu, dirinya tidak mungkin meninggalkan Pangeran Ping.
Pangeran Ping meliriknya sekilas lalu berkata dengan marah: “Jangan berkata omong kosong, bagaimana mungkin aku bisa tenang jika kamu yang tinggal di sini untuk menangani mereka.”
“Pangeran…” Memang benar bahwa seni bela diri milik Su Qianhua bisa dikatakan lumayan jika dibandingkan dengan orang-orang ini, tapi jika dibandingkan dengan Ji Xingfeng, maka kemampuannya masih berbeda cukup jauh.
“Pergi!”
Ji Xingfeng berteriak kencang, sekali lagi menghabisi dua orang jahat dari pihak lain. Meski gerakan Ji Xingfeng masih sangat berani dan ganas seperti sebelumnya, tapi bisa dilihat bahwa Ji Xingfeng sudah lelah.
Su Qianhua dengan lugas menangani “masalah” yang ada di tangannya, dengan kesulitan menatap ke arah Ye Wushuang yang tergeletak di lantai, lengan putih Ye Wushuang sudah berlumuran darah. Ye Wushuang berbaring dengan tenang di lantai, sama sekali tidak bergerak, raut wajahnya benar-benar sangat pucat hingga terlihat begitu transparan. Seolah-olah Ye Wushuang akan hancur jika dirinya mengulurkan tangan untuk menyentuhnya.
__ADS_1