
Setelah melihat Lu’Er keluar, Qin Ruojiu baru menyimpan kembali senyuman lembut yang dipaksakannya tadi. Wajahnya terlihat dingin dan tatapannya tertuju pada pemandangan yang ada di luar jendela. Lalu dia tersenyum dingin. Senyuman kali ini terlihat sedikit gila dan membawa perasaan yang penuh dengan rasa sedih, pasrah, kecewa dan tidak berdaya.
Ini adalah senyuman yang tidak akan dia tunjukkan di depan orang, ini adalah perasaan pasrah yang tidak akan terlihat oleh orang lain dan ini adalah rasa sedih yang tidak pernah ia tunjukkan di depan orang.
Dia membunuh anaknya dengan tangannya sendiri, dia dibuat serba salah oleh suaminya sendiri ,sampai akhirnya memilih untuk melakukan hal itu. Apakah dia masih bisa bertahan hidup dengan tenang?
Kemudian, dia pun berusaha turun dari kasurnya dengan sebuah terusan yang tipis yang ia kenakan. Lalu ia duduk di depan cermin kaca dengan tegak dan tersenyum dingin melihat wajahnya yang ada di dalam cermin.
Sejak ia dilahirkan, karena orang-orang selalu menganggapnya jelek, dan wajahnya selalu ditutupi cadar, dia tidak mendandani dirinya seperti wanita biasa pada umumnya.
Setelah dia meninggal, bukannya dia harus mendandani dirinya secantik bunga yang sedang bermekaran untuk memperbaiki penyesalan terbesar di dalam hidupnya itu?
Di depan cermin, wajahnya itu terlihat cantik tiada tara, lalu dia pun tersenyum pahit ke arah cermin itu.
Kedua matanya itu terlihat jernih dan bersinar bagaikan cahaya bulan. Tetapi di dalam matanya itu ada rasa sedih yang sangat dalam. Tatapan sedih itu dapat membuat setiap orang yang melihatnya, akan merasa kasihan dan Ikut bersedih.
Lalu dia pun mengoles bedak merah muda di pipinya yang pucat dan membubuhkan pemerah di bibirnya yang pucat itu.
Dia terlahir sebagai wanita yang hebat dan memiliki paras yang sempurna, tetapi sayangnya dia tidak memiliki nasib yang bagus. Tuhan tidak adil padanya dan membiarkan dia hidup menderita seperti ini. Mungkin mati adalah jalan yang terbaik baginya untuk terlepas dari semua penderitaan ini.
__ADS_1
Lalu dia berdiri dari depan cermin itu. Dia tidak mengenakan sandal dan berjalan dengan kaki telanjang. Rasa dingin di kakinya yang dia rasakan itu seolah bisa menjadi pertanda kalau dia masih hidup.
Xiao Huan dan Yan’Er yang sedang menjaga di depan pintu, sudah tertidur pulas.
Qin Ruojiu melihat ke arah mereka lalu menghela nafas dan berjalan pergi.
Wajahnya terlihat pucat bagaikan salju. Dengan perasaan sedih dan kecewa yang dia rasakan itu, dia terus berjalan pergi meninggalkan istana.
Ya, akan pergi dari sini, dari istana yang bagai neraka ini.
Paling tidak Kaisar Zhaolie tidak bisa menyiksa orang yang tidak bersalah karena dirinya lagi.
Ketika Kaisar Zhaolie dan Lu’Er datang dengan tergesa-gesa, mereka melihat Xiao Huan dan Yan’Er yang sudah tertidur nyenyak di depan pintu kamar.
Kaisar Zhaolie tidak banyak berbicara dan langsung berjalan ke hadapan mereka. Melihat kondisi seperti itu, Lu’Er pun langsung membangunkan Xiao Huan dan Yan’Er.
Ketika mereka berdua sedang menggosok-gosok mata mereka dan membuka mata, mereka pun terkejut melihat Kaisar Zhaolie yang ada di depannya. Wajah mereka berdua pun langsung pucat dalam seketika.
“Duk dak duk dak ….” Mereka pun langsung berlutut di depan Kaisar, “Kaisar, maafkan kami, kami pantas dihukum, kami pantas mati ….”
__ADS_1
Kaisar Zhaolie tidak peduli dengan mereka berdua yang sedang berlutut di atas lantai. Dia langsung melihat ke arah kamar.
Pelayan wanita itu mengatakan bahwa wanita iblis tersebut sudah bangun, berarti sekarang ia sudah bisa membuat perhitungan dengan wanita jahat itu, bukan?
“Permaisuri kalian mana?” Kaisar Zhaolie pun berkata dengan nada dingin dan tatapan mata yang tidak bersahabat. Di belakangan ada beberapa pengawal yang membawa lampu untuk menerangi jalan.
Xiao Huan gemetaran sambil menunjuk ke arah pintu kamar dan berkata dengan nada kecil, “Kaisar, Permaisuri ada di dalam.”
“Kalian jaga di depan dulu, biar aku yang masuk!”
“Baik!”
Setelah selesai berbicara, Kaisar Zhaolie pun mengangkat kedua tangannya dan membuka pintu, lalu masuk ke dalam kamar itu.
Dia sudah memikirkan segala cara untuk memberikan hukuman pada wanita ini.
Wanita ini membunuh anaknya. Dia mau membuat wanita itu melihat wajahnya yang menyeramkan ketika ia terbangun. Tetapi, dia tidak menyangka, ternyata dia tidak melihat wanita itu di dalam kamarnya.
Di kasur itu, hanya ada selimut yang berantakan ada sebuah lilin, tetapi di dalam kamar itu tidak ada siapa-siapa.
__ADS_1