
Hello! Im an artic!
“Kamu takut?” Ye Wushuang bertanya dengan lembut, di saat bersamaan juga menyesali apa yang baru saja dia lakukan. Anak ini masih kecil, kalau dia sampai melihat wajah buruknya, bagaimana kalau anak ini nantinya takut padanya? Fakta kalau wajahnya rusak, dia bisa menerimanya. Tapi anak ini… hatinya begitu polos dan indah, Ye Wushuang takut anak ini akan menolak dan jijik pada dirinya.
Tentu saja, semua pemikiran menyimpang dari kenyataan. Shangguan Min’er tidak mundur ketakutan, tidak melarikan diri dengan panik. Setelah beberapa saat tertegun, tiba-tiba dia mengangkat tangan lembutnya dan menyentuh lukanya Ye Wushuang. Matanya yang jernih itu tampak pengertian, “Apakah masih sakit?”
Hello! Im an artic!
Hanya tiga kata yang pendek, tapi dapat menghangatkan hati Ye Wushuang bagaikan sinar mentari. Kata-kata yang terdengar agak kekanakan bagaikan obat terbaik di dunia. Dalam sekejap, matanya menjadi merah dan Ye Wushuang berkata dengan tercekat, “Sudah lama tidak sakit.”
“Bagaimana dengan orang yang menjahatimu?”
“Dia akan mendapatkan balasannya.”
“Maaf…”
Hello! Im an artic!
__ADS_1
Setelah mendengarkan ini, tiba-tiba si kecil meminta maaf dan tampak sangat menyedihkan.
“Kenapa meminta maaf?”
“Karena dulu aku selalu memarahi kamu dan ngambek padamu.”
“Tidak masalah, kenapa kamu merasa aku ini menyedihkan?” Saat Ye Wushuang berkata begitu, dia tersenyum getir, “meski aku memang menyedihkan, tapi aku tidak butuh dikasihani oleh bocah kecil sepertimu.”
“Tidak, Wushuang. Bolehkah aku memanggilmu Kak Wushuang?”
“Boleh.”
“Rahasia apa?”
Si kecil berbicara sambil mengangkat tinggi-tinggi roknya, memperlihatkan betisnya yang putih. Dia berkata dengan nada sedih, “Kakiku pernah terluka saat aku kecil, sedikit pincang saat aku berlari.”
Ye Wushuang yang sudah lama tahu kebenaran ini, berpura-pura terkejut dan berkata, “Benarkah? Masa? Kenapa aku tidak menyadarinya setelah begitu lama berteman dengan Nona? Pasti hanya masalah kecil, selama tidak dikatakan, tidak akan ada yang tahu.” Ye Wushuang yang tersenyum terpaksa itu mana mungkin tidak mengerti, si kecil tiba-tiba mengatakan rahasia terdalam di hatinya, tidak lebih untuk menghibur Ye Wushuang karena kecacatan di wajahnya.
__ADS_1
“Kak Wushuang, setelah wajahmu terluka, apakah kamu sering ditertawakan?”
“Tidak masalah. Semua orang memiliki kekurangan. Kalau kamu hanya menertawakan orang lain, maka orang itulah yang paling menyedihkan. Kita harus belajar untuk mengubah pola pikir kita, karena Tuhan itu adil. Setelah mengambil satu hal darimu, dia akan memberikan hal yang lain. Misalnya, meski kamu kehilangan orang tua, tapi kamu memiliki Tuan Penguasa Kota yang tulus menjaga kamu.”
“Benar, ucapan Kak Wushuang benar. Dulu kaki dan tanganku kurang baik, selalu ditertawakan oleh pelayan. Karena itulah aku membenci mereka, tidak mau dilayani oleh mereka. Kalau Paman lebih cepat menemukan kamu untuk menemani aku, pasti aku tidak akan jadi seperti ini.”
“Sekarang juga masih sempat diubah.”
“Benarkah? Sekarang masih sempat? Tapi di Kastil Wuyou ini, selain Paman She, tidak ada yang menyukaiku. Sering kali aku diam-diam mendengar orang-orang membicarakan aku di belakang.”
“Bibi Hua menyukaimu, Paman Long menyukaiku, aku juga menyukaimu. Ada begitu banyak orang yang menyukai dan menyayangimu. Orang lain sudah tidak penting lagi, kan?”
“Iya!”
……
Hari ini, Ye Wushuang dan Shangguan Min’er akhirnya membangun perasaan yang sesungguhnya.
__ADS_1
Tak ada lagi penghalang di antara keduanya, baik karena memiliki kesedihan yang sama, atau karena kebaikan satu sama lainnya. Meski usia mereka terpaut jauh, tapi mereka merasa senasib sepenanggungan, dan memperlakukan satu sama lainnya dengan tulus.