
“Liqing, apakah ini kamu?” tiba-tiba mata hitam dia mengeluarkan cahaya yang sangat terang. Dia menggenggam tangan Qin Ruojiu dan diletakkan di dadanya.
Ya, ada suatu saat Qin Ruojiu melihat mata hitam dia berwarna biru pudar seperti lautan biru, matanya itu bisa membuat banyak wanita mabuk kepayang, tapi sayangnya dia memanggil nama orang lain.
Liqing, Liqing itu siapa?
Kesadaran dia tiba-tiba menjadi pulih seperti disiram oleh air dingin, rasa dingin yang tidak bisa ditahan itu dirasakan di kedua tangan dan kakinya.
Dia berkata: “Kaisar, aku bukan Liqing!” dia menarik tangannya dari dada kaisar dan menatapnya dengan sedih.
Di saat ini kaisar Zhaolie yang sudah sedikit sadar sudah tahu orang di depannya ini bukanlah orang yang ada di dalam bayangannya itu. Maka muka dia juga menjadi datar dan kembali menjadi biasa.
Melihat cahaya di mata kaisar sudah menghilang, Qin Ruojiu memberanikan diri untuk bertanya: “Kaisar menganggap aku jadi siapa?”
__ADS_1
Mendengar itu, kaisar Zhaolie menatap dia dengan dingin, “Tidak, tidak ada siapapun yang bisa menggantikan dia di dunia ini.”
Setelah bicara, dia membelakangi Qin Ruojiu, “Sudah malam, kamu sudah harus tidur.”
“Baik!” Qin Ruojiu tahu dirinya tidak boleh tanya lagi, pria ini sangat bahaya, jadi dia tidak boleh melewati garis batas dia. Walaupun dia tidak bisa membaca pikirannya, tapi dia juga tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukannya. Berada di sebelah dia, Qin Ruojiu harus waspada setiap saat, karena kaisar ini sangat ganas seperti macan.
Suasana kembali menjadi hening, selain terdengar suara serangga dari luar jendela, di dalam kamar ini hanya terdengar nafas dari dua orang di atas ranjang ini.
Jelas-jelas belum tidur, tapi dia masih berpura-pura sudah tidur.
Dia menutup matanya, tapi dia bisa merasakan perutnya sedang ditimpa oleh sesuatu yang keras.
Dia tidak berani bergerak, dia hanya bisa tidur karena takut kalau bergerak sedikit akan membuat orang di sebelahnya ini menjadi liar dan gila.
__ADS_1
Di hari berikutnya.
Cuaca sejuk, di atas langit yang biru terdapat banyak awan yang putih.
Qin Ruojiu yang sudah bangun beberapa saat melihat pemandangan di luar jendela. Mengingat kejadian kemarin malam seperti sebuah mimpi……
Dia tidak tidur dengan baik semalalaman karena takut mengganggu dia dan akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Tapi akhirnya dia berhasil melewati itu semua. Dia seharusnya senang, tapi dia selalu mengingat kaisar menatap dirinya dan memanggil nama “Liqing”.
Liqing, Liqing…… dia sebenarnya siapa?
Xiao Huan masuk ke dalam melihat permaisuri yang sedang melamun, dia meletakkan baju baru dan peralatan mandinya di sebelah lalu berjalan ke arahnya.
__ADS_1
“Permaisuri, kamu sedang berpikir apa, sudah saatnya dandan.” beberapa hari ini kaisar sangat baik terhadap permaisuri, setiap malam selalu datang melihat dia, sesekali kalau siang ada waktu kosong juga pasti akan datang. Ini membuat orang lain sangat iri, selir lain juga sudah sangat cemburu.
Karena hal ini, status Xiao Huan dan Yan’er di antara para dayang juga menjadi tinggi sedikit. Wang Gonggong, Li Gonggong, Zhang Gongong yang dulu bicaranya selalu sinis kepada mereka, sekarang juga menjadi ramah kalau bertemu dengan mereka..