Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 421 Aku Akan Memakaikannya Untukmu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tiba-tiba Bei Fengchen mengguncang pergelangan tangannya, jendela itu langsung tertutup tanpa adanya hembusan angin. Itu bukan karena Bei Fengchen takut paras Leng Bingixn akan dilihat oleh orang lain, tapi karena Bei Fenchen takut angin kencang bisa dengan tidak sengaja menerbangkan Leng Bingxin yang sudah begitu rapuh dan pucat.


Melihat kehampaan dan kesedihan di mata Leng Bingxin, Bei Fengchen perlahan-lahan mengulurkan tangannya, cahaya biru yang sejuk berkilauan di tangannya, kemudian Bei Fengchen membelai kening Leng Bingxin dengan perlahan lalu menjatuhkan jari putih dan rampingnya itu ke tangan dingin milik Leng Bingxin, angin berhembus dan kain itu jatuh ke tangannya.


Hello! Im an artic!


Bei Fengchen mencengkeramnya dengan kuat, mencoba untuk mengendalikan emosinya agar bisa kembali tenang dan berkata: “Pakailah, lukanya akan segera sembuh, nanti kamu bisa melepaskannya.”


Leng Bingxin tidak berbicara, hanya menolehkan kepalanya ke luar jendela dan bernapas dalam diam.


Hanya seperti itu, wajah Leng Bingxin yang tertutup salep yang terlihat mengerikan itu terpampang di penglihatan Bei Fengchen. Pada saat ini, Bei Fengchen tidak terlihat ngeri dan takut layaknya reaksi yang ditunjukkan oleh orang lain. Sebaliknya, dia malah mendekatkan kepalanya, dengan lembut meniup luka di wajah Leng Bingxin, ada jejak rasa sakit yang terlintas di hatinya.


Siapa yang bisa mengukir bekas luka di wajah yang begitu memikat? Siapa yang bisa meninggalkan rasa sakit yang begitu dalam hingga tidak bisa diungkapkan di dalam hati seorang wanita yang begitu lemah?

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Bei Fengchen berkata: “Aku akan memakaikannya untukmu!”


Bei Fengchen dengan lembut menarik leher Leng Bingxin, merapikan rambut hitam legamnya itu ke belakang telinganya, mendekatkan wajahnya dengan pelan di dadanya lalu memasangkan pengait kain itu di antara rambutnya, Bei Fengchen tidak langsung melepaskan Leng Bingxin, tapi memejamkan matanya dan mengambil nafas pelan, mencium aroma tubuh Leng Bingxin yang menyegarkan, ada semacam dorongan yang tak terkendali dalam dirinya.


Untungnya pada saat ini Leng Bingxin menyadari detak jantung Bei Fengchen yang tidak teratur, Leng Bingxin menjulurkan kepalanya dari dadanya tepat waktu.


Saat ini, kain itu sudah menutupi wajah Leng Bingxin dan hanya menunjukkan sepasang matanya.


Sepasang mata itu tidak menatap Bei Fengchen, Leng Bingxin membuka tirai dan menatap langit biru di luar jendela.


Bei Fengchen berkata: “Apa kamu menyukai warna biru?”


Leng Bingxin mengangguk, ekspresinya terlihat lebih melankolis.

__ADS_1


Bei Fengchen bertanya: “Kenapa?”


Leng Bingxin berkata: “Biru itu seperti kebebasan, tidak terkekang, apa kamu tidak merasa itu membuat orang merasa sangat hangat?”


Bei Fengchen terkejut, dengan samar melihat sekilas pada wajah Leng Bingxin, kain hijau sudah menutupi wajahnya tapi malah menunjukkan sejenis kecantikan yang berbeda. Ketika angin berhembus, kain berwarna hijau itu sudah seperti daun gugur yang tidak bisa jatuh, samar-samar menguraikan garis-garis tipis, samar-samar terkadang terlihat dan tidak, tidak bisa dilihat dengan jelas, tidak bisa diungkapkan dengan jelas, yang terlihat di penglihatannya itu sudah seperti kabut yang membumbung naik di lembah, berwujud tapi tidak bisa disentuh.


Ya, Leng Bingxin yang tertutup kain hijau sudah tidak lagi memiliki ketajaman dan keganasan, dia sudah seperti sinar bulan yang tertutup oleh awan, tersembunyi, jelas-jelas ada di hadapannya tapi terasa begitu jauh dari jangkauan.


Sinar matahari menembus jendela, rambut hitam kelam milik Leng Bingxin terlihat berkilau, tergerai melewati pinggang dan jatuh di pergelangan kakinya, angin yang berhembus melewati sisi tubuhnya dan sedikit mengangkat untaian rambut itu, seolah-olah rambutnya itu terangkat dan melewati tubuhnya.


Ada sejenis kecantikan yang bukan milik dunia, tapi merupakan milik Leng Bingxin.


Setelah kembali ke Istana, Leng Bingxin terus tinggal di Paviliun Mufang miliknya.


Hidupnya dilewati dengan sangat tenang, perbedaan antara Leng Bingxin dan pelayan yang ada di Istana adalah dirinya tidak perlu melakukan apapun setiap hari.

__ADS_1


Meskipun semua orang tidak tahu apa identitas wanita jelek bercadar ini dan mengapa Pangeran memberinya rumah terpisah, tapi semua orang tahu bahwa wanita ini bukanlah orang yang mampu disinggung oleh mereka.


Para pelayan terkadang menghindarinya tapi secara diam-diam mereka juga terus menggosipkannya.


__ADS_2