Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 500 Kamu Pasti Bisa Pergi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Dekrit Kaisar mengatakan: Pelayan Pangeran Xiang, Leng Bingxin, dikarenakan memiliki kecantikan tiada tara dan juga penampilan yang lembut serta berbudi luhur, dia telah memenangkan hati Kaisar, sekarang Leng Bingxin dinobatkan menjadi Selir Bijak, mulai hari ini akan menemani dan membantu Kaisar untuk memimpin dunia dan memberikan kontribusi pada Negara. Kenapa kamu masih tidak bergegas menyembah dan berterima kasih?”


Kata-kata tajam Kasim itu diucapkan, Leng Bingxin seakan masih terjatuh ke dalam kabut. Melihat ke sekeliling dengan hampa, senyum yang terulas di sudut bibirnya itu benar-benar merupakan ironi yang sangat dingin dan tak berujung.


Hello! Im an artic!


Setelah itu, Leng Bingxin memiringkan kepalanya dan menatap pria yang mengenakan jubah perak yang berada di sebelah kirinya, raut wajahnya menjadi semakin canggung. Mata hitam pria itu dipenuhi dengan pergumulan, amarah, kesabaran, tapi yang paling banyak terlihat adalah ketidakberdayaan.


Setelah Kasim tua itu sekali lagi berkata dengan kencang, Bei Fengchen hanya bisa menunduk dan bersujud untuk berterima kasih: “Aku bersujud untuk berterima kasih pada Kaisar, semoga Kaisar panjang umur!”


Leng Bingxin menggerakkan bibir merahnya dengan lembut, kemudian suara nyaring dari para pelayan di belakangnya terdengar, suaranya sendiri sudah lama tenggelam di antara suara-suara itu. Atau bisa dikatakan, Leng Bingxin sama sekali tidak mengucapkan ucapan terima kasih, baginya, ini bukan anugrah Kaisar, tapi merupakan sebuah penindasan yang kembali membuka lukanya.


Kasim tua itu mendengus dingin lalu melangkah ke depan dengan ankuh, meningatkan Leng Bingxin dan memintanya untuk membersihkan diri lebih dulu, nanti akan ada seseorang yang akan secara pribadi datang untuk menjemput dan mengantarnya.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Leng Bingxin memegang dekrit Kaisar di tangannya dengan erat, setelah mencibir dingin, Leng Bingxin hanya bisa mengangkat kepalanya dengan hampa, menatap Bei Fengchen dengan hampa, meskipun wajahnya pucat seperti kertas, tapi keputusasaan dan rasa sakit di tatapan matanya itu perlahan berubah menjadi begitu tenang, Leng Bingxin berkata dengan suara rendah dan serak: “Aku sudah pernah berkata, sejak aku memasuki tempat ini, kebebasan sudah menjauh dariku. Ini akan menjadi sangkar lain yang mengurungku, aku tidak akan bisa pergi seumur hidup.”


Ketika kata-kata itu selesai diucapkan, Bei Fengchen mengabaikan pandangan aneh milik orang lain, dia langsung bangkit dan memeluk Leng Bingxin dengan erat, seakan ingin menyampaikan semua kehangatan di dunia padanya, untuk menghilangkan semua rasa dingin di tatapan mata dan juga dasar hatinya itu.


“Bingxin, kamu tenang saja, aku sudah berjanji kepadamu bahwa aku akan melepaskanmu pergi, kamu pasti bisa pergi.”


Leng Bingxin tertawa, nada suaranya itu sudah sedingin es.


“Aku tidak percaya, aku akan mengirimmu keluar dari Istana sekarang, nantinya aku sendiri yang akan menemuinya secara langsung.”


Mengirimnya keluar dari istana? Leng Bingxin tertegun dan tiba-tiba mendongakkan tatapannya. Dari tatapan cemas dan keengganannya milik Bei Fengchen, Leng Bingxin melihat bahwa Bei Fengchen mengkhawatirkan dirinya.


Apa itu benar? Apa kali ini benar? Apa Bei Fengchen sedang mengkhawatirkan dirinya?

__ADS_1


Mendorongnya ke sisi Kaisar Zhaolie, bukankah itu adalah hal yang dipikirkannya? Mengapa Bei Fengchen begitu cemas dan takut ketika hari seperti ini benar-benar datang?


“Apa kamu benar-benar akan mengirimku pergi?”


“Ini satu-satunya hal yang bisa kulakukan untukmu.” Bei Fengchen berkata dengan ekspresi hangat di wajahnya.


Leng Bingxin malah menjadi panik, ekspresi terkejut dan tidak percaya terlintas di tatapan matanya: “Jika kamu benar-benar mengirimku pergi, dia pasti akan mengamuk padamu. Nantinya, pihak Negara Beifeng akan…”


“Bahkan meski begitu, aku juga tidak bisa mengingkar janjiku padamu.”


“Lepaskan tanganmu, sebenarnya aku tidak pantas diperlakukan seperti ini olehmu, aku hanya wanita rendah. Kamu, masa depanmu itu tidak terbatas, kamu akan menjadi pemimpin di masa depan, demi seseorang sepertiku lalu merusak segalanya, itu sama sekali tidak layak!” Pada saat ini, Leng Bingxin sangat panik, di saat bersamaan juga mengkhawatirkan pria di hadapannya ini. Kemarin Leng Bingxin memaki pria ini karena tidak memiliki hati, tapi tidak disangka hari ini, pria yang tampan dan lembut ini benar-benar rela menyerahkan semua yang telah direncanakannya hanya demi dirinya.


Sebenarnya untuk apa?


Apa mungkin pria ini benar-benar memiliki perasaan terhadap dirinya? Leng Bingxin mendongak dengan terkejut, bertemu dengan tatapan mata hitam yang penuh kasih sayang dan kecemasan. Dalam sekejap, ada semacam kasih sayang yang tidak perlu diungkapkan, Leng Bingxin seakan sudah paham.

__ADS_1


__ADS_2