Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 120 Tidak Ada Teman Yang Selamanya


__ADS_3

Qin Ruojiu tahu Zhao Yuanran yang terlihat lemah tidak berdaya ini sebenarnya adalah seorang wanita yang kuat. Demi orang yang mau dia lindungi, dia pasti akan berusaha sekuat tenaganya untuk melakukannya. Anaknya itu adalah hal yang sangat penting baginya, bahkan lebih penting dari hidupnya sendiri. Waktu itu dia bisa berbuat seperti itu karena dia juga dalam masa sedih. Meskipun dari awal dia sudah tidak menganggap masalah ini di dalam hatinya, tetapi setelah kejadian itu, di antara dia dan Zhao Yuanran ada sebuah tembok yang memisahkan mereka.


“Baiklah, asalkan kamu sudah mengerti saja sudah cukup. Kita tidak usah mempersoalkan masalah yang sudah berlalu. Itu tidak bagus untuk siapa pun.”


Zhao Yuanran pun terlihat senang dan bertanya dengan lembut, “Kalau begitu, kamu tidak akan memusuhiku lagi kan? Kamu sudah maafin aku kan?”


Qin Ruojiu hanya menganggukkan kepalanya dan tidak mengatakan apa-apa. Kadang kala, ada kata-kata yang lebih bagus dipendam selamanya di dalam hati. Seperti apa yang pernah dikatakan ayahnya padanya. Di dalam istana, tidak ada teman yang selamanya. Hanya ada pertarungan untuk mendapatkan keuntungan.


Melihat Qin Ruojiu yang sudah memaafkannya, Zhao Yuanran pun terlihat begitu ceria dan langsung menggenggam tangannya sambil ngobrol dengannya.

__ADS_1


Kemudian, dia mengalihkan pembicaraan mereka ke arah Selir Lan. Ketika membahas tentang Selir Lan, dia tersenyum dingin dan berkata, “Rasain wanita itu, sekarang kalau teringat dia mencelakai anakku sampai mati, lalu membiarkan kakak menderita seperti itu. Kalau di mati beribu-ribu kali itu pun memang pantas untuknya.”


Qin Ruojiu pun melihat Zhao Yuanran yang menggertakkan giginya dan ekspresi kesalnya yang hendak menelan Selir Lan hidup-hidup. Ekspresinya itu membuat orang yang melihatnya sedikit ketakutan.


Qin Ruojiu pun mengeluarkan tangannya dari genggaman Zhao Yuanran dengan perlahan lalu berkata, “Adik Yuanran, sekarang Selir Lan masih hidup atau sudah mati pun masih nggak ada orang yang tahu, kenapa kamu masih memikirkan tentang dia? Dia, pasti juga sudah menyesali perbuatannya, penderitaan yang dia rasakan pasti tidak beda banyak dengan kita.”


Zhao Yuanran pun tertawa dingin dan berkata, “Kakak, hati kamu itu terlalu lembut, kamu ini terlalu baik hati. Tapi, aku cuman dengar-dengar katanya demi kamu Kaisar Zhaolie menyingkirkan Selir Lan, apakah hal itu benar-benar ada?”


“Benarkah?” Zhao Yuanran pun sedikit curiga. Bagaimanapun juga Selir Lan itu adalah selir yang paling disayang oleh Kaisar Zhaolie. Kalau saja Kaisar Zhaolie benar-benar melakukan hal itu demi wanita yang ada di depannya ini, bukannya itu sangat aneh? Kaisar Zhaolie bukannya sangat benci dengannya? Kenapa belakangan ini dia berubah menjadi baik padanya, sampai-sampai semua orang pun merasa sepertinya Kaisar Zhaolie mau menjadinya sebagai ratu?

__ADS_1


“En!” Walaupun dia tidak tahu apa yang sedang dipikirkan Zhao Yuanran di dalam hatinya, tetapi dia tetap menjawabnya dengan yakin.


Saat ini Zhao Yuanran sepertinya masih belum puas dan dia lanjut bertanya, “Kakak, dua hari ini Kaisar Zhaolie tinggal di tempat kamu yah?”


Setelah mendengar pertanyaan itu, wajah Qin Ruojiu pun langsung memerah dan dia pun melihat ke arah lain dan tidak berani langsung melihat ke arah Zhao Yuanran.


Melihat tatapan mata Qin Ruojiu yang terlihat rumit dan tidak biasa, Zhao Yuanran sepertinya tahu akan sesuatu.


“Adik Yuanran, memang benar Kaisar Zhaolie datang ke tempat aku, tetapi kalian jangan salah paham. Dia datang bukan karena dia perhatian sama aku, tetapi karena ada alasan lain!”

__ADS_1


Perlahan-lahan, Qin Ruojiu mulai tahu apa tujuan Zhao Yuanran datang mencarinya hari ini. Dia pasti ingin tahu bagaimana sikap Kaisar Zhaolie terhadap dirinya. Tetapi Qin Ruojiu tidak ingin masuk dalam pertempurannya dan hanya memberitahukannya secara berkenan. Dia bukan orang yang diinginkan oleh Kaisar Zhaolie.


“En? Benarkah? Kaisar Zhaolie datang mencarimu, ini adalah kabar baik, emangnya masih ada alasan lain? Zhao Yuanran bertanya dengan rasa tidak percaya.


__ADS_2