
Beberapa saat setelah Kaisar Zhaolie pergi bersama dengan pelayan istana, Zuo’er, Qin Ruojiu juga bergegas mengganti pakaiannya dan bergegas beres-beres.
Dia bergegas memanggil Lu’er, Yan’er, dan yang lain, cahaya di kamar bersinar seperti perasaannya sekarang yang tidak tenang.
Dengan cadar hitam itu, meskipun cahaya di sekitar sangat terang, tapi terlihat seperti ada lingkaran cahaya, berbinar di matanya yang berkaca-kaca.
Dia menatapi Lu’er dengan serius, lalu memerintahkan dengan suara kecil, nada bicaranya sangat tenang.
Dia berkata: “Lu’er, kalian cepat panggil Pangeran ke-9 datang ke sini, beritahu dia harus segera pergi, Kaisar tidak menghadiri acara pernikahan anak Liuyuan. Walaupun dia pergi Istana Qingyi, tapi tidak menjamin malam ini dia tidak akan kembali.”
Ekspresinya yang tenang dan serius membuat kedua wanita itu terkejut. Saat dia ingin mendorong mereka, Lu’er langsung tersenyum dan berkata: “Madam, jangan cemas, saat Kaisar keluar, aku sudah melihatnya. Barusan aku sendiri sudah pergi memberitahukan Pangeran ke-9, secara logika, Pangeran ke-9 seharusnya akan segera datang.”
__ADS_1
Mendengar itu, Qin Ruojiu langsung bersemangat dan berkata dengan senang: “Ternyata kamu sudah memberitahukan Pangeran ke-9?”
Lu’er menganggukkan kepalanya.
Dia menatapnya dengan penuh kagum, tapi Lu’er masih merasa khawatir dan cemas untuknya.
Kemudian, dia berkata: “Sudahlah, segera bersiap, kita akan pergi dari sini. Oh iya, jangan terlalu berisik.”
“Tenang saja madam, kita sudah selesai bersiap, asalkan Pangeran ke-9 datang, kita sudah bisa pergi.”
Yan’er melihat madam gugup, bergegas bangkit berdiri dan menjelaskan: “Madam, jangan khawatir, mungkin dia salah makan barusan berkata kepadaku dia pergi ke kamar kecil.”
__ADS_1
Mendengar itu Qin Ruojiu baru merasa tenang. Tiba-tiba, terdengar suara aneh di luar pintu, wajah mereka bertiga langsung menjadi suram dalam seketika, seperti terkejut akan suara itu. Saat ini, ekspresi mereka setegang panah yang sudah mau tertembak dari busurnya, namun Lu’er berkata: “Madam, jangan takut, seharusnya Pangeran ke-9.” Setelah mengatakan itu, dia bergegas pergi membuka pintunya.
Benar saja, Kangyin mengganti pakaian putih yang dia biasa kenakan, sekarang dia mengenakan pakaian hitam, rambutnya yang panjang dia ikan di belakang kepalanya, bahkan hanya dengan mengenakan pakaian yang begitu sederhana saja tetap memperlihatkan hawa dan aura agungnya. Saat dia melihat Qin Ruojiu, bibirnya yang tipis dengan garis yang indah itu memperlihatkan senyuman yang indah, matanya yang gelap memancarkan cahaya rembulan, seperti terkena cahaya malam.
Qin Ruojiu melihat dia, lalu menghela napas dan berkata: “Kamu datang tepat waktu.”
Kangyin menganggukkan kepala kepadanya dan berkata: “Sebenarnya aku datang lebih cepat, tapi aku tahu situasinya, jadi aku tidak muncul sedari tadi. Kebetulan aku melihat sosok Kaisar pergi, jadi aku datang ke sini.”
Mendengar itu, ekspresi Qin Ruojiu menunduk seperti tidak enak: “Maaf sudah menyusahkanmu.” Dia sudah bersembunyi di kegelapan untuk beberapa saat, tapi dirinya di dalam tenda……bermain dengannya.
Kangyin seperti melihat isi pikirannya, matanya berpaling dan tersenyum, di saat yang sama pun memecahkan kesunyiannya.
__ADS_1
Dia berkata: “Tidak masalah, kamu juga tidak bisa melakukan apa-apa.”
Untuk sesaat, Qin Ruojiu tidak tahu bagaimana menjawab perkataannya. Dihadapkan dengan senyuman indah seperti giok itu, dia hanya merasa ada batu besar di hatinya yang jatuh, kemudian, dia tidak tahu harus berbuat apa. Hanya bisa berkata: “Sekarang kita bagaimana?”