Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 782 Hanya Ingin Kak Wushuang Kembali


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kalian pergilah.” She Jingtian berkata dengan datar tapi terdapat keagungan yang tidak perlu dipertanyakan lagi.


Beberapa pelayan yang melihat She Jingtian datang sudah seperti melihat seorang penyelamat, mereka langsung pergi setelah memberi hormat.


Hello! Im an artic!


She Jingtian melirik sekilas ramuan obat yang tercecer dan juga mangkuk yang sudah pecah di lantai, She Jingtian memberi isyarat pada Bibi Hua, memintanya untuk membersihkannya.


Bibi Hua mengangguk dan mulai bertindak, She Jingtian lalu berjalan ke arah Min’er, mengangkat telapak tangannya kemudian dengan lembut membelai pipi Min’er yang memerah, She Jingtian lalu berkata dengan tatapan mata cemas: “Panas sekali! Kenapa kamu tidak meminum obat?”


Min’er mengerucutkan bibirnya, sedikit memiringkan kepalanya dengan marah dan berkata dengan nada yang sangat sedih: “Aku tidak ingin meminumnya.”


“Kamu sedang sakit, kenapa kamu tidak minum obat?” She Jingtian berkata menegur, merasa bahwa anak ini menjadi semakin keras kepala.


Hello! Im an artic!


Min’er malah berteriak: “Beberapa waktu lalu, bukankah Paman juga tidak minum obat?”

__ADS_1


She Jingtian tertegun, matanya terkulai dan berkata dengan sedikit tertekan: “Aku adalah orang dewasa, tidak minum obat juga bisa sembuh, tapi kamu masih kecil.”


“Huh.” Min’er memalingkan kepalanya ke samping, matanya berlinangan air mata, benar-benar merasa sangat sedih.


“Min’er, kamu sudah hampir berusia 11 tahun, kamu tidak bisa seperti ini, patuhlah, minumlah obatnya.”


She Jingtian membujuk dengan suara lembut, wajahnya yang tampan menunjukkan sentuhan kelelahan.


Min’er bisa melihat raut wajah She Jingtian, dirinya tahu bahwa Paman She juga tidak bahagia, hatinya menjadi lemah dan akhirnya bergumam: “Aku akan meminumnya nanti.”


“Baguslah jika kamu tahu harus meminumnya, jangan selalu melampiaskan emosimu pada orang lain, apa itu adalah sikap seorang wanita dari keluarga terpandang?”


“Kenapa?”


“Karena mereka selalu membicarakan Kak Wushuang di belakang.”


“Apa yang mereka katakan?”


“Mereka berkata Kak Wushuang jelek, dan…” Berbicara sampai di sini, gadis kecil itu mengerucutkan bibirnya dengan marah, terlihat seperti dia tidak ingin malanjutkan ucapannya, hal itu membuat wajah She Jingtian sedikit menggelap.

__ADS_1


“Mereka berkata apa lagi?”


“Mereka berkata… berkata bahwa… Kak Wushuang menggodamu.”


She Jingtian yang tiba-tiba terdiam, alis tebalnya terangkat, wajah tegasnya dipenuhi dengan kerumitan. Min’er mengguncangnya dengan sedikit ketakutan lalu bertanya dengan suara pelan: “Paman She, apa Min’er salah berbicara?”


She Jingtian berkata dengan suara dalam sambil tersenyum samar: “Tidak, Min’er tidak salah berbicara, lain kali jika kamu mendengar para pelayan mengucapkan hal yang tidak-tidak mengenai Kak Wushuang, maka kamu bisa memberi pelajaran pada mereka. Tapi jangan memecahkan mangkuk, kamu bisa menggunakan cambuk untuk mencambuk mereka.” Ketika She Jingtian mengucapkan kalimat ini, terdapat kekejaman yang sulit diungkapkan yang terlintas di tatapan matanya.


Min’er menggelengkan kepalanya seakan dirinya setengah mengerti: “Tidak, Kak Wushuang pernah berkata bahwa melakukan segala hal harus dilakukan dengan kebaikan, aku tidak ingin memukuli mereka, aku hanya ingin menakut-nakuti mereka.”


“Min’er-ku benar-benar sangat baik.” She Jingtian berkata dengan lembuat, hatinya kembali merasakan sakit dikarenakannya. Wushuang telah mengajari Min’er begitu banyak, mengapa malah begitu tega meninggalkannya?


“Paman She, bukankah Paman berkata akan menemukan Kak Wushuang? Kapan Paman akan menemukannya?”


Min’er mengangkat kepalanya dan mulai menatapnya dengan serius. Dulu ketika mengetahui Paman She mencari Kak Wushuang hingga jatuh sakit, Min’er tidak berani mengungkitnya. Sekarang ketika dirinya sakit, Min’er baru berani mengumpulkan keberanian untuk bertanya, karena setiap kali dirinya jatuh sakit, Paman She akan mengabulkan semua keinginannya.


Dan kali ini, She Jingyian tidak seceria sebelumnya. Di matanya yang hitam kelam itu, terdapat kilatan kelelahan untuk sesaat, kemudian pada akhirnya kembali tenang.


Menyentuh rambut hitam panjang Min’er dengan lembut, She Jingtian lalu menjawab dengan penuh kasih sudah seperti seorang Ayah: “Akan kembali, dia akan kembali ketika penyakitmu kamu menjadi lebih baik.”

__ADS_1


“Selama Kak Wushuang kembali, penyakit Min’er akan segera sembuh.”


__ADS_2