Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 303 Yang Dicintaimya Adalah Liqing


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Kenapa tidak menyuruhnya untuk makan?”


“Permaisuri berkata dia tidak nafsu makan!”


Hello! Im an artic!


“…”


Kaisar Zhaolie tidak berbicara, tapi hanya menghela nafas berat dan mengerutkan kening dengan dalam. Menyibak jubah naganya dengan pelan kemudian berkata dengan dingin: “Pergilah!”


“Baik…” Lu’er menjawab dengan suara pelan, menatap sekilas dengan cemas pada orang yang sedang tertidur di ranjang, kemudian bergegas undur diri.


Hari ini dirinya berani berbicara seperti itu dengan Kaisar Zhaolie karena dirinya ingin berjuang untuk membela Permaisuri. Jika biasanya, bahkan jika memberinya 10 nyali pun, Lu’er juga tidak akan berani mengucapkan kalimat seperti itu.


Hello! Im an artic!

__ADS_1


Matahari terbenam …


Langit semakin gelap, lampu di dalam kamar tidur di Istana Fengyi sudah menyala, pembakar dupa di sebelah ruangan sudah dinyalakan, asap membubung, aromanya tercium samar, di atas ranjang berukir yang indah, Qin Ruojiu masih tertidur sambil mengerutkan keningnya.


Kaisar Zhaolie melihat bekas air mata di wajah Qin Ruojiu, hatinya terasa sakit, kesedihan sekilas muncul di tatapan matanya.


Kaisar Zhaolie berlutut dan berjaga di sisi ranjang. Menatap Qin Ruojiu dengan tatapan lembut, memikirkan tatapan Qin Ruojiu yang putus asa saat berpaling hari ini, hati Kaisar Zhaolie sekali lagi merasa malu dan juga menyesal.


Dia tahu bahwa dirinya tidak seharusnya memperlakukan Qin Ruojiu seperti itu. Hanya saja dirinya sangat ingin melindungi potret Liqing jadinya tanpa sadar berteriak pada Qin Ruojiu.


Seumur hidup ini, sulit baginya untuk melupakan wanita itu. Wanita yang hanya memberikannya kenangan terindah dan perasaan yang tak berujung padanya.


Wanita itu adalah Liqing, sejak pertama kali bertemu dengannya, dirinya sudah tertarik pada kepolosannya. Selama bertahun-tahun ini, meskipun Liqing berada jauh di negara lain, tapi hatinya tidak pernah berhenti memikirkan Liqing. Pada hari-hari ketika Liqing pergi, dirinya terus menyimpan tempat di dalam hatinya untuk Liqing. Sedangkan Qin Ruojiu, dia tahu bahwa dirinya menyukainya dan juga berterima kasih padanya. Tapi dirinya mengerti bahwa wanita seperti itu berada di luar jangkauannya.


Tidak dapat dipungkiri bahwa wanita seperti Qin Ruojiu sangat sulit didapat, Qin Ruojiu juga sangat baik dan setia, sebagai seorang Ratu, Qin Ruojiu bisa meninggalkan semua martabatnya demi para pelayan di sekitarnya. Qin Ruojiu bahkan bisa tidak mempedulikan segalanya hanya demi sebuah nyawa yang tidak bersalah, Qin Ruojiu bahkan lebih suka mengorbankan dirinya demi menyelamatkan orang lain.


Di saat bersamaan, dia yang dulu juga pernah memblokir sebuah serangan pedang demi melindungi dirinya. Kang Yong mengagumi dan juga terobsesi pada wanita seperti itu.

__ADS_1


Tapi Kan Yong tahu dengan sangat jelas siapa yang paling diinginkannya.


Mungkin sedari awal, Qin Ruojiu muncul di hadapannya sebagai pengganti Liqing. Semua kebaikan dan cinta yang dia miliki untuknya itu bisa dianggap diberikan pada seorang wanita yang tampak seperti Liqing.


Kembali kembali menoleh ke belakang, Kang Yong mulai ragu-ragu, apa dirinya benar-benar hanya memperlakukan Qin Ruojiu sebagai pengganti yang mirip dengan Liqing?


Sepertinya tidak sepenuhnya seperti itu, karena ketika bersamanya, perlahan-lahan Kang Yong mulai melupakan keberadaan Liqing.


Terkadang dirinya bahkan bertanya-tanya apa wanita ini akan menggantikan keberadaan Liqing di hatinya seiring waktu? Semakin memikirkannya, dirinya semakin sulit untuk percaya, dirinya mulai menghabiskan waktu 1 jam setiap harinya, membiarkan dirinya berada dekat dengan potret Liqing.


Ya, dia tidak ingin membiarkan dirinya melupakan keberadaan Liqing. Dia tidak bisa lagi menerima wanita lain yang bukan merupakan Liqing di dalam hatinya.


Yang dicintainya adalah Liqing, orang yang ditunggunya juga adalah Liqing. Dia tidak bisa memiliki perasaan terhadap wanita lain ketika Liqing kembali ke sisinya.


Semakin Kaisar Zhaolie memikirkannya, dirinya semakin tidak bisa menerima kenyataan, kedua tangannya yang gemetar itu tiba-tiba melepaskan tangan Qin Ruojiu.


Dirinya seketika berdiri, pada akhirnya melirik kembali ke arah wajah yang sedang tertidur pulas itu.

__ADS_1


__ADS_2