Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 151 Sebenarnya Ada Apa


__ADS_3

Setelah itu, dia membersihkan kotoran di dalam hidung dan mulut Zhao Yuanran, tiba-tiba dia membungkukkan badannya dan berhadapan dengan bibirnya, lalu dia mulai menekan-nekan jantungnya. Benar, saat kecil pangeran ke-9 tenggelam, dokter yang menyelamatkan dia juga melakukan gerakan seperti ini. Setelah itu dia meminta dokter itu mengajari caranya. Sekarang dia tidak peduli cara ini akan berhasil atau tidak, bagi dia yang terpenting sekarang adalah mencobanya.


Setelah beberapa saat, badan Zhao Yuanran gemetar, tiba-tiba dia batuk mengeluarkan air yang menumpuk di dalam perutnya. Melihat ini, semua orang baru merasa lega, kaisar Zhaolie juga melepaskan dia. Tapi karena masih khawatir dengan keadaan Zhao Yuanran, maka dia merasa Zhao Yuanran masih harus diperiksa dokter.


Melihat semua orang masih melamun, kaisar Zhaolie berteriak: “Kalian kenapa masih melamun, cepat bawa dia dan panggil dokter.”


Setelah beberapa saat, para dayang yang tadi masih melamun itu berkata: “Kita akan segera panggil dokter!”


Melihat ini semua, hati Qin Ruojiu menjadi tegang. Dia berpikir, kaisar sebenarnya sangat peduli dengan Zhao Yuanran. Rasa murung dan sedih pun mulai menyelimuti dirinya. Dia tahu dia tidak seharusnya berpikiran seperti ini di saat ini, tapi perasaan yang tidak bisa dihindari ini terus menyelimuti dia.


Setelah Zhao Yuanran dibawa pergi, kaisar Zhaolie baru melihat para dayang di belakangnya, “Ini sebenarnya ada apa?”

__ADS_1


Mendengar teriakan kaisar Zhaolie, semua dayang langsung berlutut di depannya tanpa ada yang berani bicara.


Kaisar Zhaolie mengerutkan alisnya, “Aku tanya kalian, kalian tidak dengar?”


Tetap tidak ada yang bicara, tapi mereka semua mengarahkan pandangannya kepada Qin Ruojiu.


Qin Ruojiu yang berdiri di antara mereka menjadi pucat. Dia tahu dirinya tidak bersalah, dia mau mengatakan semua yang sebenarnya, tapi siapa yang akan percaya?


Semua orang hanya melihat Zhao Yuanran jatuh ke danau, semua orang hanya melihat dia dan dirinya bersentuhan.


Dengan pasrah dia melihat kaisar Zhaolie, dia mau tahu kaisar akan bagaimana terhadap dirinya. Tapi yang aneh adalah mata kaisar tidak terlihat marah, tapi terlihat kebingungan.

__ADS_1


Di saat ini Zuo’er berlutut dan berkata: “Permaisuri, selir mulia kita selalu hormat dengan kamu, setiap saat juga memanggil kamu dengan panggilan kakak, kenapa kamu seperti ini terhadap dia? Memangnya kamu sebenci itu dengan dia……”


Mendengar ini, semua orang tercengang, pandangan para dayang kepada Qin Ruojiu yang tadi kebingungan seketika menjadi merendahkan.


Qin Ruojiu menggelengkan kepalanya, “Bukan aku…… bukan aku……” setelah bicara, dia melihat kaisar Zhaolie dengan putus asa.


Zuo’er semakin kesal, “Kamu jangan membantah, semua orang melihatnya, jelas-jelas kamu yang……” Zuo’er tidak menyelesaikan ucapannya, tapi dia menangis untuk menarik simpati semua orang.


Bab selanjutnya Bab 152 Memangnya Ada Yang Salah


Sekarang semua orang melihat Qin Ruojiu dengan pandangan yang kesal.

__ADS_1


Qin Ruojiu sekarang merasa dirinya difitnah, walaupun sedih, tapi dia tahu kalau sekarang dia diam saja, maka ke depannya dia akan semakin sulit membersihkan namanya.


Dia berkata dengan keras: “Zuo’er, kenapa kamu bicara seperti itu? Aku tidak mendorong dia ke danau, tapi dia sendiri yang kehilangan keseimbangan sampai terjatuh. Kalau aku benar-benar mau melukai dia, memangnya aku bisa melakukannya di depan banyak orang? Apalagi ini adalah tempat yang akan dilewati kaisar?”


__ADS_2