Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 27 Siapa Yang Akan Peduli Padanya


__ADS_3

“Iya, ini salah Yan’er, Yan’er yang sembarangan bicara, bahkan pembicaraanku ini didengar orang jahat, sehingga Permaisuri jadi menderita.” Yan’er menangis sambil menampar wajahnya sendiri.


Melihat kedua dayang yang menangis dan menampar diri sendiri ini, Qin Ruojiu pun mengernyitkan alis, ia menahan rasa sakit dan berusaha bangkit. Dia pun menggenggam balik tangan mereka berdua untuk menghentikan aksi mereka, “Berhenti, berhenti, jangan memukul diri kalian lagi… kalau sudah tahu salah ya sudah…” saat berbicara, wajahnya pun terasa sakit dan panas lagi, tamparan semalam memang sangat menyakitkan, wajahnya seakan dipanggang di atas api, setiap kali bibirnya bergerak, ia akan merasakan sakit di wajahnya itu, rasa sakit ini membuatnya sampai berkeringat dingin.


Wajah Permaisuri yang pucat membuat kedua dayang ini menjadi kalang kabut, mrtrk menopang Permaisuri dengan perasaan bersalah, “Permaisuri, kamu kenapa?”


Saat ini, Lu’Er yang masuk pun segera meletakkan sup yang ia bawa, kemudian jalan ke samping Qin Ruojiu, dia berlutut di samping ranjang dan berkata dengan panik, “Permaisuri, ada apa? Mana yang sakit?”


Sakit di sekujur tubuhnya, membuat Qin Ruojiu merasa seperti melayang di angkasa, tubuhnya sama sekali tidak bertenaga.

__ADS_1


Tangan yang menjulu,r berusaha memegang wajahnya yang bengkak, saat ia baru menyentuh wajahnya dengan ujung jarinya, ia sudah merasakan sakit yang luar biasa.


Tangan yang lemah itu akhirnya pun turun kembali.


Di luar jendela, angin bertiup sepoi-sepoi, dia menahan rasa sakit dan berusaha bangkit. Lu’Er ingin menopangnya, tetapi tidak tahu harus menopang bagian mana.


Qin Ruojiu memalingkan wajahnya keluar jendela, rambut panjangnya dibiarkan terurai, sepasang matanya seperti dilapisi kabut tipi, menatap bantal pasangan yang bermotif bebek mandarin.


Saat ini, pikirannya dipenuhi oleh mimpi buruk semalam, wajahnya pun menjadi pucat. Tentu saja tidak ada orang yang bisa melihat ekspresinya. Setahu orang lain, di belakang cadar ini tersembunyi wajah yang sangat jelek, siapa yang akan memperhatikannya?

__ADS_1


“Permaisuri, cepat berbaring…” Lu’Er memutuskan untuk menopangnya karena melihat Permaisurinya ini termenung dan kesakitan.


Qin Ruojiu berbaring sesaat, saat ini indera pulih kembali, tetapi hatinya tetap dingin. Ketika teringat situasi ini, dia pun tertawa. Istana memang tempat yang menyeramkan.


“Permaisuri Lu’Er, kamu lihat obat ini?”


Terdengar suara 2 orang kasim yang sangat dilema dari depan pintu. Mereka adalah kasim yang memberikan obat kepada selir-selir yang dipanggil Kaisar untuk melakukan pelayanan di malam hari. Walaupun Permaisuri tidak seharusnya meminum obat ini, tetapi Kaisar sudah menurunkan perintah, mereka harus melihat Permaisuri meminum obat ini, jika tidak dilakukan, mereka akan dipenggal.


Obatnya masih mengeluarkan asap, warnanya hitam bagaikan tinta, bisa dilihat, racun di dalam obat itu sangat kuat. Lu’Er menatap obat di atas meja, lalu berkata dengan tidak senang, “Kasim, kalian kembali dulu, aku akan memberikannya pada Permaisuri.”

__ADS_1


“Mm…” entah karena berada di dalam uangan sepanjang tahun atau karena fisik mereka lemah, wajah mereka pucat. Kedua kasim itu saling memandang, tak tahu apa yang harus mereka lakukan.


Bab selanjutnya Bab 28 Jaga Mulut Kalian


__ADS_2