Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 514 Sang Pengawal, Ye Ming, Begitu Kejam Dan Haus Darah


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Kang Yong meninggalkan kediaman Tuyang dan berpura-pura kembali menjadi sang pengawal, Ye Ming, dia berjalan sampai ke rumah bambu tempat tinggal sementara Qin Ruojiu. Melihat Kaisar yang tegas dan berhati dingin ini ternyata bisa menunjukkan sikap pengecut, Kang Yong takut melihat wajah sepucat kertas milik Qin Ruojiu, takut melihat mata Qin RUojiu yang sedingin es, takut mendengar kalimat benci apa pun terhadapnya dari mulut Qin Ruojiu, semakin mendekat ke rumah bambu, hatinya semakin cemas.


Sedikit mengerutkan keningnya, Kang Yong berjalan perlahan selangkah demi selangkah, ketika matanya akhirnya melihat rumah bambu itu, indera pendengaran dikarenakan memiliki seni bela diri yang tinggi seketika membuat tubuhnya kaku, rasa dingin yang sangat berat langsung merambat.


Hello! Im an artic!


Ada seseorang di dalam kamar Jiu’er! Lebih dari satu orang, apa mereka sedang berkelahi? Siapa yang dipukul? Mungkinkah…

__ADS_1


Mampu memukuli Qin Ruojiu yang merupakan musuh mereka dengan ganas, para wanita itu tentu saja merasa puas, tindakan mereka begitu akurat dan juga kejam, mereka benar-benar memukuli orang lain hingga hampir mati! Tiba-tiba, pintu kayu yang tertutup itu ditendang terbuka dari luar dengan suara “brakk” yang keras, pria bertopeng itu sudah seperti Syura dari neraka, dia mengangkat wanita yang paling dekat dengan pintu kemudian melemparkannya ke dinding, dinding bambu yang tapuh itu langsung hancur dan berlubang, tubuh wanita itu terlempar keluar, setelah teriakan menyakitkan “Ahhh” itu terdengar, tidak ada suara lain lagi, sepertinya wanita itu pingsan.


“Apa yang kalian lakukan!” Suara serak dan tidak enak didengar milik seorang pria membawa hawa dingin yang sangat suram, membuat semua orang yang ada di ruangan itu ketakutan.


Mata Kang Yong tertuju pada Qin Ruojiu yang dikelilingi oleh para wanita itu, para wanita itu bahkan masih melakukan tindakan yang begitu kejam, terutama kaki Aya yang masih menginjak perut Qin Ruojiu, sedangkan Qin Ruojiu sedang terbaring meringkuk di lantai, pakaian di tubuhnya sudah dicabik-cabik oleh para wanita itu, memperlihatkan perut mulus putih miliknya, lukanya sudah terbuka, pakaian tipis itu sudah ternoda dengan darah segar yang begitu merah…


Hello! Im an artic!


Suara jeritan yang menyedihkan langsung menarik perhatian Tetua Bage dan Tuyang, ketika mereka melangkah ke dalam ruangan, hanya Aya satu-satunya yang masih utuh, tapi tubuhnya sudah kaku, dia hanya berdiri diam di sana, matanya sudah melamun, ekspresinya sudah sangat ketakutan!

__ADS_1


“Apa yang terjadi? Sebenarnya apa yang terjadi!” Tubuh Tetua Bage gemetar, wajahnya sangat tidak enak dilihat, tidak heran Tetua Bage yang selalu tenang bisa terlihat seperti ini, potongan tangan dan kaki bersebaran di lantai, tidak peduli siapa pun yang melihatnya, sudah pasti tidak akan bisa menekan amarahnya.


“Orang yang diselamatkan oleh pendeta besar dengan nyawanya tapi malah diperlakukan seperti ini oleh orang-orang ini… mereka memang pantas mati! Aku hanya sedikit menghukum mereka saja!” Kang Yong sudah membungkus Qin Ruojiu dengan hati-hati menggunakan jubahnya sendiri, dia bahkan tidak melirik orang lain di ruangan itu, langsung menggendong Qin Ruojiu dan berjalan ke sisi Tuyang: “Pendeta Besar!”


Jika bukan karena memandang Tuyang, mana mungkin Kang Yong akan membiarkan para wanita ini hidup? Wanita miliknya, sejak kapan orang lain memiliki giliran untuk menindasnya? Tadi Kang Yong bahkan tidak sabar untuk memotong sekelompok wanita itu menjadi beberapa bagian!


“Jiu’er…” Tatapan Kang Yong terpaku pada orang yang bernafas dengan lemah di pelukan Kang Yong, Tuyang yang biasanya selalu toleran dan lembut saat ini merasa sangat marah, dia mengamati sekilas situasi di dalam ruangan, pada akhirnya menatap lekat ke arah Aya, menghadap pada Tetua Bage dan berkata: “Tetua Bage, minta Tabib untuk datang kemari!”


Tuyang berbalik dan berkata: “Ye Ming, cepat pergi ke tempatku!”

__ADS_1


__ADS_2