Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 169 Di Dalam Mata Kaisar Hanya Ada Kamu


__ADS_3

Melihat itu, Kaisar Zhaolie langsung melepaskan tangannya yang sedang memeluk pinggang Qin Ruojiu dan terdiam. Tatapan matanya yang terlihat kelaparan itu pun bertemu dengan tatapan mata Qin Ruojiu. Meskipun dia sedang mengontrol emosinya, tetapi amarah yang ada di dalam hatinya itu tetap meluap dan sudah melewati batasnya.


Dia pun berkata, “Kamu nggak suka disentuh sama Kaisar?”


Qin Ruojiu tidak mengatakan apa-apa dan hanya menundukkan kepalanya sambil mengusap air matanya.


Dia berkata, “Kaisar, kamu dan aku adalah suami istri. Aku tidak keberatan disentuh olehmu. Tetapi ketika anda mau bermalam denganku, aku harap anda tidak menganggap aku sebagai wanita lain!”


Ketika mengatakan kalimat terakhir itu, mata Qin Ruojiu pun melotot dan dia terlihat sedikit kesal.


Kaisar yang mendengar omongannya itu pun tercengang sebentar lalu tersenyum tipis. Di dalam pupil matanya itu terlihat tatapan puas dan senang.

__ADS_1


Dia lagi cemburu. Ternyata dia bisa cemburu … itu berarti sekarang dia sudah jatuh cinta pada Kasiar. Jadi sekarang dia sama dengan wanita lain yang jatuh cinta padanya ….


Pada saat itu, Kaisar Zhaolie pun langsung merasa sangat senang dan memeluknya. Kaisar mengangkat kepala Qin Ruojiu lalu mencium bibir merahnya yang masih terhalang cadar hitam. Kemudian dia bersumpah, “Ruojiu, Kaisar janji, lain kali Kaisar tidak akan seperti itu lagi. Sekarang di dalam mata Kaisar hanya ada kamu, hanya ada kamu ….”


Di dalam Aula, dua sosok yang tinggi dan mengerikan itu pun memandang satu sama lain.


Kaisar Zhaolie mengalihkan pandangannya lalu berjalan melewati Kang Yin menuju ke arah kursi naga dan duduk dengan tenang di sana.


Melihat suasana yang sedikit suram, Kaisar Zhaolie pun menyipitkan matanya. Dia mengambil sebuah surat kerajaan lalu meletakkannya kembali. Tatapan matanya itu terlihat begitu dingin lalu dia berkata, “Yin, ada masalah apa anda mencari Kaisar?”


Setelah mendengar itu, Kaisar Zhaolie pun langsung beranjak berdiri dan melambaikan lengan bajunya ke belakang seperti embusan angin. Wajahnya pun langsung tampak sangat marah. Dia membalikkan semua dokumen kasus-kasus yang bertumpuk di sana dan berkata dengan nada dingin, “Anda datang kemari untuk memberikan pelajaran pada Kaisar? Mereka si tua bangka yang nggak tahu mati itu masih berani nggak puas. Kaisar mau melakukan apa itu semua bukan urusan mereka. Lain kali kalau masih ada yang berani mengeluh, biar aku masukan ke dalam penjara langsung!”

__ADS_1


Kang Yin yang sudah tahu jelas dengan temperamen saudaranya itu tidak memiliki rasa takut sedikitpun di wajahnya. Dia hanya mengangkat wajahnya yang lembut dan tampan itu lalu berkata dengan dingin, “Kenapa kamu mau ngelakuin semua ini?”


Pada saat itu, wajah Kaisar Zhaolie pun berubah menjadi semakin dingin lagi. Tatapan matanya itu tertuju lurus ke dalam mata mantan adik kesembilannya yang paling disayanginya itu dan berkata dengan dingin, “Apa yang saya lakukan tidak perlu saya jelaskan pada kalian!”


Setelah mendengar jawaban itu, tatapan mata Kang Yin pun terlihat semakin dingin dan berkata, “Kamu mau menemaninya terus?”


Kaisar Zhaolie pun terkejut lalu menyipitkan matanya dan melihat ke arah Kang Yin, “Apa maksud pembicaraanmu ini?”


Melihat itu, di wajah Kang Yin yang tampan itu pun terlihat senyuman dingin yang tipis. Setelah itu dia berkata dengan datar, “Kaisar, aku adalah orang yang paling mengerti kamu di dunia ini. Kamu nggak usah menyembunyikan apa-apa. Aku tahu kamu mau menganggap Ruojiu sebagai penggantinya!”


Mendengar Kang Yin memanggil nama Qin Ruojiu dengan penuh kasih sayang dan belas kasihan seperti itu, wajah Kaisar Zhaolie pun langsung menjadi suram dan menakutkan. Dia mengepalkan tangannya dan wajahnya itu terlihat penuh dengan amarah, “Sebenarnya kamu mau ngomong apa?”

__ADS_1


Kang Yin tidak mundur karena amarah Kaisar Zhaolie. Dia langsung melihat lurus ke dalam matanya dan berkata, “Kamu bisa bohongi semua orang yang ada di dunia ini, tetapi kamu nggak bisa bohongin aku dan lebih nggak bisa ngebohongin orang yang ada di sisimu!”


Kaisar Zhaolie pun mengerutkan keningnya dan berkata, “Kaisar bohong apa sama kamu?”


__ADS_2