Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 419 Mimpi Yang Begitu Panjang Dan Melelahkan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Harus diakui bahwa gerakan Bei Fengchen sangat lembut dan hati-hati, memperlakukan wajah Leng Bingxin seolah-olah itu adalah sebuah telur yang sudah dikupas, takut jika tidak berhati-hati maka dapat merusak dirinya.


Meskin memejamkan mata tapi Leng Bingxin dapat merasakan bahwa tangan Bei Fengchen itu seperti sinar matahari, menyebar dengan hangat di wajahnya, ujung jarinya yang sedikit hangat itu terkadang menyentuh setiap bagian kulitnya, perasaan itu seperti angin musim semi yang menerpanya.


Hello! Im an artic!


Sulit membayangkan bahwa pria seperti ini, pria yang penuh kelembutan dan perhatian bisa dikaitkan dengan pria dingin dan tidak berperasaan yang baru saja bertindak kejam.


Leng Bingxin masih memejamkan mata, berkata diam-diam pada dirinya sendiri dalam hati bahwa ini hanya sebuah mimpi, sebuah mimpi yang begitu panjang dan melelahkan.


Leng Bingxin berusaha keras untuk membangunkan dirinya sendiri, setelah bangun maka tidak boleh tenggelam dalam jebakan yang begitu lembut seperti ini, tapi dirinya menyadari bahwa semakin dirinya berusaha membangunkan dirinya sendiri maka kesadarannya itu semakin tenggelam, semakin menjauh dan secara bertahap dirinya jatuh sepenuhnya.


Bei Fengchen tidak pernah begitu menghargai wajah seperti ini, bahkan meski paras wanita ini telah rusak, tapi dirinya malah begitu menghargainya layaknya harta karun.

__ADS_1


Hello! Im an artic!


Pertama-tama Bei Fengchen dengan lembut mengoleskan salep dingin untuknya, kemudian membungkusnya kembali karena takut lukanya akan terkena bakteri. Tindakannya itu begitu perlahan, membuat Leng Bingxin sama sekali tidak mengeluarkan suara sedikitpun dalam keseluruhan proses itu.


Setelah semuanya selesai ditangani, Bei Fengchen baru menyadari bahwa tidak tahu sejak kapan Leng Bingxin sudah tertidur di atas pangkuannya.


Pertama-tama Bei Fengchen terpaku, kemudian sedikit mengernyit.


Untuk sesaat, dia kemudian tersenyum tak berdaya, Bei Fengchen dengan lembut mengendongnya, kemudian Leng Bingxin samar-samar dapat merasakan bahwa dirinya sedang berbaring di sebuah dada yang lebar, begitu luas dan nyaman. Tanpa sadar, Leng Bingxin memeluk Bei Fengchen dengan erat, dirinya bergumam dan berteriak memanggil beberapa kali: “Ayah, Ayah…”


Tidak tahu mengapa hati Bei Fengchen merasa tegang untuk sesaat. Bisanya wanita ini bersikap dingin dan menyendiri, tapi pada saat ini tampak begitu lembut dan menyedihkan.


Bei Fengchen menatap orang yang tertidur dalam pelukannya untuk sekian lama, kemudian baru dengan lembut meletakkannya kembali di atas ranjang.


Pada saat ini Leng Bingxin yang merasakan dirinya dilepaskan tiba-tiba mengerutkan keningnya seperti sedang bermimpi buruk, Leng Bingin menggelengkan kepalanya sambil berkeringat dingin, lalu memegang erat Bei Fengchen yang hendak melepaskan tangannya, tindakan Leng Bingxin itu sudah seperti sedang berpegangan pada satu-satunya benda penolong nyawanya, Leng Bingxin menolak untuk melepaskannya.

__ADS_1


“Jangan … jangan … kamu berkata akan mempertahankanku di sisimu… kamu berkata kamu tidak akan membunuhku…”


Leng Bingxin berteriak dengan putus asa, nadanya itu begitu menusuk hati dan menyedihkan.


Bei Fengchen duduk di sana dengan hampa, pikirannya kosong. Apa yang sedang dimimpikan oleh wanita ini? Apa yang membuatnya begitu emosional, putus asa dan begitu sedihnya?


Dalam sekejap mata, 1 bulan sudah berlalu.


Leng Bingxin sudah tinggal di Istana Bei Fengchen selama sebulan.


Meskipun setelah malam itu, ada penghalang yang jelas di antara mereka berdua yang sulit untuk dijembatani. Tapi Bei Fengchen tampaknya tidak mempermasalahkan apa yang terjadi pada saat itu, kebaikannya pada Leng Bingxin masih tetap tidak berubah.


Para pelayan di kediaman itu juga tahu bahwa Pangeran memperlakukan Leng Bingxin dengan berbeda, di permukaan, semua orang selalu mengalah dan memperlakukan Leng Bingxin dengan hormat, tapi di belakang gosip mengenai dirinya itu tidak ada habisnya. Terutama orang-orang yang pernah melihat penampilan Leng Bingxin sebelumnya, semuanya menyebarkan betapa buruk dan menakutkan penampilannya. Karena itu para pelayan yang belum pernah melihat wajah aslinya akan mundur dan menghindar saat mereka bertemu dengan Leng Bingxin.


Leng Bingxin tidak mempermasalahkan semua itu dan membiarkan mereka menggosipkannya di belakang. Lagipula hal itu adalah kenyataan, terlebih lagi sejak kecil dirinya tumbuh di bawah gosip dan kritikan semacam ini. Gosip dan desas-desus sebelumnya bahkan lebih brutal dan menyakitkan, dibandingkan dengan saat ini, hal itu sama sekali tidak layak untuk diungkit.

__ADS_1


__ADS_2