
Hello! Im an artic!
“Runxue, kehidupan seperti itu tidak diinginkan oleh semua orang!”
“Tentu saja, tidak semua orang memiliki kemampuan seperti itu, dengan penampilan kita, bahkan seumur hidup pun kita tidak akan pernah memiliki kesempatan seperti itu.”
Hello! Im an artic!
“Runxue …”
“Hei, A’chou, kamu sepertinya juga merupakan gadis yang dibawa oleh Pangeran dari luar, apa Pangeran terhadapmu…”
Raut Leng Bingxin menggelap, kilatan ironi sedingin es terlintas di matanya, dia berkata dengan datar: “Aku sama seperti kalian, tapi hanyalah seorang pelayan.”
“Benarkah?” Runxue bertanya dengan bingung: “Tapi, kamu tampaknya berbeda dengan kami!”
__ADS_1
Hello! Im an artic!
“Tidak ada yang berbeda, di Istana ini selain Pangeran, tidak ada yang statusnya lebih mulia atau lebih rendah.”
“Tidak benar, kudengar dari pada Kakak, kamu dibawa kemari oleh Pangeran, kamu boleh tidak perlu melakukan pekerjaan kasar bersama kami!” Kata Runxue sambil menatapnya dengan lekat, tatapan matanya yang lekat itu seolah-olah sangat ingin membuktikan bahwa semua ini benar.
Leng Bingxin mendongak dengan tegas, ekspresi bingung terlintas di matanya: “Ya, aku memang dibawa kemari olehnya.”
Jelas-jelas sudah menebaknya, tapi Runxue masih saja membuka mulutnya dengan lebar dengan terpaku, dia berkata dengan ekspresi terkejut: “Tidak mungkin bukan? Ternyata semua ini benar? Bagaimana kamu bertemu dengan Pangeran, kenapa Pangeran membawamu kemari?”
Tiba-tiba, dirinya merindukan Pangeran ke-9, Kang Yin, orang yang secerah matahari yang hangat, orang yang seperti pohon willow di musim semi, dan orang yang memabukkan seperti bunga.
Hanya dia saja yang mencintai dirinya dengan tulus. Tidak ada tujuan apapun, tidak ada keinginan apapun, tidak ada permintaan apapun, hanya mencintainya dengan sepenuh hati dan ingin bersamanya. Hanya sayangnya, dalam kehidupan ini, mereka ditakdirkan tidak memiliki takdir untuk bersama.
Ketika bertemu lagi, dengan wajah dan tampilan seperti ini, apa dia masih akan mengingat dirinya? Apa masih akan tetap mencintai dirinya seperti dulu? Ketika memikirkan hal ini, Leng Bingxin hanya tersenyum samar tapi tidak berani memiliki harapan yang berlebihan di dalam hatinya.
__ADS_1
Runxue meminum seteguk bubur, menatap dengan sedikit kecewa dan simpatik pada Leng Bingxin dan berkata: “Ternyata karena itu Pangeran jadinya menampungmu?”
“Kalau tidak memangnya bagaimana menurutmu? Apa karena kecantikanku? Aku ini sangat jauh jika dibandingkan dengan Nona Ziyue, apa menurutmu Pangeran akan menyukaiku? Bahkan jika Pangeran menyukai gadis kecil seperti itu, aku juga tidak akan memiliki kesempatan!”
Setelah mendengar Leng Bingxin berkata seperti itu, Runxue merenungkannya dengan hati-hati, seolah merasa itu masuk akal, dia langsung mengangguk sambil berpikir dan berkata: “Sepertinya memang masuk akal. Tidak, A’chou, siapa yang berkata kamu jelek? Meskipun wajahmu ditutupi dengan cadar tapi kamu masih sangat cantik, terutama sepasang matanya itu sangat indah.”
Setelah Leng Bingxin menjadi seperti ini, untuk pertama kalinya masih ada orang yang memujinya cantik, Leng Bingxin tidak bisa menahan tawa dan berkata: “Apa kamu sedang menghiburku? Sebenarnya menjadi jelek bisa dikatakan bukan hal yang buruk bagiku.”
“Yang kukatakan itu jujur, matamu itu sangat indah, biasanya yang lainnya mengutukmu dan memakimu di belakang, mereka memakimu karena merasa cemburu. Karena kamu tidak membutuhkan wajah yang cantik tiada tara, matamu itu seribu kali jauh lebih baik dibandingkan mereka, itulah mengapa mereka tidak tidak menerimanya dan memperlakukanmu seperti ini!”
“Sudahlah, Runxue, kamu terlalu berlebihan. Lihatlah, jika kamu tidak memakan daging di mangkukmu itu maka bagian lemaknya akan mengeras, nanti rasanya menjadi tidak enak.”
“Hehe, benar juga, aku akan memakan daging lebih dulu. A’chou, apa kamu mau?”
“Tidak, tidak…”
__ADS_1