Permaisuri Dibalik Cadar

Permaisuri Dibalik Cadar
Bab 425 Memanggilnya A’chou Juga Tidak Berlebihan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Mengenai pekerjaan, Leng Bingxin sama sekali tidak menentang. Dulu ketika tinggal bersama Ayahnya, pekerjaan apa yang tidak pernah dilakukannya? Meskipun pada akhirnya dirinya menjadi Ratu dan menikmati kehidupan yang sangat mencukupi, tapi ada beberapa hal yang masih dilakukannya. Sekarang, setelah menjadi Leng Bingxin, dirinya malah khawatir karena tidak melakukan apa-apa, perasaan hampa akan selalu mengingatkannya pada masa lalu, jika benar-benar ada hal yang bisa dilakukannya di kemudian hari, maka apa dirinya bisa menggunakan kesibukan untuk melupakan banyak hal?


Mmebiarkan kenangan yang tak tertahankan itu, kenangan yang tidak bisa diterimanya itu menjauh dari dirinya?


Hello! Im an artic!


Pada saat ini, Leng Bingxin yang selalu dingin dan acuh itu tiba-tiba tatapan matanya menjadi berbinar. Dia berkata sambil mengangguk perlahan: “Apa yang ingin kamu perintahkan untuk kulakukan?”


“Apa yang bisa kamu lakukan? Apa kamu bisa melakukan pekerjaan paling kotor dan melelahkan di dapur? Apa kamu bisa menyapu dedaunan yang gugur di halaman?” Tanya Ziyue dengan tatapan provokatif.


Leng Bingxin tersenyum dan berkata: “Sepasang tangan dilahirkan untuk bekerja keras, hal apa yang tidak bisa dilakukan?”

__ADS_1


Ziyue sedikit terkejut, matanya menunjukkan raut tidak senang dan juga keraguan, dia kemudian berkata: “Apa kamu benar-benar bisa melakukan pekerjaan seperti itu dengan para pelayan?”


Hello! Im an artic!


“Seperti yang kamu katakan, Istana ini tidak menampung pemalas. Aku bisa melakukan semua itu, mungkin hatiku malah akan menjadi lebih nyaman jika melakukan hal-hal ini!”


“Kamu……”


Melihat senyum tulus di mata Leng Bingxin, Ziyue merasa tidak percaya hingga membuka mulutnya lebar-lebar. Kemudian dia segera menundukkan kepalanya, melirik jari-jarinya sendiri yang putih, jarinya yang begitu ramping dan menawan. Selain bermain piano, menyulam dan melukis, dirinya benar-benar tidak tahu apa lagi yang bisa dilakukannya.


Ziyue selalu menganggap menyapu, memasak, dan mencuci pakaian sebagai pekerjaan kotor yang paling rendah. Ziyue hidup dan tidak pernah tahu bahwa dirinya akan melakukan hal-hal seperti itu di kemudian hari, tapi wanita ini, setelah mendengarkan apa yang dikatakannya, dia malah masih bisa menunjukkan ekspresi seperti itu, apa dia itu gila?


Ziyue yang melihat bahwa caranya gagal, dirinya merasa marah dan kesal, Ziyue berpikir bahwa dirinya datang kemari untuk mempermalukan Leng Bingxin. Yang tidak disangka adalah Leng Bingxin tidak hanya tidak marah, tapi malah menunjukkan sikap yang begitu puas seperti ini, apa hal ini malah membuat Leng Bingxin mendapatkan apa yang dia inginkan?

__ADS_1


Saat ini, Ziyue tersenyum dingin dan berkata: “Bagus, baguslah jika kamu bisa melakukannya, tapi sepertinya para pelayan sangat takut padamu.”


“Tidak ada yang namanya takut atau tidak takut, setelah saling mengenal cukup lama, mereka tidak akan lagi bersikap asing seperti itu.”


“Tapi kamu dibawa kemari oleh Pangeran, statusmu berbeda. Kulihat seperti ini saja, agar lebih mudah membuat mereka bersosialisai denganmu, bagaimana jika aku memberimu nama lain?”


“Nama lain?”


“Kudengar Pangeran berkata bahwa namamu adalah Leng Bingxin, nama ini membuat orang lain merasakan semacam perasaan dingin, akan membuatmu dihormati. Atau tidak di kemudian hari kamu dipanggil dengan nama A’chou saja!”


“A’chou?” Leng Bingxin terpaku, tidak ada kebencian, tidak ada kekesalan, tidak ada rasa malu di tatapan matanya, yang ada hanyalah senyum samar.


Ziyue meliriknya sekilas tapi Ziyue malah mengira Leng Bingxin sedang berpura-pura, Ziyue tersenyum dengan penuh kemenangan di dalam hatinya: “Lagipula parasmu itu sudah cacat, memanggilmu A’chou juga tidak berlebihan. Dengan begitu maka juga bisa membuat para gadis pelayan itu lebih dekat denganmu, bagaimana menurutmu?”

__ADS_1


__ADS_2