
Hello! Im an artic!
“Sebenarnya… Kak Wushuang yang menyelamatkanmu…”
Tepat ketika masalah sudah akan berakhir, Min’er tiba-tiba mengucapkan kalimat seperti itu. Melihat tampilan Min’er yang pemalu itu sangatlah imut, tak disangka hal itu malah membuat She Jingtian dan Ye Wushuang terkejut di saat bersamaan. Seketika keduanya menatap satu sama lain diam-diam dengan begitu gugup, saat tatapan mata mereka bertemu, mereka langsung menjauh seperti terkena sengatan listrik.
Hello! Im an artic!
Kondisi Pangeran Liang perlahan-lahan sudah pulih, dia sudah mampu berdiri sendiri, tapi karena ucapan Min’er, sekali lagi dia memegang lengan putih Ye Wushuang, Pangeran Liang lalu bertanya dengan tatapan mata terkejut dan penuh kegembiraan: “Wushuang, apa kamu yang menyelamatkanku?”
“Aku…” Ye Wushuang hanya merasa punggungnya berkeringat dingin, meskipun pernafasan buatan ketika pertolongan pertama di dunia modern adalah hal normal, tapi di zaman kuno, seorang pria yang menyentuh tangan seorang wanita saja sudah merupakan hal besar, apalagi bibir dengan bibir….apa yang harus dirinya katakan agar tidak membuat orang lain salah paham?
“Wushuang, pakaianmu masih utuh dan tidak basah sama sekali, bagaimana kamu menyelamatkanku? Bukankah Kak She yang melompat ke dalam air?”
Menghadapi Pangeran Liang yang kembali bertanya, She Jingtian dan Ye Wushuang kembali saling bertatapan, tapi mereka menundukkan kepala dan tidak menjawab sama sekali.
__ADS_1
Hello! Im an artic!
Karena dalam hati keduanya, tidak satupun dari mereka yang ingin menggali rahasia ini.
Pangeran Liang memperhatikan sekian lama, tapi sama sekali tidak mendapatkan petunjuk, dia hanya bisa mengalihkan pandangannya yang bingung ke arah Shangguan Min’er.
Min’er melirik ke arah She Jingtian dan Ye Wushuang dengan malu-malu, dia lalu berkata dengan mata berbinar: “Begini, Paman She menyelamatkan Paman Zhongrong dari dalam air dan Paman Zhongrong tidak sadar-sadar, kami semua mengira Paman Zhongrong sudah mati karena tenggelam, tapi Kak Wushuang langsung menghampiri dan menciummu dua kali, Paman Zhongrong langsung sadar.”
Min’er berkata sambil memperagakan dengan bibirnya ke arah udara untuk membuat adegan itu tampak lebih hidup.
Yang satu raut wajahnya sudah begitu kusut. Yang satu, wajahnya sudah memerah seperti tomat. Yang satunya lagi seluruh tubuhnya sudah memanas seperti roti yang baru saja dikukus.
“Wushuang, apa yang dikatakan Min’er itu benar?”
Pangeran Liang menatap Ye Wushuang, tatapan mata itu mengandung makna yang begitu kompleks.
__ADS_1
Wajah Ye Wushuang sudah begitu panas seakan dirinya sudah hampir pingsan, tapi Ye Wushuang hanya bisa memaksa dirinya untuk tenang dan berkata: “Uh… itu tidak seperti yang Min’er katakan, yang kulakukan adalah pernafasan buatan, semacam pertolongan pertama, aku tidak bermaksud untuk menyinggung Pangeran Liang.”
“Haha.” Pangeran Liang tidak lagi mengatakan apapun, menarik kembali tatapannya dari arah Ye Wushuang dengan bernostalgia. Pantas saja… saat pingsan, dirinya merasa ada orang yang menciumnya, ciuman itu begitu lembut dan ringan seperti bulu, terasa samar dan perlahan membuat orang lain sulit untuk melukiskannya. Pada saat itu, Pangeran Liang bahkan berpikir dirinya mengalami ilusi, ternyata itu semua nyata.
Suasana aneh ini membuat She Jingtian sangat tidak nyaman, dirinya sudah tidak bisa lagi menekan rasa ketidakpuasan dan kegilaan di dalam hatinya, She Jingtian menatap dengan tatapan mata yang dingin dan berkata: “Hari ini sampai di sini saja, lebih baik Pangeran Liang kembali ke Kastil lebih awal untuk beristirahat, jangan sampai masuk angin dan sakit.”
Ye Wushuang mendengarkan dalam diam, dirinya tidak mengucapkan sepatah kata pun, hanya saja dirinya merasa bahwa She Jingtian berubah menjadi jauh lebih suram.
Nada dingin itu, seakan ingin menarik garis dan membatasi diri dengan orang lain.
Malam hari…
Bulan yang bersinar cerah di langit tampak begitu tenang dan tenteram, pada saat ini cahaya perak sucinya dengan lembut dan murah hati menerangi setiap tempat di Kastil Wuyou.
Di luar koridor, sesosok tampan sedang melihat ke arah bulan di kejauhan, tatapan mata yang sedikit kabur memancarkan pesona dan juga terlihat terlena. Tampilannya terlihat seakan jiwanya itu sudah terpisah, seolah-olah hanya ada raga tubuh yang tersisa di sana.
__ADS_1